M O M S M O N E Y I D
Bugar

AstraZeneca Gandeng Siloam & PP PERKI Kolaborasi Perkuat Penanganan Gagal Jantung

 AstraZeneca Gandeng Siloam & PP PERKI Kolaborasi Perkuat Penanganan Gagal Jantung
Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - AstraZeneca Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Siloam Hospitals Kebon Jeruk dan Kelompok Kerja (POKJA) Gagal Jantung Pengurus Pusat Perkumpulan Kardiologi Indonesia (PP PERKI) untuk melaksanakan program Preceptorship Gagal Jantung HeartPUMP.

Program HeartPUMP (Hands-on Education and Advanced Regular Training: Professional Skill Upgrading in Managing Heart Failure Patients) merupakan inisiatif pendidikan medis berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam diagnosis dan tata laksana gagal jantung di Indonesia.

Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, mengatakan, pihaknya percaya bahwa transformasi layanan kesehatan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara industri, organisasi profesi, dan institusi layanan kesehatan.

“Melalui program HeartPUMP, kami ingin mendukung lebih banyak tenaga kesehatan untuk mengakses pembelajaran yang relevan dan berbasis praktik sehingga semakin banyak pasien gagal jantung dapat memperoleh diagnosis yang tepat, tata laksana yang optimal, dan kualitas hidup yang lebih baik sekarang dan di masa depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, yang diterima Selasa (11/8).

Adapun, kolaborasi ini hadir di tengah tingginya beban penyakit gagal jantung yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di Indonesia. Apalagi berdasarkan data World Heart Federation, World Heart Observatory: Indonesia Country Profile, penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, dengan hampir 700.000 kematian pada tahun 2024.

Analisis The 30 Years of Sifting in The Indonesian Cardiovascular Burden juga menyebut, dalam tiga dekade terakhir, angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di Indonesia meningkat lebih dari dua kali lipat, mencerminkan semakin besarnya beban penyakit jantung bagi masyarakat dan sistem kesehatan nasional.

Laporan lain juga menyebut bahwa gagal jantung, sebagai salah satu manifestasi akhir dari berbagai penyakit kardiovaskular, dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan, meningkatkan risiko rawat inap berulang, serta berkontribusi terhadap tingginya angka kematian.

Baca Juga: Tren Renovasi Rumah Bergeser, Tak Hanya Berorientasi pada Estetika tapi juga Hal Ini

Seiring meningkatnya prevalensi faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, dan penuaan populasi, kebutuhan akan layanan gagal jantung yang komprehensif dan berkualitas menjadi semakin mendesak. 

Melihat kesenjangan akses terhadap layanan dan praktik tata laksana terkini masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia, program HeartPUMP ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menyelesaikan tantangan tersebut

Program HeartPUMP diinisiasi oleh Kelompok Kerja (POKJA) Gagal Jantung PP PERKI dan didukung oleh AstraZeneca Indonesia. Sejak diluncurkan pada tahun 2025, program ini telah dilaksanakan bersama sejumlah pusat rujukan nasional terkemuka untuk meningkatkan kompetensi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dalam diagnosis serta tata laksana gagal jantung melalui observasi klinis langsung, diskusi kasus, dan pertukaran pengalaman.

Program ini akan berkontribusi dalam mempercepat adopsi praktik berbasis bukti sekaligus mendukung pemerataan layanan gagal jantung di berbagai daerah.

Bergabungnya Siloam Hospitals Kebon Jeruk sebagai institusi swasta pertama dalam jejaring HeartPUMP menandai perluasan program agar semakin banyak tenaga kesehatan dapat mengakses pembelajaran klinis berbasis praktik.

Hospital Director, Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Melissa mengatakan, sebagai institusi layanan kesehatan yang berkomitmen menghadirkan pelayanan berkualitas dan berpusat pada pasien.

“Kami percaya bahwa peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas penanganan gagal jantung di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menjadi pusat pembelajaran dan pertukaran pengalaman klinis yang memberikan manfaat bagi tenaga kesehatan sekaligus mendukung hasil kesehatan yang lebih baik bagi pasien di Indonesia,” katanya.

Salah satu faktor utama yang melatarbelakangi pemilihan Siloam Hospitals Kebon Jeruk sebagai institusi swasta pertama dalam jejaring HeartPUMP adalah keberadaan layanan Advanced Cardiac Care Clinic (ACCC), layanan terpadu yang berfokus pada perawatan pasien dengan gagal jantung maupun penyakit jantung kronis yang memerlukan pemantauan serta penanganan jangka panjang.

