M O M S M O N E Y I D
Bugar

7 Ciri Kepribadian Otrovert yang Langka

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ini dia ciri kepribadian otrovert yang langka dan baru. Apakah Anda memiliki cirinya?

Istilah introvert dan ekstrovert sudah lama dikenal. Introvert kerap digambarkan sebagai sosok pendiam dan reflektif, sementara ekstrovert lebih menonjol dengan sifat ramah serta mudah bergaul.

Lalu hadir juga istilah ambivert yang berada di tengah-tengah keduanya. Namun, perkembangan riset kepribadian tidak berhenti di sana. Pada 2025, istilah baru yang disebut otrovert mulai banyak dibicarakan.

Psikiater asal Amerika, Dr Rami Kaminski, memperkenalkan konsep otrovert untuk menggambarkan individu yang tidak sepenuhnya cocok dengan kerangka introvert, ekstrovert, maupun ambivert.

Otrovert adalah mereka yang tetap mendambakan koneksi sosial, tetapi dengan cara yang berbeda. Mereka bisa menikmati interaksi, namun lebih memilih hubungan yang autentik dibanding sekadar mengikuti arus sosial.

Baca Juga: Mengenal Apa itu Otrovert? Tipe Kepribadian Baru Selain Introvert dan Ekstrovert

Kepribadian ini disebut langka karena cirinya tidak selalu mudah dikenali. Otrovert bisa hadir dalam sebuah pesta, tetapi tidak larut dalam keramaian.

Mereka mungkin populer di lingkungannya, namun tetap merasa sebagai orang luar yang mencari kedalaman relasi, bukan sekadar kuantitas pertemanan.

Lalu, apa saja ciri kepribadian otrovert yang langka? Melansir dari laman VegOut, berikut ini cirinya:

1. Lebih nyaman dalam kelompok kecil daripada keramaian

Seorang otrovert biasanya lebih suka berbincang secara mendalam dengan satu orang atau dalam kelompok kecil, dibanding ikut dalam komunitas besar.

Psikiater Dr. Rami Kaminski menjelaskan, hal ini bukan karena sifat pemalu, melainkan karena dorongan sosial mereka memang rendah. Jadi, bukan berarti anti-sosial, melainkan “agnostik kelompok”.

2. Tidak mudah terbawa suasana keramaian

Kaminski menggambarkan otrovert seperti “tidak tersambung lewat Bluetooth” ke suasana orang banyak. Misalnya, saat berada di pesta, mereka tetap bisa ramah, tetapi tidak serta-merta mengikuti emosi kolektif.

3. Lebih tertarik pada ide orisinal daripada perhatian publik

Otrovert cenderung menghargai pemikiran yang mandiri dan orisinal. Mereka lebih suka mengekspresikan diri daripada sekadar mencari tepuk tangan dari orang banyak.

Itulah sebabnya, mereka bisa aktif dalam diskusi, tetapi memilih mundur ketika pembicaraan berubah menjadi sekadar mencari kesepakatan bersama.

Baca Juga: 3 Jenis Kepribadian Toxic yang Wajib Dijauhi dalam Pertemanan, Termasuk Si Narsis

4. Bisa tampil ekstrovert, tapi tetap merasa “berbeda”

Banyak otrovert terlihat percaya diri saat tampil di depan umum atau memimpin sebuah acara. Namun, jauh di dalam hati, mereka merasa tidak sepenuhnya menjadi bagian dari kelompok itu.

Misalnya, mereka bisa terlihat karismatik di panggung, tetapi lebih memilih pulang lebih awal daripada ikut pesta setelah acara selesai.

5. Lebih menyukai identitas yang fleksibel daripada label tetap

Otrovert cenderung masuk ke sebuah komunitas untuk belajar atau berkontribusi, lalu keluar saat mulai merasa terikat terlalu kuat. Menurut Kaminski, hal ini merupakan “anugerah karena tidak terikat”, sebuah kekuatan untuk tetap cair dan tidak selalu terikat pada satu label atau kelompok tertentu.

6. Menghargai percakapan bermakna daripada basa-basi

Alih-alih berbincang ringan, otrovert lebih suka percakapan panjang yang penuh makna. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membahas satu topik dengan seseorang, lalu tidak berhubungan lagi dalam waktu lama tanpa merasa ada masalah.

Hubungan semacam ini lebih menekankan substansi dibanding frekuensi pertemuan.

Baca Juga: 5 Ciri Anda Punya Kepribadian Ambivert, Gabungan Introvert dan Extrovert

7. Merasa paling autentik saat bisa berbeda

Otrovert biasanya lebih kreatif ketika diberi ruang untuk berpikir di luar kebiasaan. Mereka suka berkolaborasi dengan cara yang tetap memberi kebebasan untuk mengambil jalan berbeda.

Banyak tokoh “orang luar” dalam sejarah, seperti seniman dan ilmuwan, menunjukkan pola serupa, yakni memberi kontribusi justru lewat perbedaan, bukan dengan menyesuaikan diri.

Itulah beberapa ciri kepribadian otrovert yang langka. Saat ini, istilah otrovert belum sepenuhnya diakui dalam psikologi akademis. Konsep ini lahir dari pengamatan klinis Dr. Kaminski, bukan dari penelitian panjang.

Namun, gagasan ini melengkapi spektrum kepribadian lain seperti introvert, ekstrovert, dan ambivert.

Bagi orang yang merasa tidak cocok dengan tiga label tersebut, istilah otrovert bisa menjadi cermin untuk memahami diri sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.