MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih rawan mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (4/3/2026). Cek rekomendasi saham dari Kiwoom Sekuritas untuk hari ini.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,96% ke level 7.939,7 dan kembali berada di bawah level psikologis 8.000.
Pelemahan IHSG disertai dengan aksi foreign net sell sebesar Rp1,17 triliun di pasar reguler.
Beberapa saham yang paling banyak dijual asing diantaranya ANTM, BBRI, AADI, MDKA, dan INCO.
Sementara investor asing masih melakukan akumulasi terbatas pada BMRI, PTBA, ENRG, UNTR, dan TLKM.
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Carmelia Suryanata menilai, secara teknikal IHSG kini mendekati area support 7.900–7.840.
Baca Juga: Waspadai Koreksi IHSG, Simak Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Rabu (4/3)
Ia mengimbau investor untuk mewaspadai potensi penurunan lebih dalam apabila support tersebut ditembus, dengan pola yang mengarah ke bearish flag.
Dia memperkirakan, volatilitas masih tinggi dalam dua pekan ke depan sehingga sikap wait and see lebih disarankan.
Dari eksternal, sentimen global masih didominasi risk-off seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang memasuki hari keempat.
Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran gangguan pasokan energi global, termasuk risiko di Selat Hormuz.
Kondisi ini mendorong fenomena “dash for cash”, di mana investor meningkatkan likuiditas di tengah ketidakpastian.
Baca Juga: IHSG Terus Melemah, Simak Proyeksi dan Rekomendasi MNC Sekuritas Rabu (4/3)
Berikut rekomendasi saham dari Kiwoom Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
1. ACES
- Entry Buy: 390–400
- Target Price: 412–424
- Support: 384–390
- Cut loss: 380
2. BUMI
- Entry Buy: 246–252
- Target Price: 260–268
- Support: 242–246
- Cut loss: 238
3. ISAT
- Entry Buy: 2.230–2.290
- Target Price: 2.360–2.430
- Support: 2.200–2.230
- Cut loss: 2.180
4. MAPA
- Entry Buy: 655–675
- Target Price: 700–720
- Support: 645–655
- Cut loss: 635
Investor diimbau tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko mengingat tekanan eksternal masih berpotensi memicu pergerakan pasar yang fluktuatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News