M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apa yang Terjadi jika Konsumsi Makanan Cepat Saji Setiap Hari?

Apa yang Terjadi jika Konsumsi Makanan Cepat Saji Setiap Hari?
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Banyak ditanyakan, apa yang terjadi jika konsumsi makanan cepat saji setiap hari, ya? Intip pembahasan lengkapnya di sini!

Makanan cepat saji sering menjadi pilihan praktis di tengah aktivitas harian yang padat. Rasanya gurih, penyajiannya cepat, dan mudah ditemukan di berbagai tempat.

Tidak heran jika menu seperti burger, ayam goreng, kentang goreng, atau pizza kerap masuk ke daftar makan harian. Namun, di balik kepraktisannya, konsumsi makanan cepat saji secara rutin dapat membawa dampak serius bagi kesehatan tubuh Anda.

Baca Juga: Makan Seblak Sehat atau Tidak untuk Tubuh? Ini Jawaban dari Dokter

Lalu, apa yang terjadi jika konsumsi makanan cepat saji setiap hari? Melansir dari laman Verywell Health, inilah yang akan terjadi:

1. Berat badan mudah naik dan risiko obesitas meningkat

Konsumsi makanan cepat saji berkaitan erat dengan kenaikan berat badan, nilai indeks massa tubuh yang lebih tinggi, dan obesitas. Artinya, jenis makanan ini menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kegemukan.

Sebagian besar makanan cepat saji mengandung kalori tinggi karena dibuat dari daging olahan dan karbohidrat olahan, serta tinggi gula, natrium, lemak total, dan lemak jenuh. Di sisi lain, kandungan serat dan zat gizi pentingnya justru rendah. Kombinasi ini membuat tubuh mudah menyimpan lemak.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi makanan cepat saji, sekitar 1 hingga 3 kali per minggu atau lebih, memiliki risiko obesitas dan lemak perut 20% hingga 129% lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

2. Risiko resistensi insulin dan diabetes meningkat

Makanan cepat saji umumnya tinggi karbohidrat olahan dan rendah serat. Akibatnya, makanan ini cepat dicerna dan diserap ke dalam darah, sehingga memicu lonjakan gula darah dan insulin dalam waktu singkat.

Jika kondisi ini terjadi berulang, tubuh dapat mengalami resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah dengan baik. Hal ini meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Berbagai studi menunjukkan bahwa konsumsi makanan cepat saji 2 kali atau lebih dalam seminggu dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 27% hingga 68%.

3. Risiko penyakit jantung semakin besar

Asupan makanan cepat saji yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan kolesterol jahat, peradangan dalam tubuh, dan kerusakan sel. Semua faktor tersebut berperan dalam munculnya penyakit jantung.

Selain itu, kandungan natrium yang tinggi dalam makanan cepat saji dapat meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Penelitian juga menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji dalam jumlah tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik sebesar 85% hingga 150%, yaitu kumpulan kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengganggu Kesehatan Anda

4. Kualitas pola makan memburuk dan berisiko kekurangan gizi

Makanan dari restoran cepat saji umumnya mengandung lebih banyak kalori, lemak, natrium, dan gula tambahan, tetapi lebih sedikit vitamin dan mineral dibandingkan makanan rumahan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hampir semua menu restoran cepat saji melebihi batas kalori dan natrium yang dianjurkan. Sekitar setengahnya juga mengandung lemak jenuh berlebih.

Jika dikonsumsi setiap hari, tubuh Anda bisa kekurangan nutrisi penting seperti serat dan protein, meskipun asupan kalori sudah berlebihan.

5. Kesehatan fisik dan mental dapat menurun

Pola makan yang didominasi makanan cepat saji dapat memicu peradangan jangka panjang dan stres oksidatif. Kondisi ini berkaitan dengan berbagai penyakit seperti gangguan metabolisme, penyakit jantung, hingga kanker.

Analisis penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi junk food dalam jumlah tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko depresi dan stres psikologis hingga 16%.

Selain itu, pola makan tinggi lemak dan gula dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, energi menurun, gangguan pencernaan, serta kualitas tidur yang buruk, yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.

6. Proses penuaan bisa lebih cepat dan usia berpotensi lebih pendek

Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji dikaitkan dengan peningkatan risiko rawat inap akibat penyakit jantung dan risiko kematian karena penyakit jantung yang lebih tinggi.

Kandungan lemak dan gula yang tinggi dapat memicu peradangan kronis yang merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko gangguan jantung.

Selain itu, kelebihan kalori yang terus-menerus dapat menyebabkan obesitas, yang berhubungan dengan berbagai penyakit kronis dan kanker, sehingga berpotensi mengurangi harapan hidup Anda.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Teh Terbaik untuk Meredakan Anxiety dan Stres

Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Upgrade iQOO 15: Layar 6000 Nits, Baterai 7000 mAh & Bawa Chip Monster

Perubahan desain iQOO 15 & chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 menjanjikan, tapi bloatware masih jadi masalah. Pelajari dampaknya pada pengalaman harian

Promo Anniversary ke-13 Marugame Udon, Nikmati Diskon Spesial Serba Rp 13 Ribu

Rayakan ulang tahun ke-13 Marugame Udon dengan promo fantastis. Ada aneka Tempura hingga Kake Udon cuma Rp 13 ribu, cek caranya di sini!

Ide Kencan Valentine Pasangan LDR Paling Romantis, Jarak Jauh Tetap Bisa Spesial

Jarak jauh bukan alasan Valentine hambar. Temukan inspirasi kencan LDR paling romantis di artikel ini.

Promo Hypermart Weekday Periode 10-12 Februari 2026, Kurma Medjool Diskon Rp 64.000

Cek dan manfaatkan katalog promo Hypermart Hyper Diskon Weekday periode 10-12 Februari 2026 untuk belanja hemat di hari kerja.

IHSG Menguat 0,5% Meski Dapat Pengumuman Penundaan Evaluasi dari FTSE (10/2)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,5% ke level 8.071,99 pada pukul 9:10 WIB, selasa, 10 Februari 2026

7 Film Romantis Realistis Penuh Pahit dan Manis Percintaan, Ada Kisah Anda?

Hubungan asmara tak selalu manis. 7 film romantis ini gambarkan pahitnya cinta yang sering terjadi. Siapkah Anda melihat cerminan kisah Anda?

IHSG Berpeluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Selasa (10/2)

IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (10/2/2026).​ Berikut rekomendasi saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas ​

6 Kisah Anime Romantis Bikin Baper, Wibu Wajib Tonton Bareng Pasangan

Pasangan wibu merapat! 6 anime romantis ini cocok ditonton berdua. Temukan film favorit yang akan mempererat hubungan.

Bantu Ibu Siapkan Dana Pendidian Anak, Allianz Syariah Rilis AlliSya Cerdas

Produk ini memberikan perlindungan jiwa dan manfaat tunai terjadwal yang dapat diselaraskan dengan fase kebutuhan pendidikan anak.​

7 Film Romantis Ini Berakhir Tragis, Siapkan Tisu Sebelum Nonton

Film romantis ini punya akhir paling tragis yang akan menguras emosi. Siapkan mental untuk kisah cinta yang menyayat hati.