MOMSMONEY.ID - Biaya hidup terus naik. Jaga cash flow tetap sehat menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Evaluasi keuangan tengah tahun ini penting terutama bagi mereka yang memiliki cicilan KPR agar pembayaran rumah tidak menjadi beban finansial.
Pinhome membagikan sejumlah langkah praktis untuk membantu masyarakat mengevaluasi keadaan finansial dan mengelola KPR secara lebih bijak.
Melalui sesi talkshow online yang digelar Pinhome, Novi Anasthasia, Financial Planner, mengatakan, salah satu tanda kondisi keuangan mulai perlu diwaspadai adalah ketika pengeluaran bulanan sudah menggerus dana darurat atau bahkan harus ditutup dengan utang baru.
Cara sederhana untuk mengecek kesehatan finansial adalah memastikan pengeluaran tetap lebih kecil dari pendapatan serta masih ada alokasi untuk menabung atau berinvestasi setiap bulan. Terlebih jika memiliki cicilan KPR berjalan, Novi mengingatkan pentingnya untuk menjaga kesehatan keuangan agar tidak terbebani oleh kewajiban pembayaran jangka panjang.
“Cicilan termasuk cicilan rumah, kendaraan, dan kartu kredit idealnya tidak melebihi 30% dari pendapatan. Jika rasio tersebut mulai terlampaui, masyarakat disarankan segera mengevaluasi kondisi keuangan, mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak, serta menghindari kebiasaan menutup satu cicilan dengan cicilan baru,” ungkap Novi dalam keterangan tertulis, Senin (6/7).
Baca Juga: Strategi, Tips, dan Perjalanan KPR Rumah Second Hingga Lunas Lebih Cepat
Apabila beban cicilan mulai terasa berat, hanya mempertimbangkan bunga promo di awal. Untuk membantu proses tersebut, masyarakat dapat menggunakan fitur Simulasi KPR Take Over pada aplikasi Pinhome yang dapat memberikan estimasi cicilan sekaligus berbagai biaya yang perlu dipersiapkan sebelum mengambil keputusan.
"KPR Take Over menjadi solusi di tengah meningkatnya biaya hidup karena dapat membantu pengguna menghemat cicilan hingga 40% dengan peluang kembali menikmati masa bunga fixed," kata Novi.
Fitur Simulasi KPR Take Over dan Konsultasi KPR di aplikasi Pinhome dapat dengan mudah digunakan untuk memperoleh estimasi cicilan serta gambaran biaya yang perlu dipersiapkan.
"Melalui Pinhome, prosesnya juga lebih mudah dan praktis, mulai dari simulasi hingga akad tanpa biaya, pengajuan ke banyak bank sekaligus, tenor yang fleksibel, cashback jutaan rupiah, serta didukung oleh lebih dari 40 bank dan institusi keuangan terkemuka,” jelas Dayu Dara Permata, CEO Founder Pinhome.
Bagi yang masih merencanakan kepemilikan hunian, kondisi keuangan dan kekhawatiran terhadap beban cicilan sebaiknya tidak menghilangkan impian memiliki rumah. Yang terpenting adalah memahami strategi yang tepat sejak awal dalam mempersiapkan kepemilikan rumah.
Baca Juga: Ini Legalitas Dokumen yang Harus Dicek Sebelum Ambil KPR
Dengan perencanaan yang baik, masyarakat dapat lebih siap menghadapi proses KPR, termasuk ketika memasuki masa suku bunga floating yang berpotensi meningkatkan cicilan. Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan untuk meringankan beban cicilan pada tahap tersebut adalah melakukan take over KPR sesuai dengan kondisi dan kebutuhan finansial.
Novi mengungkapkan kepemilikan rumah sebaiknya diiringi dengan kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin agar kondisi finansial keluarga tetap sehat dalam jangka panjang.
Novi menyarankan keluarga muda dapat menerapkan prinsip pengelolaan anggaran 50:30:20, yaitu mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan pokok, keinginan, serta tabungan dan investasi.
Selain itu, dana darurat juga perlu menjadi prioritas, dengan target ideal sebesar tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan bagi individu dan hingga 12 kali pengeluaran bulanan bagi keluarga.
"Dengan perencanaan keuangan yang baik, masyarakat dapat memenuhi kewajiban KPR sekaligus tetap memiliki ketahanan finansial dalam menghadapi berbagai kondisi yang tidak terduga,” ujar Novi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News