MOMSMONEY.ID - Membesarkan anak Gen Alpha menghadirkan tantangan unik yang belum pernah dihadapi generasi orang tua sebelumnya.
Sebagai generasi yang sepenuhnya lahir di abad ke-21, Gen Alpha tumbuh di dunia di mana kecerdasan buatan, media sosial, dan konektivitas instan adalah bagian dari diri mereka.
Gen Alpha sering disebut sebagai "Upagers" karena mereka cenderung tumbuh lebih cepat secara kognitif akibat paparan informasi yang masif. Oleh karena itu, para orang tua perlu menerapkan metode parenting yang relate dengan karakteristik Gen Alpha.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Tentang Gen Z, Generasi Blak-Blakan yang Peduli Kesehatan Mental
Melansir McCrindle Research, Psychology Today, dan Child Mind Institute, berikut adalah 4 tips parenting anak Gen Alpha untuk membantu mereka tumbuh seimbang di era digital.
1. Jadilah pelatih digital, bukan sekadar pengawas
Anak Gen Alpha adalah penganut gaya hidup digital sejati. Mengutip McCrindle Research, generasi ini akan memiliki integrasi teknologi yang lebih dalam dibandingkan generasi manapun.
Alih-alih hanya memberikan batasan screen time, orang tua disarankan untuk menjadi digital mentor. Artinya, Anda perlu terlibat dalam aktivitas digital anak, mengajarkan cara membedakan informasi asli dan hoaks, serta mendiskusikan etika berinternet.
Fokuslah pada kualitas konten yang anak Anda konsumsi daripada sekadar durasi penggunaannya.
2. Prioritaskan literasi emosional dan resiliensi
Gen Alpha sangat terpapar dunia maya yang serba instan dan sering kali menampilkan kehidupan yang sempurna. Akibatnya, mereka rentan terhadap tekanan mental.
Menurut ulasan dari Child Mind Institute, sangat penting bagi orang tua untuk membangun kecerdasan emosional anak sejak dini. Ajarkan mereka cara mengenali emosi, menerima kegagalan, dan memahami bahwa proses lebih penting daripada hasil instan.
Dengan membangun resiliensi atau ketangguhan, itu akan membantu anak tetap stabil di tengah perubahan dunia yang sangat cepat dan kompetitif.
Baca Juga: 5 Pantangan saat Menghadapi Anak Tantrum, Ini Solusi agar Si Kecil Kembali Tenang
3. Ciptakan ruang untuk interaksi sosial dunia nyata
Meskipun sangat mahir berkomunikasi lewat layar, kemampuan sosial face-to-face Gen Alpha perlu diasah dengan baik. Psychology Today menekankan bahwa interaksi fisik sangat krusial untuk mengembangkan empati dan kemampuan membaca bahasa tubuh.
Orang tua harus menjadwalkan waktu rutin tanpa gadget, seperti makan malam bersama atau aktivitas luar ruangan, untuk memastikan anak tetap memiliki koneksi manusiawi yang kuat.
Keterampilan sosial tradisional ini akan menjadi nilai tambah yang langka dan berharga saat mereka dewasa nanti.
4. Dukung kemandirian dan pemecahan masalah kreatif
Gen Alpha dikenal sebagai generasi yang sangat visual dan menyukai pembelajaran berbasis video serta interaktif. Mengutip riset dari pakar sosial di The New York Times, generasi ini lebih suka mencari solusi sendiri melalui tutorial digital.
Orang tua dapat mendukung hal ini dengan memberikan tantangan yang memicu kreativitas dan pemecahan masalah.
Berikan anak kebebasan untuk bereksperimen dengan hobi baru dan jangan buru-buru membantu saat mereka menemui kesulitan kecil. Biarkan anak menemukan cara kreatif untuk menyelesaikannya.
Dengan kombinasi antara bimbingan teknologi yang tepat dan kehangatan emosional, orang tua dapat membantu anak Gen Alpha menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga bijaksana dan penuh empati.
Selanjutnya: Transisi Hijau Jadi Kunci Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News