M O M S M O N E Y I D
Santai

Anak Mulai Kuliah? Begini Cara Menata Kamar Tanpa Membuat Rumah Terasa Sepi

Anak Mulai Kuliah? Begini Cara Menata Kamar Tanpa Membuat Rumah Terasa Sepi
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Anak mulai kuliah dan kamar di rumah mulai kosong? Ini cara menata barang mereka tanpa membuang kenangan yang masih berarti.

Ada momen ketika rumah terasa berbeda setelah anak berangkat kuliah. Meja belajar yang biasanya berantakan mulai bersih, pakaian tidak lagi berserakan, dan suara aktivitas dari kamar perlahan berkurang. 

Di sisi lain, barang barang mereka masih ada hampir di setiap sudut, mulai dari pakaian, perlengkapan pribadi, sampai benda kecil yang menyimpan cerita masa sekolah. 

Kondisi seperti ini sebenarnya tidak perlu diselesaikan dengan membuang banyak barang sekaligus karena masa kuliah masih memungkinkan anak sering kembali ke rumah. 

Melansir dari Southern Living, pakar penataan rumah Martha-Carol Stewart justru menyarankan orang tua untuk membereskan barang secara perlahan agar rumah lebih tertata tanpa membuat anak merasa kehilangan tempat untuk pulang.

Baca Juga: Rumah Pantai Ini Tampil dengan Warna Cerah, Bukan Sekadar Biru dan Putih

Jangan langsung ubah fungsi kamar

Keinginan mengubah kamar anak menjadi ruang kerja, kamar tamu, atau tempat olahraga memang cukup wajar ketika mereka mulai kuliah. Namun, keputusan tersebut sebaiknya tidak dilakukan secara terburu buru.

Pada masa awal perkuliahan, anak masih mungkin pulang saat liburan semester atau memiliki barang yang perlu disimpan di rumah. Kamar yang tetap menyisakan ruang pribadi juga membuat mereka merasa bahwa rumah masih menjadi tempat untuk kembali.

Tidak berarti kamar harus dibiarkan berantakan. Bersihkan bagian yang sudah jelas tidak terpakai, tetapi pertahankan beberapa barang penting yang menunjukkan bahwa ruangan tersebut masih menjadi bagian dari kehidupan anak.

Mulai dari barang yang tidak memiliki nilai emosional

Merapikan kamar anak akan jauh lebih mudah jika orang tua tidak langsung menyentuh barang yang penuh kenangan. Sampah, benda rusak, produk perawatan diri yang sudah tidak layak, serta barang yang memang sudah tidak digunakan dapat menjadi sasaran pertama.

Setelah itu, baru masuk ke pakaian, perlengkapan sekolah, dan barang lain yang membutuhkan keputusan bersama.

Jika masih ragu terhadap sebuah benda, jangan langsung membuangnya. Letakkan terlebih dahulu di satu tempat dan bicarakan dengan anak ketika mereka pulang.

Cara sederhana menata barang anak

Supaya rumah lebih rapi tanpa membuat prosesnya terasa berat, penataan bisa dilakukan sedikit demi sedikit.

  • Kosongkan sampah dan benda yang sudah rusak.
  • Pisahkan barang berdasarkan kategori seperti pakaian, perlengkapan pribadi, dokumen, dan kenangan.
  • Sediakan satu kotak khusus untuk benda yang mempunyai nilai sentimental.
  • Sisakan bagian lemari untuk pakaian yang masih akan digunakan ketika anak pulang.
  • Pindahkan barang yang jarang digunakan ke tempat penyimpanan yang aman.
  • Tanyakan kepada anak sebelum mengambil keputusan terhadap barang pribadinya.

Metode ini juga membuat orang tua tidak cepat lelah karena seluruh rumah tidak harus dibereskan dalam satu hari.

Simpan kenangan tanpa memenuhi kamar

Foto lama, medali, seragam, piala, atau benda dari masa sekolah tidak semuanya harus dipajang. Kotak kenangan bisa menjadi jalan tengah bagi keluarga yang ingin rumah terlihat lebih lega tetapi tetap menyimpan cerita masa lalu.

