MOMSMONEY.ID - Membentuk anak cerdas finansial kini jadi keharusan. Panduan money parenting ini ajarkan konsep uang sejak dini. Ketahui cara praktisnya di sini!
Di tengah biaya hidup yang terus meningkat dan gaya hidup serba digital, kemampuan mengelola uang menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki sejak usia dini.
Banyak orang tua kini mulai sadar bahwa pendidikan finansial tidak cukup diajarkan saat anak sudah dewasa. Money parenting hadir sebagai pendekatan yang relevan untuk membangun kebiasaan finansial sehat dalam keluarga.
Melansir dari DBSdigibank, literasi keuangan yang ditanamkan sejak kecil berpengaruh besar terhadap cara anak mengambil keputusan keuangan di masa depan.
Pendekatan yang tepat, orang tua bisa mengajarkan nilai uang tanpa harus membuat anak merasa tertekan atau takut salah.
“Anak yang terbiasa diajak memahami uang sejak kecil akan lebih siap menghadapi tantangan finansial ketika dewasa,” ujar seorang perencana keuangan bersertifikat CFP di DBSdigibank.
Baca Juga: 5 Pilihan Sofa yang disarankan Dihindari untuk Ruang Tamu Rumah Modern
Apa itu money parenting dan kenapa penting diterapkan sekarang?
Money parenting adalah pola pengasuhan yang mengajarkan anak memahami konsep keuangan secara bertahap dan sesuai usia.
Bukan hanya soal memberi uang saku, tetapi juga membangun pemahaman tentang cara mendapatkan uang, menggunakannya dengan bijak, serta menyusun prioritas pengeluaran.
Di era konsumsi instan dan kemudahan transaksi digital, anak-anak berisiko tumbuh tanpa kesadaran nilai uang. Money parenting membantu anak memahami bahwa setiap rupiah memiliki arti dan konsekuensi.
Bekal ini penting agar anak tidak mudah terjebak kebiasaan boros dan mampu mengambil keputusan finansial yang lebih sehat di masa depan.
Jenis pendekatan money parenting yang bisa diterapkan orang tua
Setiap anak memiliki karakter yang berbeda, begitu pula kondisi tiap keluarga. Karena itu, pendekatan money parenting tidak harus seragam dan bisa disesuaikan.
Pendekatan freestyler memberi anak kebebasan belajar mengelola uangnya sendiri. Orang tua berperan sebagai pengamat dan pendamping agar anak belajar dari pengalaman nyata.
Pendekatan facilitator membuat orang tua lebih aktif mengajak anak berdiskusi, misalnya saat berbelanja, membandingkan harga, atau merencanakan penggunaan uang.
Pendekatan nurturer menempatkan orang tua sebagai pembimbing utama. Anak diberi arahan lebih detail agar memahami konsep keuangan secara bertahap dan terstruktur.
Pendekatan go getter menekankan keteladanan. Orang tua lebih dulu menerapkan kebiasaan finansial sehat sebelum mengajarkannya pada anak.
Pendekatan balancer mengombinasikan arahan dan pengalaman langsung, memberi ruang bagi anak untuk belajar mandiri tanpa kehilangan nilai keuangan keluarga.
Baca Juga: Inspirasi Warna Cat Rumah Elegan yang Tenang dan Tahan Tren
Cara menerapkan money parenting menurut sudut pandang ahli keuangan
Para perencana keuangan bersertifikat sepakat bahwa edukasi finansial anak sebaiknya dimulai dari hal paling sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mulai sejak dini dengan mengenalkan perbedaan kebutuhan dan keinginan melalui contoh nyata, seperti memilih barang atau mainan.
Orang tua menjadi teladan karena anak cenderung meniru kebiasaan yang mereka lihat. Cara orang tua mengatur uang akan menjadi contoh langsung bagi anak.
Berikan kepercayaan mengelola uang saku agar anak belajar membuat keputusan dan memahami konsekuensi dari pilihannya.
Ajarkan menunda keinginan untuk melatih kesabaran dan disiplin. Anak belajar bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi saat itu juga.
Kenalkan konsep menabung dan investasi secara sederhana agar anak paham bahwa uang bisa disimpan dan dikembangkan untuk tujuan jangka panjang.
Manfaatkan aktivitas harian dan alat bantu seperti permainan, cerita, atau simulasi sederhana supaya proses belajar terasa menyenangkan dan tidak membosankan.
Dampak jangka panjang money parenting bagi masa depan anak
Anak yang tumbuh dengan pemahaman finansial sejak dini cenderung lebih bijak dalam mengatur pengeluaran dan tidak mudah tergoda gaya hidup konsumtif.
Baca Juga: 7 Kesalahan Desain yang Bisa Membuat Dapur Kecil Terasa Makin Sempit
Mereka juga lebih siap menghadapi tantangan ekonomi, mulai dari mengatur pendapatan hingga merencanakan tujuan hidup.
Money parenting bukan hanya soal angka dan tabungan, tetapi juga tentang membangun karakter. Nilai tanggung jawab, disiplin, dan perencanaan yang ditanamkan sejak kecil akan menjadi bekal berharga hingga anak dewasa.
Pendekatan yang konsisten dan penuh empati, orang tua turut berperan menciptakan generasi yang lebih cerdas dan mandiri secara finansial.
Selanjutnya: Awas, Ini Dia Berbagai Trik Para Pelaku Kejahatan Keuangan Mengincar Nasabah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News