MOMSMONEY.ID - Rumah pantai biasanya identik dengan warna biru, putih, serta dekorasi bertema laut. Apakah warna rumahmu seperti itu juga?
Namun, sebuah pondok di Maine, Amerika Serikat, justru menawarkan cara berbeda dengan menghadirkan warna cerah dan dekorasi yang lebih personal.
Rumah milik Christina Old dan Christian ini awalnya membutuhkan renovasi besar karena tata ruangnya kurang nyaman dan dapurnya tidak fungsional.
Melansir dari Better Homes & Gardens, perubahan rumah tersebut dilakukan bersama desainer interior Betsy Wentz dengan mengutamakan keseimbangan antara estetika dan kebutuhan sehari-hari.
“Christina memiliki selera yang luar biasa dan menyukai warna, tetapi juga memiliki pengendalian diri,” ujar Betsy Wentz.
Baca Juga: Grounded Jadi Warna Tahun 2027 Behr, Hijau Zaitun untuk Rumah Nuansa Alam
Warna cerah menjadi identitas rumah
Christina tidak ingin rumah pantainya tampil seperti hunian pesisir pada umumnya. Warna biru tua dan dekorasi bahari yang terlalu dominan justru dihindari.
Sebagai gantinya, warna kuning, putih, wallpaper bermotif, tekstil cerah, serta karya seni digunakan untuk menciptakan karakter. Warna kuat hanya ditempatkan pada bagian tertentu sehingga ruangan tetap terasa seimbang.
Konsep ini juga cukup relevan bagi pemilik rumah di Indonesia. Warna cerah tidak harus diterapkan ke seluruh ruangan. Satu dinding, backsplash dapur, atau furnitur tertentu sudah bisa menjadi titik perhatian.
Dapur menjadi pusat perhatian
Dapur menjadi salah satu bagian paling mencolok setelah renovasi. Ubin kuning cerah dipasang hingga ke bagian atas dinding, kemudian dipadukan dengan lemari dan meja dapur berwarna putih.
Perpaduan tersebut membuat warna kuning terlihat menonjol tanpa membuat dapur terasa berlebihan. Lantai batu tulis juga dipilih dengan pertimbangan praktis karena rumah sering terkena pasir dari pantai dan digunakan bersama hewan peliharaan.
Setiap ruangan punya elemen kejutan
Christina dan Wentz menggunakan pendekatan dengan memilih satu atau dua benda utama sebagai fokus setiap ruangan.
Di ruang makan, lampu gantung dan wallpaper bermotif awan menjadi daya tarik. Sementara kamar tidur utama mendapatkan sentuhan wallpaper yang menciptakan kejutan ketika penghuni melihat ke atas.
Cara tersebut menunjukkan bahwa dekorasi tidak harus memenuhi seluruh ruangan. Justru, satu elemen kuat dapat membuat interior terlihat lebih terarah.
Desain rumah mengikuti kebutuhan keluarga
Rumah ini juga dirancang agar tetap nyaman digunakan bersama anjing peliharaan. Salah satu contohnya terlihat di kamar mandi tamu yang memiliki bak cuci anjing dari batu sabun sekaligus berfungsi sebagai wastafel.
Material yang mudah dibersihkan turut menjadi pertimbangan. Pada sejumlah ruangan, kain rumput vinil digunakan untuk memberikan tekstur sekaligus memudahkan proses perawatan.
Prinsip ini penting ketika memilih material rumah. Tampilan memang menjadi pertimbangan, tetapi daya tahan dan kemudahan perawatan sebaiknya tidak diabaikan.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih, Ini 5 Titik di Rumah yang Wajib Diuji Sebelum Memilih Rumah Kucing
Rumah mungil mampu menampung delapan orang
Pondok tersebut memiliki luas sekitar 1.600 kaki persegi atau sekitar 149 meter persegi. Meski tidak terlalu luas, rumah ini memiliki tiga kamar tidur dan dapat menampung hingga delapan orang.
Loteng menjadi ruang bagi putra pasangan tersebut yang berusia 17 tahun. Dinding panel putih membuat area tersebut terasa nyaman, sedangkan tekstil bermotif cerah memberikan sentuhan yang lebih santai.
Area di bawah loteng juga memiliki fungsi tambahan sebagai tempat tidur bagi tamu yang datang pada akhir pekan.
Inspirasi dekorasi yang bisa diterapkan
Ada beberapa ide dari rumah tersebut yang dapat diterapkan tanpa harus melakukan renovasi besar.
- Pilih satu warna cerah sebagai aksen utama.
- Padukan warna berani dengan elemen putih atau netral.
- Gunakan wallpaper hanya pada bidang tertentu.
- Pilih material yang mudah dibersihkan.
- Sesuaikan desain dengan aktivitas penghuni.
- Sisakan ruang agar dekorasi tidak terlihat berlebihan.
Pada akhirnya, rumah pantai ini memperlihatkan bahwa gaya pesisir tidak harus selalu menggunakan warna biru dan ornamen laut. Perpaduan warna cerah, tekstur, furnitur fungsional, dan elemen personal justru dapat menghasilkan hunian yang lebih hangat.
Bagi Anda, cara tersebut bisa menjadi inspirasi untuk membuat rumah terasa lebih hidup tanpa harus mengikuti satu gaya secara kaku. Terpenting adalah menemukan kombinasi desain yang sesuai dengan karakter penghuni sekaligus nyaman digunakan setiap hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News