MOMSMONEY.ID - Cek cara cerdas kelola uang angpao Imlek ini supaya tabungan Anda tidak cepat habis dan bisa jadi tabungan, investasi, serta rencana masa depan.
Setiap Tahun Baru Imlek, banyak orang di Indonesia menerima angpao yang sering dianggap sebagai rezeki tambahan awal tahun.
Sayangnya, tidak sedikit yang menghabiskannya dalam waktu singkat tanpa rencana jelas. Padahal, uang angpao bisa menjadi titik awal membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat jika dikelola dengan benar.
Melansir dari laman Alibaba, informasi keuangan keluarga banyak menyoroti nilai budaya dan manfaat jangka panjang jelang tradisi hongbao.
Melalui cara sederhana dan mudah ini, siapa pun bisa dapat mengubah uang perayaan menjadi peluang finansial yang nyata.
“Cara terbaik adalah membagi dana untuk tabungan, pendidikan, bantuan sosial, dan kebutuhan masa depan,” ujar pakar budaya festival Anika Rao.
Baca Juga: Kestabilan Finansial: Ini 10 Kunci Sukses Jutawan yang Jarang Terungkap
Makna uang angpao di kehidupan modern
Angpao sejak dulu bukan hanya hadiah uang, tetapi simbol doa keberuntungan, keselamatan, dan harapan rezeki. Tradisi ini berasal dari budaya Tionghoa yang menempatkan amplop merah sebagai lambang energi positif.
Sekarang, bentuknya tidak selalu tunai karena banyak keluarga memakai transfer digital. Perubahan ini membuat penerimaan uang menjadi lebih praktis dan terkadang jumlahnya juga lebih besar.
Karena itu, cara mengelola angpao menjadi semakin penting. Bukan lagi soal uang tambahan sesaat, tetapi kesempatan belajar mengatur keuangan secara nyata.
Cara bijak mengatur uang angpao agar tidak cepat habis
1. Menyimpan setengah uang sebagai langkah pertama
Strategi paling aman adalah langsung menyimpan minimal setengah dari uang yang diterima. Cara ini sederhana tetapi sangat efektif untuk menjaga dana tetap ada.
Pendekatan yang mudah diikuti masyarakat Indonesia:
- 50% disimpan
- 30% untuk kebutuhan penting
- 20% untuk pengembangan diri atau berbagi
Langkah langsung memindahkan tabungan ke rekening membuat uang tidak mudah terpakai.
2. Memakai sebagian untuk meningkatkan kemampuan diri
Daripada habis untuk belanja spontan, uang angpao jauh lebih bermanfaat bila dipakai meningkatkan skill.
Contohnya bisa berupa membeli buku karier, ikut kursus online, belajar desain, mengambil kelas bahasa, atau pelatihan digital. Pengeluaran seperti ini sering memberi manfaat jangka panjang dan meningkatkan peluang kerja.
3. Menyisihkan sedikit untuk membantu sesama
Membagikan sebagian kecil dari angpao juga bisa menjadi kebiasaan positif. Tidak perlu besar, yang penting konsisten.
Selain membantu orang lain, kebiasaan ini juga melatih kontrol diri terhadap penggunaan uang dan membuat kita lebih menghargai rezeki yang diterima.
Baca Juga: Ini Cara Aman Lindungi Rekening dari Modus Penipuan Perbankan Terbaru 2026
4. Menjadikan angpao sebagai dana target masa depan
Banyak orang langsung menghabiskan uang perayaan karena merasa nominalnya kecil. Padahal jika dikumpulkan, dana tersebut bisa menjadi awal tabungan tujuan.
Misalnya untuk membeli laptop kerja, biaya kursus profesional, dana liburan, atau sertifikasi karier. Ketika uang punya tujuan jelas, biasanya kita jauh lebih disiplin menjaganya.
5. Menggunakan sebagai modal kecil penghasilan tambahan
Bagi mahasiswa atau pekerja muda, uang angpao juga bisa menjadi modal awal mencoba peluang kecil.
Contohnya membuka jasa desain sederhana, jualan online kecil kecilan, membeli alat kerja freelance, atau mulai investasi nominal kecil yang legal dan diawasi lembaga resmi.
Langkah kecil seperti ini sering menjadi awal kestabilan finansial di masa depan.
Kesalahan yang paling sering terjadi setelah menerima angpao
Banyak orang kehilangan manfaat uang perayaan karena keputusan spontan. Kesalahan yang umum terjadi antara lain langsung belanja tanpa rencana, tidak mencatat total uang yang diterima, mengikuti gaya teman, serta menyimpan uang tunai terlalu lama tanpa berkembang.
Menghindari kesalahan sederhana ini sering jauh lebih penting daripada mencari strategi investasi rumit.
Metode praktis yang bisa langsung dilakukan:
- Hitung total uang diterima
- Tentukan satu tujuan utama
- Pisahkan untuk simpan pakai dan berkembang
- Amankan tabungan di hari yang sama
- Catat rencana penggunaan sisanya
Melalui langkah singkat ini, kontrol keuangan biasanya langsung terasa lebih baik.
Mengubah tradisi Imlek menjadi momentum finansial tahunan
Imlek identik dengan awal baru dan harapan baru. Karena itu, mengelola angpao secara bijak sebenarnya sejalan dengan makna perayaan itu sendiri.
Keluarga bisa menjadikan momen ini sebagai waktu diskusi tentang tabungan, rencana pendidikan, dan target hidup. Tradisi budaya akhirnya tidak hanya simbolis, tetapi benar benar memberi dampak nyata pada kondisi keuangan.
Baca Juga: 5 Aset Penting Ala Warren Buffett yang Bisa Bikin Kelas Menengah Naik Level
Uang angpao Imlek seharusnya tidak dipandang sebagai uang tambahan yang bebas dihabiskan, melainkan peluang memulai kebiasaan finansial sehat.
Menyimpan sebagian, meningkatkan kemampuan diri, serta membuat rencana penggunaan yang jelas, dana kecil pun bisa membawa manfaat besar.
Pendekatan sederhana dan konsisten jauh lebih penting daripada strategi rumit yang sulit dijalankan. Jika dikelola dengan sadar, angpao dapat menjadi langkah awal menuju kondisi keuangan yang lebih stabil sepanjang tahun.
Pada akhirnya, keberuntungan Imlek bukan hanya soal menerima uang, tetapi bagaimana kita memanfaatkannya dengan bijak.
Selanjutnya: Intip Rekomendasi Saham XLSMART (EXCL) yang Tanggung Rugi Usai Merger
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News