M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apakah Minum Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan atau Tidak? Ini Jawabannya

Apakah Minum Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan atau Tidak? Ini Jawabannya
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Banyak ditanyakan, apakah minum teh hijau bisa menurunkan berat badan atau tidak? Cari tahu jawabannya di sini.

Manfaat teh hijau dalam membantu menurunkan berat badan banyak dikaitkan dengan kemampuannya memengaruhi metabolisme tubuh.

Kandungan utamanya, yaitu katekin (jenis antioksidan yang juga dikenal sebagai EGCG) dan kafein, dipercaya bisa membantu mempercepat proses metabolisme.

Dilansir dari laman Women’s Health, menurut Melissa Majumdar, ahli gizi dan juru bicara dari Academy of Nutrition and Dietetics, serta ahli diet senior di Brigham and Women's Center for Metabolic Bariatric Surgery,

"Kafein yang dikombinasikan dengan katekin dari teh hijau dapat meningkatkan proses pembakaran lemak," katanya.

Dengan kata lain, teh hijau bisa membantu tubuh membakar lebih banyak kalori atau energi—yang berarti meningkatkan metabolisme Anda secara keseluruhan.

Baca Juga: Ini Resep Dimsum Dada Ayam ala Chef Devina, Cocok untuk yang Sedang Diet

Apakah Minum Teh Hijau Bisa Menurunkan Berat Badan atau Tidak?

Teh hijau sering digunakan dalam berbagai produk pelangsing karena dianggap bisa membantu menurunkan berat badan.

Namun, menurut Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif (NCCIH), minum teh hijau tidak memberikan efek penurunan berat badan yang besar, terutama pada orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Selain itu, teh hijau juga tidak terbukti bisa membantu menjaga berat badan setelah turun.

Sebuah penelitian gabungan (meta-analisis) di tahun 2023 menunjukkan hasil yang beragam mengenai efektivitas teh hijau untuk menurunkan berat badan.

Meski begitu, uji coba yang dikontrol secara acak menemukan bahwa konsumsi teh hijau bisa menurunkan beberapa indikator berat badan pada wanita yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, yaitu:

  • Berat badan
  • Indeks massa tubuh (BMI)
  • Lingkar pinggang

Hasil tersebut didapat dari konsumsi suplemen teh hijau sebanyak 1.000 mg atau kurang setiap hari, selama maksimal 8 minggu. Dosis ini dinilai memberikan manfaat untuk penurunan berat badan.

Tinjauan lainnya yang dilakukan pada tahun 2020 juga menemukan hasil serupa. Penurunan berat badan bahkan terlihat lebih signifikan jika dosis teh hijau yang dikonsumsi lebih kecil, yaitu kurang dari 500 mg per hari selama 12 minggu.

Para peneliti menyimpulkan, teh hijau bisa membantu mengelola obesitas, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan sehat dan olahraga rutin.

Bagaimana Teh Hijau Membantu Menurunkan Berat Badan?

Bersumber dari laman Medical News Today, menurut ulasan tahun 2023, kandungan polifenol dalam teh hijau diyakini berperan dalam membantu proses penurunan berat badan.

Kandungan kafein juga disebut bisa membantu membakar lemak lebih banyak, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah lebih dari 300 mg per hari.

Hasil penelitian pada hewan dan di laboratorium menunjukkan, senyawa katekin dalam teh hijau bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, LDL, dan trigliserida. Tapi manfaat ini biasanya baru terlihat jika teh hijau dikonsumsi dalam jumlah besar dan secara rutin.

Meski begitu, perlu diingat bahwa efek teh hijau terhadap penurunan berat badan umumnya kecil. Hasilnya mungkin tidak sebesar manfaat dari pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pengaturan porsi makan.

Baca Juga: 11 Pilihan Buah-buahan untuk Diet yang Membantu Menurunkan Berat Badan

Cara Mengonsumsi Teh Hijau untuk Mendukung Penurunan Berat Badan

Dosis teh hijau dalam penelitian bervariasi. Misalnya:

  • Meta-analisis 2023 menunjukkan manfaat penurunan berat badan saat konsumsi 1.000 mg atau kurang per hari selama 8 minggu.
  • Sementara tinjauan tahun 2020 menunjukkan hasil yang lebih baik dengan dosis kurang dari 500 mg per hari selama 12 minggu.

