MOMSMONEY.ID - Sebernarnya, apa gejala gula darah tinggi pada wanita? Yuk, intip pembahasan lengkapnya di sini!
Tubuh sering memberikan sinyal ketika ada perubahan yang terjadi di dalamnya. Namun, tidak semua tanda langsung terlihat jelas atau terasa mengganggu sejak awal. Salah satu kondisi yang cukup sering berkembang secara perlahan adalah kadar gula darah tinggi.
Pada wanita, gejala gula darah tinggi dapat muncul dalam bentuk yang beragam dan terkadang menyerupai keluhan sehari-hari seperti mudah lelah atau sering merasa haus. Karena itu, mengenali tanda-tandanya menjadi langkah penting agar kondisi dapat diperiksa lebih lanjut jika diperlukan.
Perlu dipahami bahwa gejala berikut tidak selalu berarti seseorang mengalami gula darah tinggi. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Baca Juga: 6 Minuman Sehat dan Alami untuk Menurunkan Gula Darah Tinggi
Apa Gejala Gula Darah Tinggi pada Wanita?
Lantas, apa gejala gula darah tinggi pada wanita? Melansir dari laman Health, berikut ini beberapa gejalanya:
1. Sering merasa sangat haus
Jika Anda tetap merasa haus meski sudah minum cukup air, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda gula darah tinggi atau polidipsia. Saat kadar gula dalam darah meningkat, tubuh berusaha membuang kelebihan gula melalui urin.
Proses ini membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan sehingga muncul rasa haus yang terus-menerus. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat memicu dehidrasi dan membuat kadar gula darah semakin meningkat.
2. Lebih sering buang air kecil
Keinginan buang air kecil yang meningkat juga sering berkaitan dengan gula darah tinggi. Ketika tubuh mengeluarkan kelebihan gula melalui urin dan Anda minum lebih sering karena merasa haus, frekuensi buang air kecil pun ikut bertambah. Kondisi ini dikenal sebagai poliuria.
3. Mudah merasa lapar meski sudah makan
Rasa lapar yang muncul terus walaupun sudah makan disebut polifagia. Hal ini dapat terjadi karena tubuh tidak mampu menggunakan gula dalam darah secara optimal sebagai sumber energi. Akibatnya, tubuh merasa kekurangan energi dan memicu rasa lapar lebih sering.
4. Tubuh terasa cepat lelah
Kelelahan berlebihan juga dapat menjadi salah satu tanda gula darah tinggi. Normalnya, insulin membantu membawa glukosa ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Namun ketika proses ini terganggu, glukosa tetap berada di aliran darah dan tubuh tidak memperoleh energi secara maksimal. Akibatnya, tubuh terasa lemas, cepat lelah, atau mudah mengantuk.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Minuman Alami yang Efektif Menurunkan Gula Darah Tinggi
5. Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas
Penurunan berat badan tanpa perubahan pola makan atau aktivitas dapat terjadi ketika tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi.
Sebagai gantinya, tubuh mulai menggunakan cadangan lemak dan otot untuk memenuhi kebutuhan energi sehingga berat badan ikut menurun.
6. Penglihatan menjadi kabur
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi kondisi mata. Peningkatan cairan di area mata dapat mengubah bentuk lensa sementara waktu sehingga penglihatan terasa kabur. Jika berlangsung dalam jangka panjang dan tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah kecil di mata.
7. Tangan dan kaki sering kesemutan atau mati rasa
Kesemutan atau rasa baal pada tangan dan kaki dapat terjadi akibat gangguan aliran darah dan kerusakan saraf yang dipicu kadar gula darah tinggi dalam waktu lama.
Kondisi ini sering dikaitkan dengan neuropati diabetik yang umumnya memengaruhi area tangan, kaki, dan lengan.
8. Lebih mudah mengalami infeksi
Gula darah tinggi dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah mengalami infeksi, termasuk infeksi jamur, infeksi saluran kemih, atau gangguan pada saluran pernapasan.
Baca Juga: 10 Daftar Makanan yang Bisa Stabilkan Kadar Gula Darah Sepanjang Hari
9. Muncul masalah pada kulit
Perubahan kadar gula darah juga dapat terlihat pada kondisi kulit. Beberapa keluhan yang sering muncul antara lain kulit terasa kering, gatal, lebih mudah mengalami infeksi, dan luka yang memerlukan waktu lebih lama untuk pulih.
10. Mengalami gangguan fungsi seksual
Pada wanita, kadar gula darah tinggi dalam waktu lama dapat memengaruhi saraf yang berperan dalam respons seksual.
Kondisi ini dapat memicu penurunan gairah atau membuat kenyamanan saat berhubungan menjadi berkurang.
11. Kesuburan dapat ikut terpengaruh
Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Pada beberapa kondisi, kadar gula yang tinggi dapat memengaruhi kualitas sel telur dan menurunkan peluang kehamilan. Saat terjadi pada awal kehamilan, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko gangguan kehamilan.
Baca Juga: 8 Alternatif Gula yang Alami untuk Mengontrol Kadar Gula Darah
12. Suasana hati lebih mudah berubah
Perubahan kadar gula darah juga dapat memengaruhi kondisi emosional. Sebagian orang melaporkan menjadi lebih mudah marah, cemas, atau mengalami perubahan suasana hati saat kadar gula darah tidak stabil. Meski hubungan ini masih terus dipelajari, keluhan tersebut cukup sering dilaporkan.
Demikian ulasan tentang gejala gula darah tinggi pada wanita. Mengenali perubahan tubuh sejak awal dapat membantu Anda mengambil langkah yang tepat, termasuk melakukan pemeriksaan jika gejala muncul terus atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News