MOMSMONEY.ID - Saat buka puasa, kebanyakan orang cenderung mengonsumsi banyak makanan berat yang digoreng dan tinggi kalori. Bagi penderita asam urat, hal ini tentu sangat dilarang.
Dr. Layla Al-Hadad, Ahli Fisiologi Olahraga di Rumah Sakit Spesialis King Faisal Arab Saudi menjelaskan bahwa asam urat adalah jenis radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal di persendian.
Ketika terdapat kelebihan asam urat dalam tubuh, maka akan terbentuk kristal di persendian dan menyebabkan peradangan. Dilansir dari Thedailystar.net, berikut cara mengelola asam urat selama Ramadan:
Baca Juga: Bukan Cuma Daging, Gula Ternyata Biang Kerok Asam Urat Anda!
Apakah puasa ramadan memengaruhi penyakit asam urat?
Selama Ramadan, orang yang berpuasa mengonsumsi makanan dan cairan harian dalam jangka waktu terbatas. Hal ini dapat mengganggu proses metabolisme normal tubuh dan menyebabkan dehidrasi yang memperburuk gejala asam urat.
Dehidrasi dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi asam urat dalam darah, sehingga memudahkan pembentukan kristal asam urat di persendian. Selain itu, puasa dapat menyebabkan penurunan produksi urin yang meningkatkan konsentrasi asam urat dalam tubuh.
Selain itu, sebagian orang cenderung mengonsumsi makanan tinggi purin selama Ramadan, seperti daging merah yang dapat memicu serangan asam urat. Mengonsumsi makanan tinggi purin pun bisa menyebabkan peningkatan produksi asam urat dalam tubuh. Jika Anda menderita asam urat, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mencegah kambuhnya gejala:
1. Tetap terhidrasi
Untuk mencegah dehidrasi, penting untuk minum banyak air dan cairan lainnya di luar jam puasa. Langkah ini dapat membantu mengurangi konsentrasi asam urat dalam darah dan menurunkan kemungkinan kambuhnya gejala
2. Memilih makanan rendah purin
Di luar jam puasa, penting untuk menghindari atau membatasi makanan yang tinggi purin seperti daging merah, kerang, dan kacang-kacangan. Sebagai gantinya, pilihlah makanan rendah purin seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh.
3. Mengonsumsi obat sesuai resep
Jika Anda sedang mengonsumsi obat untuk asam urat, penting untuk terus meminumnya sesuai resep dokter. Puasa selama Ramadan dapat memengaruhi cara kerja beberapa obat, jadi penting untuk mendiskusikan perubahan dalam diet atau rutinitas Anda dengan dokter.
4. Berolahraga secara teratur
Olahraga dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Masukkan olahraga ringan seperti berjalan kaki dan yoga ke dalam rutinitas harian selama Ramadan untuk tetap aktif dan mengelola stres.
Baca Juga: Gagal Ginjal Mengancam: Cek Kadar Asam Urat Secara Rutin Sebelum Terlambat
5. Hindari minuman manis
Minuman manis memang menyegarkan pada awalnya, tetapi sebenarnya membuat tubuh makin dehidrasi. Minuman manis mengandung banyak gula, sekitar 6-8 sendok teh per 250 ml.
Hal ini menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, diikuti oleh penurunan tajam beberapa jam kemudian. Hal ini membuat Anda merasa lemas, mudah marah, dan merasa lebih haus.
Selain itu, konsentrasi gula yang tinggi menarik air dari sel-sel dan masuk ke sistem pencernaan untuk memproses gula. Sehingga, akan mengurangi hidrasi secara keseluruhan.
Demikian cara mengelola asam urat selama Ramadan, semoga membantu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News