MOMSMONEY.ID - Membeli rumah second bisa menjadi pilihan cerdas, asal kita tahu strategi yang tepat.
Berikut strategi penting dari Gupita, Key Opinion Leader (KOL) @ruma.rari mengenai mulai dari menentukan kebutuhan ruang keluarga, melakukan survei langsung ke lokasi rumah, hingga memahami keunggulan rumah second yang siap huni dan berada di lingkungan yang sudah matang.
1. Kenali Kebutuhan
- Kebutuhan ruang dan privasi keluarga. Pikirkan kembali alasan kuat untuk memiliki rumah. Misalnya, memiliki dua anak membuat kebutuhan ruang menjadi prioritas. Namun, tinggal bersama orangtua membatasi privasi dan kesempatan untuk menata rumah sendiri. Karena itu, muncul keinginan kuat untuk memiliki rumah sendiri yang bisa ditata sesuai kebutuhan dan gaya hidup keluarga.
- Banyak rumah second lebih luas dengan harga yang sebanding dengan rumah baru yang lebih kecil.
- Lingkungan sudah matang, fasilitas sudah terbentuk dan tetangga sudah dikenal.
- Rumah second memungkinkan penataan ulang sesuai kebutuhan keluarga dan bisa menyesuaikan layout.
2. Proses pencarian rumah
- Bisa mengunjungi langsung untuk tahu kondisi asli VS tampilan di internet. Atau membandingkan lokasi, harga, dan kondisi rumah melalui aplikasi website property.
- Gunakan aplikasi Pinhome untuk membandingkan banyak pilihan sekaligus. Sebab, aplikasi ini memiliki lebih dari 2 juta listing rumah second di seluruh wilayah Indonesia. Manfaatkan fitur harga, lokasi, dan spesifikasi supaya pencarian lebih cepat dan tepat.
Baca Juga: Bukan Sekadar Mewah, Ini Cara Memilih Properti Premium yang Tepat
3. Pertimbangan lingkungan
- Cek lingkungan di berbagai waktu baik siang ataupun malam, dalam rangka menimbang keamanan dan kenyamanan. Baiknya pilih lingkungan yang aman, dekat sekolah anak, dan akses transportasi yang mudah. Dan, pahami keadaan tetangga dan kondisi wilayah rumah.
4. Persiapan KPR
- Perlu membandingkan bank: bunga fixed dengan floating, promo & syarat administrasi.
- Menyiapkan dokumen penting sejak awal: slip gaji, KTP, NPWP, dan dokumen pendukung.
- Proses KPR bisa memakan waktu berbulan-bulan termasuk negosiasi dan simulasi cicilan.
- Lakukan simulasi KPR
- Perlu cermat memilih bank yang sesuai.
- Agar memberikan gambaran, Anda bisa simulasi KPR di aplikasi Pinhome secara lengkap dengan biaya yang dibutuhkan. Selain DP, siapkan biaya notaris, akad, appraisal, asuransi, dan biaya administrasi bank.
5. Cek legalitas
- Pastikan surat-surat rumah lengkap: SHM, IMB, dan legalitas lainnya.
- Lakukan background check pada pemilik sebelumnya.
6. Perjalanan Melunasi KPR
Pengalaman Gupita awal KPR pilih bank dengan bunga paling rendah. Saat masih di fase bunga fixed jadi cicilan terasa aman dan stabil. Masuk fase floating, bunga naik dan sempat kepikiran take over. Namun, setelah Gupita pertimbangkan, prosesnya tidak sederhana dan harus mengulang dari awal dan memakan waktu.
Akhirnya Gupita memilih lanjut dan fokus percepatan pelunasan tiap tahun. Angsuran makin turun jadi bisa nabung lebih untuk bayar lebih cepat. Hasilnya dari tenor awal 15 tahun KPR berhasil dilunasi hanya dalam 6 tahun.
"Ini keputusan terbaik yang pernah saya ambil, karena kualitas hidup keluarga langsung meningkat, khususnya para ibu yang punya andil dalam keputusan rumah tangga, bekali diri dengan pengetahuan properti yang cukup," kata Gupita dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News