Satu kotak untuk setiap anak juga memudahkan pencarian ketika mereka suatu hari ingin membuka kembali barang tersebut. Tempat penyimpanan di bawah tempat tidur, bagian atas lemari, atau koper lama yang masih layak digunakan bisa menjadi pilihan.

Yang penting, barang disimpan di lokasi yang kering, mudah dikenali, dan tidak mengganggu aktivitas sehari hari.

Baca Juga: 3 Tren Pilihan Cat di Tahun 2027 yang Bikin Hunian Makin Menguat Lagi

Jangan lupakan lemari dan kamar mandi

Barang anak yang tertinggal tidak hanya berada di kamar tidur. Kamar mandi biasanya juga menyimpan perlengkapan pribadi yang sudah jarang disentuh.

Kumpulkan barang yang masih diperlukan ke dalam satu wadah agar lebih mudah ditemukan ketika anak pulang. Untuk pakaian, pisahkan antara yang masih digunakan, pakaian musiman, dan barang yang sudah tidak dibutuhkan.

Pakaian formal yang masih bagus juga sebaiknya tidak langsung disingkirkan. Jika anak sudah tidak menginginkannya, keluarga dapat mempertimbangkan untuk menyumbangkannya agar tetap bermanfaat.

Rumah rapi, kenangan tetap ada

Merapikan rumah setelah anak kuliah bukan perlombaan untuk mengosongkan kamar secepat mungkin. Justru, masa ini bisa menjadi kesempatan bagi keluarga untuk memilah mana barang yang memang sudah tidak dibutuhkan dan mana yang layak disimpan sebagai bagian dari perjalanan hidup anak.

Jadi, tidak perlu merasa bersalah jika kamar anak belum langsung diubah setelah mereka berangkat kuliah. Rumah boleh menjadi lebih rapi, tetapi tetap sisakan sedikit ruang untuk cerita lama karena bagi seorang anak, mengetahui bahwa masih ada tempat untuk pulang sering kali jauh lebih berarti daripada kamar yang terlihat sempurna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Superindo Weekday 21-24 September, Bawang Bombay-Sayap Ayam Diskon hingga 45%

Cek promo Superindo Weekday hari ini periode 21-24 September 2026 untuk belanja hemat di Superindo terdekat awal pekan ini.

9 Manfaat Tauge yang Tinggi Serat untuk Kesehatan Tubuh

Jarang disadari banyak orang, inilah manfaat makan kecambah atau tauge untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dukung Longer Stay di Nusa Penida, Prism Perkuat Jaringan Akomodasi

Prism memperluas dan memperkuat jaringan hospitality-nya di Nusa Penida, Bali. Kini mengelola 11 properti.

Rekrutmen Lebih Cepat & Terintegrasi, Jobstreet by Seek Rilis Dua Fitur Berbasis AI

Jobstreet by Seek resmi meluncurkan dua inovasi teknologi terbaru, yaitu Personalised Targeting dan Assist.

Ternyata Ini Manfaat Durian untuk Kesehatan Meski Baunya Menyengat

Meski banyak yang tak suka dengan baunya yang menyengat ternyata ini manfaat buah durian untuk kesehatan yang tak banyak orang tahu.

20 Ucapan Hari Alzheimer Sedunia 2026, Beri Dukungan untuk Penderita

Hari Alzheimer Sedunia diperingati setiap 21 September. Ada berbagai ucapan Hari Alzheimer Sedunia 2026 yang dapat Anda gunakan.

20+ Ucapan Hari Perdamaian Internasional 2026, Ajak Kirim Pesan Perdamaian Dunia

Anda dapat menggunakan beberapa ucapan Hari Perdamaian Internasional 2026 berikut ini untuk dibagikan di media sosial.

Promo Bakmi GM Spesial BCA 21-24 September, Paket Bertiga Hemat Diskon hingga 40%

Nikmati promo Bakmi GM khusus pengguna myBCA dengan diskon hingga 40% untuk paket makan bertiga hanya Rp 90 ribuan.

Provinsi Ini Masih Alami Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/9)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Senin 21 September 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Langkah Memanfaatkan Pasar Global Lewat UMKM Bisa Ekspor

Ini adalah program yang dikembangkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemdag) yang memanfaatkan kerjasama perdagangan yang sudah diteken.