M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apakah Alpukat Bagus untuk Dikonsumsi saat Diet? Ini Jawabannya

Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Alpukat punya banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, apakah alpukat bagus untuk dikonsumsi saat diet?

Alpukat, buah yang sering dianggap sebagai superfood ini, telah menarik perhatian banyak orang karena manfaat kesehatannya yang luar biasa.

Dengan tekstur creamy dan rasa yang lezat, alpukat tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga penuh dengan berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh.

Namun, apakah alpukat bagus untuk dikonsumsi saat diet? Sebagai buah yang dikenal dengan kandungan lemak sehatnya, mungkin banyak orang yang ragu untuk memasukkan alpukat ke dalam menu diet mereka.

Baca Juga: 13 Manfaat Luar Biasa Daun Pepaya bagi Kesehatan, Menurunkan Risiko Kanker!

Melansir dari laman Eat This, berikut ini adalah beberapa alasan alpukat bagus untuk diet:

1. Alpukat Dapat Membantu Mengurangi Lemak Perut

Penelitian menunjukkan bahwa mengganti minyak masak dengan minyak alpukat dapat membantu mengurangi lemak perut.

Sebuah studi dari Penn State menemukan bahwa orang yang mengonsumsi 40 gram (sekitar 3 sendok makan) minyak alpukat tinggi oleat setiap hari selama empat minggu mengalami penurunan lemak perut sebesar 1,6%.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa diet yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal dapat membantu mencegah penumpukan lemak di sekitar perut dengan mengubah ekspresi gen yang berperan dalam penumpukan lemak.

Minyak alpukat mengandung sekitar 120 kalori dan 10 gram lemak tak jenuh tunggal per sendok makan, yang mirip dengan minyak zaitun extra virgin.

2. Alpukat Dapat Menekan Nafsu Makan

Alpukat juga dikenal sebagai penekan nafsu makan yang efektif. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Nutrition Journal menemukan bahwa peserta yang makan setengah alpukat segar dengan makan siang melaporkan penurunan rasa lapar yang signifikan setelah makan.

Kandungan serat dan lemak sehat dalam alpukat berperan dalam memperlambat proses pencernaan, sehingga membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk ngemil.

3. Alpukat Dapat Membantu Meningkatkan Kualitas Diet Secara Keseluruhan

Alpukat bisa menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas diet Anda secara keseluruhan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Nutrition Journal menemukan bahwa makan setengah alpukat ukuran sedang setiap hari dapat meningkatkan kualitas diet Anda dan mengurangi risiko sindrom metabolik hingga 50%.

Orang yang rutin mengonsumsi alpukat cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah, lingkar pinggang yang lebih kecil, serta lebih banyak mengonsumsi buah, sayuran, serat, dan vitamin K — semua nutrisi yang mendukung penurunan berat badan.

Baca Juga: Mengupas Apa itu Diet Mediterania dan Tips untuk Menerapkannya di Sini

4. Alpukat Membantu Anda Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

Sayuran adalah bagian penting dari diet sehat untuk penurunan berat badan. Namun, agar tubuh bisa menyerap nutrisi dari sayuran dengan maksimal, Anda perlu menambahkan sedikit lemak sehat. Dalam hal ini, lemak yang terkandung dalam alpukat sangat bermanfaat.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Molecular Nutrition & Food Research menunjukkan bahwa menambahkan alpukat ke dalam salad dapat membantu tubuh menyerap lebih banyak nutrisi dari sayuran.

5. Alpukat Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di Journal of American Heart Association menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi alpukat mengalami penurunan kolesterol LDL (kolesterol jahat) sebesar 13,5 mg/dL, lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang mengikuti diet rendah lemak.

Para peneliti menyebutkan bahwa lemak tak jenuh tunggal dalam alpukat memainkan peran penting dalam menurunkan kadar kolesterol tinggi. Ini berhubungan dengan pengurangan faktor risiko seperti resistensi insulin, kelebihan berat badan, dan obesitas.

6. Antioksidan Alpukat Menetralkan Radikal Bebas yang Merusak DNA

Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil dan dapat merusak mitokondria serta mengganggu metabolisme tubuh. Alpukat mengandung antioksidan yang kuat yang dapat membantu melawan efek merusak dari radikal bebas ini.

Antioksidan dalam alpukat bekerja untuk menetralkan radikal bebas dan melindungi tubuh dari kerusakan seluler yang bisa mempercepat proses penuaan atau meningkatkan risiko penyakit kronis.

