M O M S M O N E Y I D
Bugar

6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui

6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ini, lho, beberapa alasan tidur bisa bikin berat badan turun yang jarang diketahui. Apa saja, ya?

Saat membahas penurunan berat badan, pikiran banyak orang langsung tertuju pada diet ketat dan olahraga berat. Padahal, ada satu faktor penting yang sering diabaikan, yaitu tidur.

Tidur bukan hanya waktu bagi tubuh untuk beristirahat, tetapi juga momen krusial saat berbagai proses metabolisme berlangsung. Kurang tidur dapat mengacaukan hormon, meningkatkan rasa lapar, dan membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak.

Sebaliknya, tidur yang cukup dan berkualitas justru dapat membantu proses penurunan berat badan secara alami. Menariknya, manfaat tidur untuk berat badan ini masih jarang disadari oleh banyak orang.

Baca Juga: 15 Menu Diet untuk Sarapan agar Berat Badan Turun yang Dapat Dicoba

Melansir dari Healthline, berikut beberapa alasan tidur bisa bikin berat badan turun yang jarang diketahui:

1. Menghindari Kenaikan Berat Badan akibat Kurang Tidur

Tidur kurang dari 6–7 jam per malam sering dikaitkan dengan peningkatan indeks massa tubuh (BMI) dan risiko obesitas yang lebih tinggi.

Sebuah analisis terhadap 20 studi yang melibatkan 300.000 orang menunjukkan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam memiliki risiko obesitas hingga 41% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur 7–9 jam per malam.

Penelitian juga menemukan bahwa kurang tidur memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, yaitu ghrelin dan leptin. Ketika tidur tidak cukup, kadar ghrelin meningkat yang kemudian meningkatkan rasa lapar, serta leptin menurun yang kemudian menurunkan rasa kenyang. Akibatnya, seseorang lebih mudah tergoda mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula.

Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon stres yang berperan dalam penumpukan lemak tubuh. Kondisi ini bisa menciptakan lingkaran setan antara tidur yang buruk dan berat badan berlebih.

2. Menjaga Nafsu Makan Tetap Terkendali

Tidur cukup membantu menstabilkan nafsu makan. Ketika seseorang kurang tidur, hormon ghrelin meningkat dan leptin menurun, yang membuat rasa lapar meningkat meski tubuh tidak benar-benar membutuhkan kalori tambahan.

Tinjauan penelitian tahun 2022 menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur dapat mengonsumsi hingga 500 kalori lebih banyak per hari dibandingkan mereka yang tidur cukup.

Selain itu, kurang tidur juga memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan manis dan berlemak, serta meningkatkan ukuran porsi makan.

3. Membantu Membuat Pilihan Makanan yang Lebih Baik

Tidur nyenyak juga berpengaruh terhadap kemampuan otak dalam membuat keputusan, termasuk memilih makanan. Ketika kurang tidur, area otak yang bertanggung jawab untuk pengendalian diri menjadi kurang aktif, sementara bagian yang merespons kesenangan dari makanan menjadi lebih aktif.

Studi tahun 2019 menemukan bahwa orang yang kurang tidur lebih tertarik pada gambar makanan tinggi kalori dan bahkan rela membayar lebih untuk makanan tersebut. Artinya, setelah malam tanpa tidur cukup, Anda cenderung lebih sulit menolak makanan manis atau berlemak.

Baca Juga: 17 Makanan Diet agar Berat Badan Turun yang Bikin Kenyang Lebih Lama

4. Tidur Lebih Awal Mencegah Ngemil Larut Malam

Begadang sering membuat orang merasa lapar di malam hari. Semakin lama Anda terjaga, semakin besar kemungkinan Anda makan lagi, terutama jika sudah berjam-jam sejak makan malam.

Ngemil di malam hari dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan gangguan metabolisme. Selain itu, makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat menurunkan kualitas tidur dan memperburuk siklus kurang tidur.

Jika memang lapar sebelum tidur, pilih camilan ringan yang tinggi protein seperti yogurt Yunani atau keju cottage, daripada makanan manis atau gorengan.

