MOMSMONEY.ID - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai peningkatan mutu pendidikan di Indonesia membutuhkan kolaborasi yang lebih terarah antara pemerintah, swasta, dan lembaga filantropi. Tujuannya agar setiap program benar-benar berdampak bagi anak-anak dan hasilnya bisa diukur.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan selama ini banyak kerja sama di bidang pendidikan masih berjalan sendiri-sendiri sehingga dampaknya belum optimal.
"Kita ingin mengubah pola kerja sama di bidang pendidikan yang selama ini terfragmentasi sendiri-sendiri dan kurang terkoordinasi. Ke depan, dampaknya harus bisa diukur sehingga bisa lebih tepat sasaran dan akuntabel," ujarnya dalam keterangan resmi Selasa (30/6).
Menurut Suharti, penerima manfaat dari berbagai program pendidikan bukanlah Kemendikdasmen, melainkan anak-anak Indonesia.Karena itu, seluruh pihak perlu memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua.
Di sisi lain, riset Katadata Insight Center mengungkap masih ada lima tantangan besar yang menghambat efektivitas program filantropi dalam mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Pemegang Saham TBS Energi Utama (TOBA) Siap-siap! Dividen US$ 8,88 Juta Menanti
Research Analyst Katadata Insight Center, Kanza Nabeela Putri, mengatakan tantangan pertama adalah pendanaan yang belum berkelanjutan karena banyak program masih bergantung pada donasi, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), maupun hibah.
Kedua, regulasi dan birokrasi yang dinilai belum mengikuti perkembangan, termasuk aturan penggalangan dana yang belum menyesuaikan dengan platform digital.
Ketiga, koordinasi antara pemerintah dan lembaga filantropi yang masih lemah sehingga sejumlah program belum berjalan optimal, terutama di daerah terpencil.
Keempat, keterbatasan infrastruktur dan akses di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), mulai dari transportasi hingga internet yang menyulitkan penyaluran bantuan.
Kelima, kekurangan sumber daya manusia, termasuk distribusi guru yang belum merata dan masih terbatasnya tenaga profesional maupun relawan di berbagai daerah.
"Program-program filantropi telah membantu melalui pemberian beasiswa, pendidikan vokasional, hingga pemberdayaan guru. Namun persoalan infrastruktur dan keterbatasan sumber daya manusia di berbagai daerah masih menjadi hambatan utama untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan," kata Kanza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News