M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Aquarev Bangun Ekosistem Tambak yang Ramah Lingkungan

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID- Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam industri tambak udang, meski menjadi salah satu produsen terbesar dunia.

Sekitar 82% tambak dioperasikan secara tradisional, menghasilkan produktivitas rendah dan berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan, termasuk degradasi mangrove dan pencemaran air.

Untuk menjawab tantangan ini, Aquarev, perusahaan sosial berbasis teknologi, menawarkan pendekatan terintegrasi yang mencakup renovasi tambak, pendampingan teknis, dan sistem pemantauan digital.

Aquarev menggandeng Koltiva untuk memastikan transparansi dalam rantai pasok melalui pelacakan panen berbasis data.

“Model kami berbasis komunitas, dengan sistem klaster dan pembagian risiko,” kata Retno Nuraini, Head of Partnerships Aquarev, dalam keterangan resmi Selasa (22/7).

Ia menyebutnya, pendekatan ini memperkuat keberhasilan panen dan tata kelola usaha yang inklusif.

Baca Juga: Cikarang Listrindo Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Aquarev juga fokus pada pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove dan edukasi petambak. Upaya ini bertujuan menjaga ekosistem pesisir yang penting bagi keberlangsungan budidaya udang.

Salah satu lokasi program berada di Pasangkayu, Sulawesi Barat. Di sana, keluarga petambak H. Siala dan putranya Muchtar telah menjalani lima panen parsial sejak April 2025 dengan produktivitas rata-rata 38,5 ton per hektare. Tambak ini diproyeksikan mencapai lebih dari 43 ton hingga akhir Juli.

Di sisi pemasaran, para petambak tak lagi kesulitan menjual hasil panen. "Karena kualitas udangnya terjaga, harga yang kami terima lebih baik," ujar Muchtar, yang kini aktif mendampingi usaha keluarga.

Aquarev juga mendorong penerapan sertifikasi Aquaculture Stewardship Council (ASC) dan mengembangkan inisiatif Blue Carbon yang menggabungkan konservasi mangrove dengan kegiatan budidaya. Studi pemanfaatan energi surya juga dilakukan untuk mengurangi emisi karbon di lokasi tambak.

"Keberhasilan tambak tidak hanya soal hasil panen.Yang lebih penting adalah kemandirian petambak dan keberlanjutan lingkungan," ucap Retno. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Hylo Open 2026: Indonesia Tambah 3 Wakil di Babak 16 Besar

Hasil Hylo Open 2026 babak 32 besar hari kedua, Rabu (28/10), semua wakil Indonesia yang berlaga melaju ke 16 besar.

Rahasia Air Kunyit: Ini 5 Manfaatnya untuk Gula Darah hingga Kesehatan Jantung

Ragu minum air kunyit? Berikut 5 manfaat minum air kunyit secara teratur untuk kesehatan tubuh yang wajib Anda tahu.

Anak Suka Manis? Ini 4 Cara Membatasi Konsumsi Gula pada Anak

Inilah 4 cara membatasi konsumsi gula pada anak sejak dini menurut ahli diet. Simak sampai akhir, Moms.  

Jangan Panik! Ini 7 Cara Praktis Mengatasi Anxiety Kambuh untuk Redakan Cemas & Sesak

Mengatasi rasa cemas yang meluap tidak selalu harus langsung bergantung pada obat. Ketahui cara meredakan anxiety kambuh secara mandiri berikut.  

Bazar Buku BBW Kembali ke ICE BSD, Catat Jadwal dan Promo yang Ditawarkan

​Berlangsung pada 28 Oktober–1 November 2026, bazar ini juga menawarkan koleksi buku anak Little Umma dan sejumlah promo.

Panduan Menu Diet DASH Sehari-hari untuk Cegah Hipertensi dan Jaga Kesehatan Jantung

Menu diet DASH menjadi pilihan efektif untuk mengontrol tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung. Simak panduan porsi hariannya berikut.

Enggak Suka Sayur & Buah? Ini 7 Makanan yang Kaya akan Serat sebagai Alternatifnya

Temukan berbagai pilihan makanan yang kaya akan serat seperti biji-bijian hingga kacang-kacangan untuk menjaga kesehatan pencernaan Anda.  

Hujan Turun di 9 Daerah Jabodetabek Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (29/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Kamis (29/10), Waspada hujan lebat di sejumlah wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (29/10), Hujan Lebat Terjadi di 24 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok 29 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di banyak provinsi ini.

IHSG Rabu (28/10) Berbalik Naik Tipis 0,31% ke Level 5.282

Investor asing mencatatkan aksi beli dan borong saham BBCA hingga naik 7%. IHSG berhasil naik tipis 0,31% ke level 5.282.