5. Menjaga Metabolisme Tetap Optimal

Tidur cukup membantu menjaga fungsi metabolisme tubuh tetap normal. Ketika Anda kurang tidur, tubuh mengalami penurunan kemampuan membakar lemak dan energi, serta meningkatkan risiko sindrom metabolik—kondisi yang berkaitan dengan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa orang dewasa muda yang tidur kurang dari 7 jam memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan metabolisme. Kurang tidur juga dapat menurunkan proses oksidasi lemak, yaitu kemampuan tubuh memecah lemak untuk energi.

6. Membuat Tubuh Lebih Aktif dan Berenergi

Tidur dan olahraga saling berhubungan. Kurang tidur membuat Anda merasa lelah di siang hari dan menurunkan motivasi untuk berolahraga. Sebaliknya, olahraga teratur membantu meningkatkan kualitas tidur.

Kurang tidur juga berdampak negatif pada kekuatan otot, ketahanan tubuh, dan waktu reaksi, yang dapat menurunkan performa fisik. Akibatnya, Anda mungkin membakar lebih sedikit kalori dan kesulitan mencapai defisit energi yang diperlukan untuk menurunkan berat badan.

Baca Juga: 18 Cara Diet agar Berat Badan Turun Cepat Tanpa Olahraga, Mau Coba?

Nah, itu dia beberapa alasan tidur bisa bikin berat badan turun yang jarang diketahui. Tidur sering dianggap sepele dalam program penurunan berat badan, padahal perannya sangat penting. Kurang tidur dapat memicu peningkatan nafsu makan, memperlambat metabolisme, dan membuat Anda sulit menolak makanan tidak sehat.

Dengan tidur cukup 7–9 jam setiap malam, Anda bukan hanya menjaga kesehatan fisik dan mental, tapi juga memberi tubuh kesempatan untuk bekerja secara optimal dalam mengatur berat badan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Manfaat Teh Bunga Osmanthus untuk Kesehatan Pencernaan hingga Melindungi Kulit

Teh bunga osmanthus tak hanya memiliki aroma lembut yang menenangkan, tetapi juga kaya antioksidan. Ketahui beragam manfaatnya di sini!

12 Warna Kabinet Dapur yang Bikin Rumah Terlihat Punya Karakter Kuat

Bingung memilih warna kabinet dapur? Ini 12 pilihan warna tahun 2026 yang hangat, fleksibel, dan cocok untuk beragam gaya rumah di Indonesia.​  

Cara Mengetahui Bank dari Nomor Rekening Tanpa Ribet, Cek Sebelum Transfer

Bingung rekening tersebut bank apa? Kenali cara cek bank dari nomor rekening agar transfer lebih aman dan tidak salah tujuan.

Mengapa Wanita Lebih Rentan Terkena Penyakit Autoimun? Ini Penjelasannya

Sekitar 80% kasus penyakit autoimun dialami oleh wanita akibat faktor genetik dan hormon estrogen. Kenali penyebab, gejala umum, hingga dampaknya.

Provinsi Ini Masih Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (4/8)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 4 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Antisipasi Hujan, Pantau Prakiraan Cuaca Sumatra Barat Selasa (4/8) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca di Sumatra Barat pada besok (4/8) dan lusa didominasi berawan, dengan suhu 17-31 derajat Celsius.

Prakiraan Cuaca Bali Besok (4/8) dan Lusa, Waspada Udara Kabur

BMKG memprakirakan cuaca Bali pada Selasa (4/8) didominasi cerah. Namun, pada Rabu, waspadai udara kabur dan kabut asap.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok (4/8) Cerah Dominan, Kabut di Sejumlah Daerah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur pada Selasa-Rabu didominasi cerah dan berawan dengan kabut di sejumlah wilayah.

Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Selasa (4/8), Mayoritas Wilayah Cerah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Selasa-Rabu didominasi cerah hingga berawan dengan suhu 15-33 °C

Levi’s Rilis Kampanye Keep it Loose, Hadirkan Gaya Preppy Klasik yang Lebih Bebas

Levi’s memperkenalkan kampanye terbaru bertajuk Keep it Loose yang menyoroti produk Loose Prep.