M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apa yang Terjadi jika Makan Terlalu Cepat? Yuk Cari Tahu di sini!

Apa yang Terjadi jika Makan Terlalu Cepat? Yuk Cari Tahu di sini!
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Sebenarnya, apa yang terjadi jika makan terlalu cepat? 

Di tengah aktivitas harian yang padat, makan sering kali menjadi kegiatan yang dilakukan sambil lalu. Banyak orang terbiasa menyantap makanan dengan cepat, baik karena dikejar waktu, pekerjaan menumpuk, atau sekadar ingin segera kembali beraktivitas.

Padahal, kecepatan makan bukan sekadar soal kebiasaan, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kesehatan tubuh. Makan terlalu cepat dapat memicu berbagai masalah, lo.

Baca Juga: Apa yang Terjadi jika Konsumsi Makanan Cepat Saji Setiap Hari?

Lantas, apa yang terjadi jika makan terlalu cepat? Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa hal yang akan terjadi:

1. Anda Tidak Menyadari Sinyal Kenyang dari Tubuh

Saat makan terlalu cepat, tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk mengatur nafsu makan secara alami. Hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, seperti ghrelin dan leptin, tidak bekerja optimal.

Lambung membutuhkan sekitar 20 menit untuk mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh sudah cukup makan. Jika Anda keburu menghabiskan makanan sebelum waktu tersebut, kemungkinan besar Anda makan lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Kebiasaan makan cepat juga sering disertai dengan mengunyah yang kurang sempurna. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa mengunyah makanan lebih lama dapat meningkatkan hormon yang membantu rasa kenyang dan menurunkan hormon pemicu lapar.

2. Muncul Gangguan Pencernaan

Makan terburu buru membuat makanan masuk ke lambung dalam kondisi belum cukup halus. Hal ini menyulitkan proses pencernaan dan meningkatkan kemungkinan menelan udara berlebih. Akibatnya, Anda bisa merasa begah, mulas, kembung, bergas, atau mengalami kram perut.

Jika kebiasaan ini terus terjadi, lapisan lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan, yang dikenal sebagai gastritis, sehingga menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman.

3. Berat Badan Mudah Bertambah

Makan terlalu cepat sering membuat seseorang makan berlebihan tanpa sadar. Asupan kalori pun meningkat, ditambah dengan kebiasaan mengambil porsi lebih besar dan lebih sering ngemil.

Dalam jangka panjang, kondisi ini menyulitkan Anda menjaga berat badan ideal dan meningkatkan risiko obesitas.

Baca Juga: Ini 7 Manfaat Kesehatan Membaca Setiap Hari yang Tak Banyak Diketahui

4. Risiko Diabetes Tipe 2 Lebih Tinggi

Orang yang menghabiskan waktu makan kurang dari 20 menit memiliki risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang makan lebih perlahan. Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, sehingga kadar gula darah tetap tinggi.

Lonjakan gula darah yang sering terjadi akibat makan cepat dapat mempercepat terjadinya gangguan ini.

5. Risiko Sindrom Metabolik Meningkat

Sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, lemak perut berlebih, dan kolesterol tinggi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan cepat memiliki kemungkinan beberapa kali lebih besar mengalami sindrom metabolik. Hal ini berkaitan dengan kenaikan berat badan, lonjakan gula darah, resistensi insulin, dan peradangan dalam tubuh.

6. Penyerapan Nutrisi Menjadi Kurang Optimal

Proses pencernaan dimulai di mulut melalui aktivitas mengunyah dan pencampuran makanan dengan air liur. Tahap ini sangat penting untuk membantu tubuh menyerap nutrisi dengan baik di saluran pencernaan.

Saat Anda makan terlalu cepat dan kurang mengunyah, tubuh akan lebih sulit menyerap vitamin, mineral, dan zat gizi penting dari makanan.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengganggu Kesehatan Anda

7. Risiko Tersedak Lebih Besar

Makan dengan cepat juga meningkatkan risiko tersedak, terutama jika Anda mengambil suapan besar, berbicara saat makan, atau tidak mengunyah dengan baik. Risiko ini lebih tinggi pada anak kecil dan orang lanjut usia yang memiliki kemampuan menelan lebih terbatas.

Mengunyah secara perlahan dan mengambil suapan kecil dapat membantu mengurangi risiko ini.

Nah, itu tadi ulasan tentang apa yang terjadi jika makan terlalu cepat. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kesempatan Terakhir Promo HokBen Spesial Hari Guru Sedunia Serba Rp 70 Ribuan

Hari ini adalah hari terakhir promo HokBen Hari Guru Sedunia untuk makan berdua lebih hemat. Segera merapat ke gerai terdekat sebelum kehabisan.

Cuka Apel Mampu Redam Gula Darah Tinggi, Ini Cara Konsumsi yang Tepat

Cuka apel terbukti meredam lonjakan gula darah setelah makan karbo. Namun ada bahaya tersembunyi pada jantung jika salah dosis.

Lupa Kata Sandi Email di HP dan Laptop? Ini Trik Tanpa Perlu Reset Akun

Ternyata kata sandi email tersimpan otomatis di browser. Buka fitur pengelola kredensial untuk melihat kembali tanpa perlu reset.

Kolesterol Turun, 6 Olahraga Ini Bantu Pacu HDL Naik & Bikin Berat Badan Ideal

Jarang jalan kaki memicu risiko jantung. Ketahui durasi minimal aktivitas harian yang ampuh melipatgandakan kadar kolesterol HDL.

Ide Kado Self Care Murah untuk Diri Sendiri dan Teman

Berikut ada beberapa ide kado self care yang bisa diberikan untuk teman maupun diri sendiri sebagai self reward.​  

Pilihan Ikan Rendah Purin Tekan Risiko Kekambuhan Asam Urat Secara Efektif

Ikan kod hanya mengandung 98 mg purin per 100 gram. Temukan cara mengolahnya agar omega-3 terserap tanpa memicu nyeri sendi asam urat.

Jadi Lalapan Populer, Ternyata Kemangi Bisa Cegah Kanker

Sering dijadikan lalapan sehat ataupun bahan masakan Asia, mari ketahui apa saja manfaat makan daun kemangi di sini.​  

Layar AMOLED HP Oppo A6 Pro Tembus 1.400 Nits, Baterainya Awet Sampai 5 Tahun

Panel AMOLED 120Hz HP Oppo A6 Pro tembus kecerahan puncak 1.400 nits. Intip rahasia layarnya tetap terang benderang di luar ruangan.

Intip Tips Skincare dan Cara Menjaga Kesehatan Kulit Ala Artis Korea

Ekstrak akar milk vetch dan oksigen ternyata jadi kunci kulit glowing. Cek rekomendasi produk skincare yang kaya nutrisi.

Mayoritas Cerah, Berikut Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan, Selasa (6/10)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) memperkirakan hanya Luwu Timur saja yang akan berada dalam kondisi udara kabur.