Teh hijau tersedia dalam berbagai jenis, tetapi untuk tujuan penurunan berat badan, jenis teh hijau polos yang minim proses pengolahan cenderung mengandung nutrisi terbaik.

Jika ingin mulai mengonsumsi teh hijau, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi agar tahu dosis yang paling sesuai dengan kondisi tubuh.

Risiko Teh Hijau jika Dikonsumsi untuk Menurunkan Berat Badan

Menurut NCCIH, teh hijau umumnya aman jika diminum hingga 8 cangkir per hari. Namun, bagi ibu hamil atau menyusui, batas aman adalah maksimal 6 cangkir per hari, sekitar 300 mg kafein.

Dalam kasus yang jarang terjadi, teh hijau—terutama dalam bentuk suplemen atau pil—dapat memengaruhi fungsi hati. Selain itu, teh hijau juga bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.

Sebagai contoh, konsumsi teh hijau dosis tinggi bisa menurunkan kadar obat nadolol (Corgard), sejenis beta-blocker.

Karena itu, siapa pun yang ingin mengonsumsi teh hijau dalam jumlah besar sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis, terutama jika sedang menggunakan obat-obatan tertentu atau memiliki kondisi kesehatan khusus.

Baca Juga: 16 Menu Diet Sederhana dan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan

Lantas, apakah minum teh hijau bisa menurunkan berat badan atau tidak? Minum teh hijau memang dapat memberikan sedikit efek dalam menurunkan berat badan, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tertentu dan secara rutin.

Namun, efeknya cenderung kecil dan tidak signifikan jika digunakan tanpa pola makan sehat dan olahraga. Jadi, teh hijau sebaiknya dianggap sebagai pelengkap, bukan metode utama dalam upaya menurunkan berat badan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

6 Rahasia Tersembunyi Manfaat Mewarnai bagi Kesehatan Orang Dewasa

Bukan cuma anak-anak, mewarnai terbukti tingkatkan mindfulness dan atasi stres pada orang dewasa. Cari tahu manfaat lengkapnya!

Foto Makin Estetik, Ini Tips Foto dengan Kamera Vintage ala Shopee

Shopee memberi tips foto dengan kamera vintage supaya hasil foto semakin estetik.                    

Bitcoin Bertahan di US$ 80.000 saat Pasar Saham AS Terimbas Data Inflasi

Bitcoin tidak bergerak mengekor indeks saham di Wall Street, melainkan lebih searah dengan yield US Treasury.

Kebiasaan Mental Warren Buffett yang Bikin Finansial Anda Lebih Stabil

Cara berpikir Warren Buffett soal disiplin, uang, dan kesabaran kini makin relevan untuk masyarakat Indonesia di era ekonomi serba cepat.​

Tren Kaca Patri Kembali Populer, Ini Cara Buat Rumah Terlihat Artistik dan Modern

Kaca patri kembali jadi tren rumah 2026 karena membuat hunian terasa hangat, estetik, artistik, dan penuh karakter.​

Kenapa Orang yang Rajin Bekerja Tetap Sulit Kaya? Ini 10 Penyebab Jarang Disadari

Banyak orang bekerja keras tiap hari, tetapi kondisi finansial tetap stagnan. Ini penyebab sering tidak disadari. Catat ulasan berikut ini, ya.​  

12 Cara Menyelamatkan Keuangan saat Ancaman Resesi Mulai Terasa

Ancaman resesi dan biaya hidup naik bikin banyak orang cemas. Ini 12 cara menjaga keuangan tetap aman di tengah kondisi ekonomi sulit.​

Tren Dapur Kuning Mentega Bikin Rumah Terlihat Hangat, Estetik, dan Fungsional

Tren dapur kuning mentega 2026 bikin rumah terasa hangat, estetik, nyaman, dan tampil lebih fungsional untuk keluarga modern.​

Menstrual Cup: Ini Kelebihan dan Kekurangannya yang Wajib Moms Tahu

Menstrual cup memiliki kelebihan serta kekurangan tersendiri. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan menstrual cup yang wajib Anda tahu.

Tren Warna Lilac Diprediksi Booming, Ini Cara Buat Rumah Terlihat Lebih Kompleks

Tren warna lilac diprediksi populer di 2026 karena mampu membuat rumah terasa hangat, estetik, dan modern tanpa terlihat berlebihan.​