Baca Juga: 4 Jus yang Bagus untuk Diet Menurunkan Berat Badan Terbaik Menurut Ahli

7. Alpukat Dapat Membantu Menurunkan Risiko Diabetes

Alpukat menyediakan hampir 20 vitamin, mineral, dan fitonutrien yang mendukung manajemen berat badan yang sehat.

Salah satu kandungannya adalah 14 gram serat yang dapat membantu merasa kenyang, serta 66% dari kebutuhan harian vitamin K — nutrisi yang berperan dalam mengatur metabolisme gula dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Diabetes Care menemukan bahwa pria dan wanita yang memiliki asupan vitamin K tertinggi memiliki risiko 19% lebih rendah untuk mengembangkan diabetes dalam 10 tahun.

Sayuran berdaun hijau seperti bayam adalah sumber vitamin K yang lebih kaya, tetapi dengan menambahkan irisan alpukat ke salad, Anda dapat menstabilkan gula darah dengan cara yang enak dan menyenangkan.

8. Alpukat Meningkatkan Metabolisme dan Daya Tahan Saat Berolahraga

Menurut penelitian, makan alpukat bisa memberikan dorongan energi secara alami. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan bahwa mengonsumsi diet tinggi asam oleat (yang ditemukan pada alpukat) menunjukkan peningkatan aktivitas fisik sebesar 13,5%, yang berarti mereka memiliki daya tahan lebih baik saat berolahraga.

Jadi, apakah alpukat bagus untuk dikonsumsi saat diet? Alpukat jadi salah satu buah yang bagus dikonsumsi saat diet.

Kandungan dalam alpukat membantu mengurangi lemak perut, menekan nafsu makan, dan meningkatkan kualitas diet Anda untuk menurunkan berat badan. Semoga informasi ini membantu, ya.

Baca Juga: Makan Telur Rebus Bisa Menurunkan Berat Badan, Begini Penjelasannya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rekomendasi 8 Film Jepang Paling Seru untuk Tontonan Baru

Mencari film yang berbeda? 8 judul film Jepang ini punya genre beragam dan alur cerita tak terduga. Temukan pilihan yang paling cocok untuk Anda!  

Tubuh Bugar Tanpa Nge-gym, 6 Aktivitas Sehari-hari Ini Ampuh Bakar Kalori

Tak punya waktu olahraga? Ini 6 rutinitas harian yang efektif membakar kalori. Rasakan manfaatnya untuk tubuh lebih bugar dan sehat.

7 Film Ryan Gosling Terbaik, Wajib Tonton Setelah Project Hail Mary

Setelah Project Hail Mary, jelajahi karya terbaik Ryan Gosling. Ada rekomendasi film romantis, aksi, hingga fiksi ilmiah yang wajib ditonton.  

Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (16/4) Turun Rp 5.000, Tren Naik Terhenti

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Kamis (16/4) melemah Rp 5.000 dari perdagangan sebelumnya dan buyback tidak berubah.

Stok Pangan Aman! 7 Sayuran Musim Kemarau Ini Bisa Tumbuh Subur, Tanam Sekarang

Musim kemarau sering bikin pusing harga kebutuhan dapur. Untungnya, sayuran ini terbukti tahan banting. Cek jenisnya dan mulai tanam sekarang.

Rebound, IHSG Menguat 1% Pada Kamis Pagi (16/4)

Pada Kamis, 16 April 2026, pukul 09:20 WIB, Indeks naik 1% ke level 7.697,9, setelah melemah di hari sebelumnya.

7 Drakor Byeon Woo Seok yang Wajib Tonton Usai Perfect Crown

Bintangi Perfect Crown, Byeon Woo Seok punya deretan drakor lain yang sayang dilewatkan. Intip semua perannya yang bikin penasaran di sini!  

IHSG Berpeluang Melemah, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Kamis (16/4)

IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (16/4/2026).​ Simak rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas untuk hari ini.

HP Infinix Note 60 Pro: Fitur Kesehatan Canggih & Performa Baru

Infinix Note 60 Pro bawa layar Active Matrix LED dan sensor detak jantung! Aksesori MagPower gratis untuk waktu terbatas. Simak fitur uniknya! 

Disiplin, Etika, dan Adaptasi Jadi Kunci Leadership ala Ignasius Jonan

​Di tengah perubahan bisnis yang makin cepat, Ignasius Jonan membagikan pandangannya soal kunci kepemimpinan modern.