MOMSMONEY.ID - Perusahaan induk Oyo, Prism memperluas dan memperkuat jaringan hospitality-nya di Nusa Penida, Bali, dengan mengoperasikan 11 properti akomodasi.
Langkah ini diambil untuk mendukung target pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan serta mendukung pola perjalanan yang lebih panjang (longer stay) bagi para wisatawan.
Berdasarkan Rencana Pengembangan Pariwisata Nusa Penida 2025–2029, Pemerintah Kabupaten Klungkung menargetkan rata-rata lama tinggal wisatawan meningkat menjadi tiga hari pada 2026, dengan target tingkat okupansi mencapai 40,86%.
Adapun Prism menyebutkan, ketersediaan akomodasi dengan beragam segmen dan model pengelolaan dapat membantu memenuhi kebutuhan wisatawan yang semakin beragam, sekaligus memperkuat kapasitas destinasi dalam mengakomodasi pola perjalanan yang lebih panjang.
Dari perspektif bisnis, ekspansi ke Nusa Penida juga mencerminkan strategi Prism untuk memperluas kehadiran di destinasi dengan potensi pertumbuhan, sekaligus mengembangkan portofolio multi-brand yang dapat disesuaikan dengan karakteristik pasar dan kebutuhan pemilik properti.
Dengan semakin beragamnya aktivitas dan daya tarik yang tersedia di Nusa Penida, Prism melihat peluang untuk mendukung pergeseran pola perjalanan menuju longer stay, yang pada akhirnya dapat menciptakan peluang lebih besar bagi pelaku usaha hospitality dan ekonomi lokal.
Ekspansi ke destinasi yang sedang berkembang merupakan bagian dari strategi Prism untuk membangun jaringan hospitality yang lebih luas di pasar-pasar dengan potensi pertumbuhan.
"Nusa Penida merupakan contoh bagaimana perkembangan destinasi dan kebutuhan terhadap akomodasi dapat berjalan beriringan,” ujar Pawas Sharma, Business Head Seame & Latam Prism, dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9).
Baca Juga: Rekomendasi 5 Hotel Ramah Lingkungan di Bali dari Tiket.com
Sementara Abhijeet Singh, Country Head Prism Indonesia, menambahkan, perkembangan destinasi seperti Nusa Penida jadi bagian penting dari pertumbuhan pariwisata Indoensia ke depan. Pihaknya pum akan berupaya menghadirkan pilihan akomodasi yang beragam dan dikelola secara profesional.
“Ketika pemerintah daerah terus mengembangkan infrastruktur, tata kelola, dan daya tarik wisata, sektor hospitality juga memiliki peran untuk memastikan ketersediaan akomodasi dapat tumbuh sejalan dengan perkembangan destinasi,” ujarnya.
Dia juga bilang, Prism memandang ekspansi bukan hanya mengenai menambah jumlah properti, tetapi juga mengenai bagaimana jaringan hospitality dapat tumbuh bersama destinasi.
Ketika sebuah kawasan semakin berkembang sebagai tujuan wisata, kebutuhan terhadap akomodasi dengan standar pengelolaan, akses distribusi, dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan juga semakin penting.
"Kami melihat peluang tersebut di Nusa Penida dan akan terus mengeksplorasi potensi pertumbuhan di destinasi-destinasi berkembang lainnya," lanjut Abhijeet.
Adapun, kehadiran Prism di Nusa Penida kini mencakup 11 properti dari berbagai lini merek, mulai dari Collection O, Belvilla, hingga Townhouse Oak.
Portofolio tersebut mencakup Collection O near Kutampi Beach Gedhong Hostel Nusa Penida, Belvilla Bhavana Cottage, Belvilla Bakung Cozy Cottage, Belvilla The Tamarin Villas, Belvilla The Cemok Cottage.
Lalu, Townhouse Oak Hotel Grand Puri, Townhouse Oak Favorit Bungalows, Belvilla Menjangan Dive Lodge, Belvilla D'Vayana Nusa Hotel, Collection O near Nusa Penida Beach (formerly Exotic Nusa Penida), serta Belvilla near Sampalan Beach (formerly Arjuna Bungalow).
Baca Juga: PRISM Hadirkan Hotel Company Serviced di Aceh, Makassar dan Palangkaraya
Sejumlah properti tersebut pun dikelola melalui model Company Serviced, di mana Prism memberikan dukungan penuh pada aspek teknologi, pengoperasian, hingga rantai distribusi bagi para pemilik properti lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News