M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Apa Itu Permissive Parenting? Bikin Anak Manja, Ini 7 Efek Permissive Parenting

Apa Itu Permissive Parenting? Bikin Anak Manja, Ini 7 Efek Permissive Parenting
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Permissive parenting merupakan gaya pengasuhan yang dicirikan oleh tuntutan rendah dengan daya tanggap yang tinggi.

Orang tua yang menerapkan permissive parenting cenderung sangat penyayang namun memberikan sedikit aturan dan pedoman untuk anak-anak mereka.

Permissive parent sering kali tidak mengharapkan perilaku dewasa dari anak-anaknya dan gemar bersikap layaknya teman daripada menonjolkan figur orang tua.

Baca Juga: Ini Tips Parenting Lintas Generasi ala Afifah Hetty Koes Endang

Terkadang, permissive parenting dikenal sebagai pola asuh yang memanjakan. Pasalnya, orang tua dengan gaya pengasuhan ini membuat tuntutan yang relatif sedikit pada anak-anak mereka, memiliki harapan yang rendah untuk pengendalian diri dan kedewasaan anak, serta jarang menerapkan disiplin.

Karakteristik Permissive Parent

Sebagai bahan evaluasi, berikut beberapa karakteristik permissive parent yang perlu Anda tahu:

  • Orang tua sangat memelihara dan mencintai anak sehingga cenderung memanjakan
  • Orang tua kerap menanyakan pendapat anak tentang keputusan besar
  • Orang tua cenderung memberikan kebebasan kepada anak daripada tanggung jawab
  • Orang tua memiliki sedikit aturan atau standar perilaku
  • Orang tua tidak menegakkan aturan secara konsisten
  • Orang tua kerap menyuap anak dengan mainan, hadiah, atau makanan supaya anak mau berperilaku baik
  • Orang tua sering bersikap seperti teman alih-alih orang tua
  • Orang tua menetapkan sedikit jadwal atau struktur untuk anak
  • Orang tua jarang memaksakan segala jenis konsekuensi

Efek Permissive Parenting Bagi Anak

Para peneliti telah menemukan bahwa pendekatan pengasuhan yang terlalu santai dari permissive parent dapat menyebabkan sejumlah hasil negatif pada anak.

Anak-anak yang dibesarkan dengan gaya pengasuhan permissive parenting cenderung kurang disiplin, memiliki keterampilan sosial yang buruk, suka menuntut, dan mungkin merasa tidak aman karena kurangnya batasan serta bimbingan.

Lebih lanjut, berikut MomsMoney paparkan efek permissive parenting bagi anak yang dirangkum dari Parenting For Brain dan Verywell Mind:

1. Memiliki prestasi akademik yang lebih rendah

Orang tua yang menerapkan permissive parenting umumnya tidak memantau kebiasaan belajar anak-anaknya. Sehingga, anak memiliki disiplin diri yang kurang.

Orang tua dengan gaya pengasuhan ini juga tidak menuntut anak-anak mereka untuk berprestasi atau menetapkan tujuan untuk diperjuangkan oleh anak.

Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang diasuh oleh permissive parent cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih rendah.

2. Lebih impulsif dan agresif

Permissive parent tidak mengontrol atau mengatur perilaku anak-anaknya. Akibatnya, anak menjadi kurang menyadari batas-batas perilaku yang dapat diterima.

Anak yang diasuh dengan gaya pengasuhan permissive juga menunjukkan kontrol impuls yang lebih buruk dan memiliki lebih banyak masalah perilaku.

Ketika menghadapi situasi stres, anak cenderung menggunakan agresi daripada coping mechanism yang tepat.

3. Kurang mampu mengatur diri sendiri

Regulasi emosi bukanlah sesuatu yang tercipta sejak lahir melainkan keterampilan yang harus dipelajari.

Dikarenakan anak-anak dari permissive parent terbiasa dibiarkan mengatur aktivitas, perilaku, dan emosinya sendiri di usia muda, mereka pun cenderung lebih sulit untuk mengatur diri sendiri pada akhirnya.

4. Memiliki keterampilan sosial yang buruk

Studi telah menemukan bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh permissive parent cenderung memiliki lebih sedikit empati yang mengarah pada keterampilan sosial yang buruk.

Umumnya, anak-anak tersebut menampilkan lebih banyak perilaku anti-sosial.