ACCC didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dokter spesialis gizi klinik, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, perawat terlatih, serta tim medis lainnya yang berpengalaman.

Pendekatan ACCC didasarkan pada pemahaman bahwa gagal jantung merupakan penyakit kronis dan progresif yang dapat berkembang secara bertahap serta memerlukan penanganan berkelanjutan karena berpotensi memengaruhi fungsi organ lain apabila tidak ditangani secara optimal.  ACCC juga menerapkan pendekatan yang individual, didukung edukasi dan persiapan pasien agar setiap tindakan medis dapat dilakukan dengan pemahaman dan kesiapan yang optimal.

Sementara itu, Wahyu Aditya, Wakil Ketua Kelompok Kerja (POKJA) Gagal Jantung Pengurus Pusat Perkumpulan Kardiologi Indonesia, menyampaikan, melihat gagal jantung merupakan kondisi yang kompleks dan membutuhkan pendekatan yang komprehensif serta berbasis bukti ilmiah terkini, program seperti HeartPUMP menjadi sarana penting untuk menjembatani perkembangan ilmu pengetahuan dengan praktik klinis sehari-hari.

“Dengan semakin banyak dokter yang mendapatkan kesempatan belajar secara langsung dari pusat layanan yang berpengalaman, kami berharap standar penanganan gagal jantung dapat semakin merata,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, AstraZeneca Indonesia, Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dan POKJA Gagal Jantung PP PERKI berharap dapat mendorong adopsi praktik terbaik dalam tata laksana gagal jantung sekaligus memperluas akses tenaga kesehatan terhadap pembelajaran klinis yang relevan, sehingga lebih banyak pasien di Indonesia dapat memperoleh penanganan yang optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Zodiak Paling Ekstrovert yang Selalu Menghidupkan Berbagai Suasana

Berikut adalah 4 zodiak paling ekstrovert yang dikenal sebagai bintang dalam setiap lingkaran pertemanan.

Maudy Ayunda Foundation Buka Beasiswa Jadikan Generasi Muda Impact Leaders

​Maudy Ayunda Foundation memiliki fokus untuk membiayai pendidikan maupun proyek yang berdampak pada komunitas.  

Suami Diam-Diam Punya Utang? Ini Cara Menjaga Keutuhan Uang Rumah Tangga

Suami diam-diam punya utang? Simak cara menghadapi masalah finansial, melindungi keuangan keluarga, dan menyusun solusi bersama.  

Fedx Gelar Lomba Ekspor bagi UMKM, Bisa Dapat Hadiah Tunai dalam Bentuk Dolar

Hadiah berupa uang tunai sebesar US$3.000, US$1.500, dan US$1.000 akan diberikan masing-masing kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga.​  

Beyoutiful Symphony Festival 2026, Sajikan Edukasi Kesehatan hingga Konser Musik

Menggabungkan dunia kecantikan, kesehatan dan musik, festival tahun inimengusung tema “Bring Nature To You”.​  

DANA Permudah Wisatawan Asing Bayar Lewat QRIS di Indonesia

Turnamen padel DANA Open Bali Series 2026 menjadi ajang bagi DANA untuk kembali memperkenalkan DANA Foreign Account.  

4 Manfaat Gaya Hidup Minimalis, Rahasia Hidup Tenang Bebas Stres

Berikut adalah 4 manfaat gaya hidup minimalis yang dapat mengubah kualitas hidup Anda menjadi lebih bermakna.  

Tayang 24 September, Film Memburu Pemangsa Rilis Trailer dan Poster Terbaru

Sinemaku Pictures merilis trailer dan poster terbaru untuk film Memburu Pemangsa garapan Umay Shahab.​  

Tak Cuma Buat Nonton, Ini Fitur Teknologi POCO Pad C1​

POCO Pad C1 mengusung sejumlah fitur untuk mendukung aktivitas gaming, multimedia, dan produktivitas.

Gaji Rp5 Juta Sebulan, Begini Cara Mengatur Keuangan untuk Keluarga Muda

Gaji Rp5 juta tetap bisa dikelola dengan kesehatan melalui prioritas kebutuhan, dana darurat, kesehatan, dan tabungan keluarga.