MOMSMONEY.ID - Jobstreet by Seek meluncurkan dua inovasi teknologi terbaru, yaitu Personalised Targeting dan Assist. Dua inovasi ini menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi proses rekrutmen perusahaan.
Dengan dukungan AI, fitrut tersebut dapat membantu perekrut untuk mengelola lebih banyak proses dalam satu platform, mulai dari menjangkau kandidat, mengelola lamaran dan shortlist, melakukan pemeriksaan referensi, hingga menjalankan wawancara awal berbasis suara.
Dengan begitu, tim rekrutmen dapat menghabiskan lebih sedikit waktu untuk pekerjaan administratif dan memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan kandidat, membangun koneksi, serta mengambil keputusan yang membutuhkan interaksi alami manusia.
Wisnu Dharmawan, Managing Director Jobstreet by Seek Indonesia, menjelaskan, Personalised Targeting maupun Assist membuat pengalaman rekrutmen menjadi terintegrasi.
Bukan hanya membantu perusahaan mendapatkan preferensi kandidat yang tepat dengan proses yang lebih cepat dan mengurangi proses yang repetitif, tetapi juga bermanfaat bagi kandidat karena proses seleksinya pun akan lebih baik.
“Tingkat keberhasilan rekrutmen tersebut akan semakin tinggi, dan yang paling penting adalah hemat waktu, karena rekrutmen ini memang menyita banyak sekali waktu dari HRD. Dengan proses yang dibantu AI ini tentunya akan menghemat waktu, tapi dengan kualitas yang justru lebih baik,” ujar Wisnu, Jumat (18/9).
Baca Juga: Kenalan dengan Aplikasi Berlatih Berbicara Bahasa Inggris Berbasis AI Ini, yuk
Wisnu mengatakan, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi dalam tiap proses rekrutmen. Mulai dari sulitnya menjangkau kandidat yang tingkat kecocokannya tinggi, mengonversi jangkauan kandidat yang luas menjadi proses penyerapan tenaga kerja yang cepat, ketiga tantangan dalam mengintegrasikan proses tahapan rekrutmen.
Adapun Personalised Targeting akan membantu perusahaan menjangkau kandidat yang tepat berdasarkan perilaku bisnis. Fitur ini akan mempelajari kebutuhan dan pola rekrutmen setiap perusahaan.
Sejak iklan lowongan dibuat, sistem menggunakan informasi seperti preferensi, kriteria kandidat, aktivitas pencarian, shortlist, dan riwayat perekrutan untuk membangun pemahaman yang semakin relevan mengenai kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
“Dengan penerapan AI, kita belajar bukan hanya dari market, tapi juga dari masing-masing perusahaan tersebut,” kata Wisnu.
Pemahaman tersebut kemudian digunakan untuk membantu menjangkau kandidat melalui berbagai titik interaksi di platform, termasuk email, rekomendasi, dan push notification. Proses ini berjalan secara berkelanjutan di latar belakang tanpa memerlukan konfigurasi yang rumit dari perekrut.
Salah satu kemampuannya adalah tanda "Likely Interested" atau kandidat yang "Mungkin Berminat". Sekitar tujuh hari setelah iklan ditayangkan, Jobstreet by Seek dapat mengidentifikasi kandidat yang belum melamar tetapi telah menunjukkan sinyal ketertarikan terhadap lowongan, misalnya, dengan menyimpan iklan tersebut.
Kandidat dalam kategori ini memiliki kemungkinan hingga lima kali lebih besar untuk melamar ketika dihubungi secara proaktif oleh perusahaan. Hal ini membantu perekrut memprioritaskan upaya kepada kandidat yang paling berpotensi untuk melamar.
Baca Juga: 4 Aplikasi Rahasia bagi Traveler yang Suka Traveling Keliling Dunia
Sementara, Assist merupakan mitra rekrutmen berbasis Agentic AI bagi perekrut.
“Jadi ini menjadi mitra rekrutmen yang always-on, membantu mengambil keputusan rekrutmen dengan lebih yakin, cepat, dan tepat,” kata Wisnu.
Agentic AI ini menangani pekerjaan rutin dan memberikan panduan langkah selanjutnya, namun setiap keputusan akhir tetap berada di tangan tim HR.
Kemampuan utama dari Assist meliputi rekomendasi langkah rekrutmen berikutnya seperti memberikan rekomendasi tindakan yakni memasukkan kandidat ke shortlist, memperbaiki bagian tertentu dari iklan, atau memulai pemeriksaan referensi.
Kemampuan lainnya mengurutkan kandidat berdasarkan kriteria spesifik. Lalu, melakukan pemeriksaan referensi otomatis dan terintegrasi, serta adanya AI Voice Pre-screen atau menjalankan wawancara awal berbasis suara yang terstruktur mengenai pengalaman, motivasi, ketersediaan, dan pertanyaan terkait posisi.
Dengan begitu, kandidat dapat menyelesaikan proses wawancara suara ini kapan saja dan di mana saja melalui perangkat apa pun yang mereka miliki, tanpa perlu mencocokkan jadwal secara manual.
Menurut Wisnu, berbagai kemampuan yang dihadirkan lewat Assist ini juga akan membantu penilaian dalam rekrutmen lebih konsisten.
Meski fitur ini dibantu oleh teknologi AI, namun proses rekrutmen ini dirancang bukan untuk menggantikan peran perekrut, dan seluruh keputusan akhir tetap berada di tangan perekrut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News