MOMSMONEY.ID - Sering tidur apakah disebabkan oleh gula darah tinggi atau tidak, ya? Sering tidur, merasa lelah, mengantuk, atau lemas di siang hari berhubungan dengan kadar gula darah.
Lajja Patel, dokter penyakit dalam, mengungkapkan, gula darah tinggi dapat menyebabkan rasa kantuk. Gula darah tinggi terjadi ketika kadar glukosa dalam aliran darah meningkat di atas normal.
Makanan yang dikonsumsi menyediakan glukosa dan berfungsi sebagai sumber energi utama tubuh. Pankreas dalam tubuh memproduksi insulin untuk membantu mengangkut glukosa dari darah ke dalam sel-sel, di mana glukosa tersebut digunakan untuk energi.
Baca Juga: Waktu Terbaik Makan Karbohidrat Ini Ampuh Turunkan Lonjakan Gula Darah!
Ketika sistem ini rusak karena resistensi insulin, produksi insulin yang rendah, atau kelebihan asupan makanan, glukosa mulai menumpuk dalam darah. Dilansir dari Hilssideprimarycare.com, kondisi ini disebut hiperglikemia.
Gula darah puasa normal sekitar 100 mg/dL atau kurang, gula darah setelah makan berkisar antara 180 mg/dL atau kurang. Kadar yang secara konsisten di atas kisaran ini dapat mengindikasikan pradiabetes atau gejala diabetes.
Apa penyebab gula darah tinggi?
Memahami penyebab gula darah tinggi sangat penting, jadi kunci untuk mencegah lonjakan gula darah dan rasa kantuk yang menyertainya:
1. Pola makan tidak seimbang
Mengonsumsi makanan dalam porsi besar yang kaya akan karbohidrat sederhana atau makanan manis akan membebani tubuh dengan glukosa. Roti putih, soda, permen, dan kue-kue adalah contoh umum penyebabnya.
2. Kurangnya aktivitas fisik
Tanpa olahraga teratur, tubuh akan kesulitan menggunakan insulin secara efisien. Sehingga, lebih sulit untuk mengontrol kadar gula darah setelah makan.
3. Stres
Stres emosional atau fisik memicu pelepasan kortisol dan adrenalin dalam tubuh. Kedua hormon ini, bekerja bersama-sama dan menyebabkan hati melepaskan glukosa yang tersimpan.
Sehingga, mengakibatkan kadar gula darah tinggi.
4. Sakit atau infeksi
Saat sakit atau melawan infeksi, tubuh Anda menganggapnya sebagai pemicu stres dan melepaskan lebih banyak glukosa untuk menyediakan energi bagi penyembuhan.
5. Obat-obatan
Obat-obatan tertentu seperti steroid, beta-blocker, dan beberapa antidepresan dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi.
6. Perubahan hormonal
Gangguan hormonal seperti gangguan tiroid, sindrom Cushing, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan gula darah.
Tanda dan gejala umum gula darah tinggi
Berikut adalah gejala-gejala gula darah tinggi:
- Rasa haus meningkat (polidipsia)
- Sering buang air kecil (poliuria)
- Kelelahan dan rasa kantuk
- Penglihatan kabur
- Sakit kepala
- Mulut kering
- Luka yang lambat sembuh
- Penurunan berat badan tanpa alasan
- Mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki
Dari semua gejala tersebut, kelelahan dan rasa kantuk berlebihan di siang hari adalah gejala umum yang sering diabaikan.
Baca Juga: Dada Ayam Tanpa Kulit Bantu Amankan Kadar Gula Darah, Hindari Bumbu Tinggi Gula
Mengapa gula darah tinggi bisa bikin ngantuk?
Mari kita telusuri lebih dalam biologi mengapa gula darah tinggi membuat Anda merasa lemas.
1. Kekurangan nutrisi
Meski aliran darah dipenuhi glukosa, sel-sel tubuh kekurangan nutrisi. Ketika insulin tidak bekerja dengan akurat, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel.
Ini membuat otot dan otak tidak mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan, menyebabkan energi rendah dan rasa kantuk.
2. Dehidrasi
Glukosa berlebih menarik air dari jaringan tubuh, menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi itu sendiri merupakan penyebab kelelahan dan kantuk yang sudah dikenal luas.
3. Respons peradangan
Kadar gula darah tinggi kronis memicu peradangan di seluruh tubuh. Molekul inflamasi (sitokin) diketahui meningkatkan rasa lelah.
4. Kualitas tidur terganggu
Kadar gula darah tinggi dapat mengganggu tidur di malam hari. Banyak penderita hiperglikemia sering terbangun untuk buang air kecil atau mengalami tidur gelisah, sehingga membuat mereka lelah keesokan harinya.
Cara mencegah gula darah tinggi dan kantuk
Strategi paling efektif untuk mencegah kelelahan yang terkait dengan gula darah tinggi adalah dengan mengelola kadar glukosa. Simak tips berikut untuk menjaga kestabilan gula darah:
- Pilihlah makanan dengan indeks glikemik (GI) rendah, seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau.
- Seimbangkan makanan dengan protein dan lemak sehat untuk membantu memperlambat penyerapan karbohidrat.
- Batasi tambahan gula dan karbohidrat olahan dengan menghindari minuman bersoda, permen, roti putih, dan kue-kue.
- Tingkatkan asupan serat, karena makanan kaya serat memperlambat penyerapan glukosa.
- Orang sering lupa minum air saat bekerja yang dapat menyebabkan dehidrasi.
- Berolahragalah secara teratur setidaknya 150 menit untuk berolahraga dan beraktivitas fisik setiap minggu.
- Ikuti rutinitas yang mencakup latihan seperti yoga, meditasi, dan pernapasan dalam untuk mengurangi lonjakan kortisol yang memengaruhi kadar gula darah.
- Dapatkan tidur berkualitas selama 7-9 jam setiap malam.
- Makan dalam porsi kecil dan beberapa kali sehari membantu mencegah fluktuasi besar pada kadar gula darah.
Baca Juga: Gula Darah Normal Berapa? Ini Targetnya untuk Cegah Risiko Komplikasi
Dampak gula darah tinggi terhadap fungsi otak dan siklus tidur
Gula darah tinggi tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga berdampak langsung pada otak. Ketika kadar glukosa tetap tinggi, sel-sel otak menerima lebih sedikit energi.
Neurotransmiter seperti serotonin dan melatonin yang membantu mengatur tidur menjadi tidak seimbang. Molekul inflamasi seperti sitokin, meningkat, menyebabkan rasa kantuk di siang hari.
Kontrol gula darah yang buruk dapat memperburuk insomnia atau menyebabkan tidur yang terfragmentasi di malam hari. Inilah gejala sering tidur yang disebabkan oleh gula darah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News