Baca Juga: Kapan Anak Siap Lepas Popok? Ini Tips Toilet Training ala Nikita Willy

5. Tidak dapat membuat keputusan dengan baik

Orang tua dengan permissive parenting tidak menetapkan atau menegakkan segala jenis aturan maupun pedoman dalam mengasuh anak.

Adapun hal tersebut dapat menyebabkan anak kesulitan untuk mempelajari keterampilan pemecahan masalah dan pengampilan keputusan yang baik.

6. Tidak mampu mengatur waktu

Karena kurangnya struktur dan aturan di rumah, anak-anak dari permissive parent cenderung tidak pernah belajar perihal batasan. Ini bisa menyebabkan mereka terlalu banyak menonton televisi, terlalu banyak bermain game, atau terlalu banyak makan.

Jika terus berlanjut, anak akan terbiasa dengan kebiasaan tidak sehat yang berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan salah satunya obesitas.

7. Lebih rentan terhadap penyalahgunaan zat dan konsumsi alkohol

Studi menemukan bahwa anak-anak yang diasuh dengan permissive parenting memiliki keterkaitan yang erat dengan kenakalan, penyalahgunaan zat, dan konsumsi alkohol.

Ini karena gaya pengasuhan permissive cenderung membuat anak mengembangkan kontrol impuls yang lebih buruk.

Demikian informasi seputar gaya pengasuhan permissive parenting yang sebaiknya dihindari karena cenderung merugikan anak daripada menguntungkan.

Jika beberapa karakteristik di atas ada pada diri Anda, cobalah untuk mulai menetapkan aturan dan standar perilaku yang cukup, bersikap tegas dan konsisten dalam menegakkan aturan, serta memberikan anak sejumlah tanggung jawab yang masuk akal dan bisa membantu mereka menjadi lebih mandiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jenis-Jenis Stres Menurut Psikologi, Ini Bedanya Stres Akut dan Stres Kronis!

Berdasarkan studi penelitian tentang jenis-jenis stres dalam psikologi, stres dibagi menjadi 3 jenis utama. Ini 3 jenis stres beserta gejalanya.

Cara Kumpulin Dana Darurat Rp10 Juta dalam 6 Bulan dengan Gaji Rp6 Juta

Target dana darurat Rp10 juta dalam 6 bulan? Simak hitungan setoran, cara mengatur gaji Rp6 juta, dan strategi agar tetap konsisten.​  

4 Manfaat Kimpul untuk Kecantikan Kulit, Atasi Jerawat hingga Penuaan Dini

Kimpul menyimpan nutrisi melimpah yang sangat berguna untuk merawat kecantikan kulit dari dalam. Ini 4 manfaat kimpul untuk kecantikan kulit.  

Orang Tua Pensiun? Ini Cara Menata Keuangan Keluarga biar Tetap Kokoh

Orang tua memasuki masa pensiun? Begini cara menata keuangan keluarga agar kebutuhan tetap aman tanpa membebani anak.

Scandi Farmhouse Jadi Tren Interior 2026? Ini Cara Menerapkannya di Rumah

Scandi farmhouse memadukan minimalis dan nuansa hangat untuk membuat rumah terasa rapi, terang, nyaman, dan natural.

Headboard Fleksibel, Trik Mudah Bikin Kamar Terlihat Mewah Tanpa Renovasi

Headboard fleksibel bisa bikin kamar terasa mewah dan personal tanpa renovasi besar. Simak cara memilihnya agar tetap nyaman.

Ketika Balas Budi Anak Tak Lagi Menjadi Rencana Pensiun Orangtua

Survei MAMI menunjukkan 93% responden Indonesia meyakini kemandirian merupakan warisan paling bermakna yang dapat ditinggalkan bagi keluarga.

Hujan Deras Masih Terjadi di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini Cuaca Besok (12/8)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Rabu 12 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat hanya di provinsi berikut ini.

Prakiraan Cuaca Sumsel Rabu (12/8), Antisipasi Udara Kabur di Wilayah Ini

Cek prakiraan cuaca Sumatera Selatan besok Rabu (12/8). Sejumlah wilayah diprediksi berawan hingga udara kabur.

Dua Hari Diperdagangkan di BEI, ETF Emas XMES Naik 24%

Baru melantai di BEI, produk ETF emas XMES menarik perhatian dengan kenaikan harga kumulatif 24% dalam dua hari perdagangan.