MOMSMONEY.ID - Rupiah yang semakin tertekan akibat naiknya dollar bukan lagi sekadar berita di halaman ekonomi. Melainkan alarm nyata yang berbunyi keras di depan kita.
Hari ini, Jumat, 29 Mei 2026, menjadi hari yang kembali menguji ketahanan ekonomi bangsa. Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah telah menyentuh angka 17.864,00. Sebuah lonjakan yang telah menghadirkan kekhawatiran.
Baca Juga: Dollar Menguat, Dapur Terancam: Cek 5 Bahan Pokok yang Masih Diimpor Indonesia
Tak hanya para pelaku usaha yang merasakan getahnya, masyarakat kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung stabilitas konsumsi juga turut lesu.
Lalu, apa saja dampak nyata yang bisa terjadi jika dollar terus mengalami kenaikan?
Seorang pengusaha sekaligus pelatih bisnis ternama Indonesia, Ferry Dafira mengemukakan dalam media sosialnya @ferrydafira.official, bahwa ada beberapa dampak yang akan terjadi jika dollar terus mengalami kenaikan dan tembus sampai Rp 20.000.
Baca Juga: Kebutuhan Pokok Melejit! Masyarakat Desa Rasakan Pukulan Dollar, Ini Dampak Nyatanya
1. Naiknya harga bahan pokok
Tak bisa dipungkiri bahwa beberapa bahan pokok Indonesia masih impor dari negara lain. Misalnya saja kedelai dan gandum.
Di mana kedelai menjadi bahan utama pembuatan tempe dan tahu yang telah menjadi makanan sehari-hari sebagian besar masyarakat Indonesia.
Sedangkan gandum menjadi bahan utama pembuatan roti dan mi. Ketika bahan-bahan tersebut mengalami kenaikan, maka tak menutup kemungkinan harga tahu dan tempe juga akan menyesuaikan atau mengurangi ukurannya.
2. Nilai gaji terasa menyusut
Ketika dollar terus naik dan rupiah semakin lemah, maka nilai gaji Anda akan terasa menyusut. Walaupun sebenarnya gaji Anda tidak mengalami pengurangan.
Namun, hal itu akan terasa ketika Anda membelanjakan uang tersebut. Di mana pengeluaran bulanan akan mengalami kenaikan disebabkan harga barang yang juga semakin mahal.
Baca Juga: Efek Dollar Naik: Rupiah Anjlok, Ini 4 Dampak Nyata ke Kantong Anda
3. Cicilan KPR naik
Dampak berikutnya yang juga terasa ketika dollar semakin naik adalah cicilan KPR yang juga ikut naik.
Hal ini bisa terjadi karena naiknya suku bunga untuk menjaga rupiah. Sehingga, bank juga turut menaikkan bunga pinjaman.
4. Biaya operasional mahal
Bagi perusahaan yang menjalankan produksinya di Indonesia dengan alat-alat yang berasal dari luar negeri pun juga turut terkena dampak.
Biaya operasional juga akan ikut naik dan perusahaan pun harus lebih menghemat pengeluaran. Jika kondisi ekonomi semakin buruk, maka kemungkinan yang terjadi adalah mengurangi produksi atau melakukan PHK.
Baca Juga: Dollar Melambung, 6 Negara Ini Jadi Tujuan Liburan Hemat Wisatawan Indonesia
5. Perginya para investor
Ketika rupiah semakin melemah, maka akan mendatangkan kekhawatiran di kalangan investor. Sehingga, untuk mencari jalan aman, mereka akan menarik uangnya dan mengubah ke dollar.
Alhasil, dollar di Indonesia semakin berkurang dan rupiah pun tertekan.
6. Pasar saham terpuruk
Dampak mengerikan berikutnya ketika dollar terus menguat adalah pasar saham yang semakin terpuruk. Perusahaan besar akan menjual saham-sahamnya yang membuat harganya jatuh.
Memahami keenam dampak ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk lebih bisa mempersiapkan langkah antisipasi sebelum semuanya benar-benar terlambat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News