M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

5 Tips Cara Merawat Bibit Tanaman Setelah Berkecambah

5 Tips Cara Merawat Bibit Tanaman Setelah Berkecambah
Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Saat menanam tanaman, proses pembibitan adalah langkah awal yang penting untuk diperhatikan. Ada dua cara penyemaian, yaitu disemai lebih dulu di dalam wadah dan ditanam langsung di lahan tanah. Dalam proses ini, Anda perlu memberikan perawatan yang baik agar nantinya tanaman dapat tumbuh dengan subur.  

Beberapa orang mungkin akan berpikir bibit membutuhkan pupuk agar dapat tumbuh lebih cepat. Akan tetapi, bibit tanaman terlalu kecil, sehingga yang dia butuhkan hanyalah air. Mereka mampu memberi makan diri mereka sendiri sampai titik tertentu. Untuk memberikan pengetahuan lebih banyak, berikut beberapa tips merawat bibit tanaman setelah mereka berkecambah.

Baca Juga: Metode Pemberian Pupuk yang Baik Pada Tanaman

Cahaya dan Suhu yang Dibutuhkan

Cahaya adalah faktor terpenting dalam perawatan bibit. Setelah berkecambah, pastikan bibit terkena cahaya yang ada di dalam ruangan. Anda dapat menggunakan lampu tumbuh segera setelah Anda melihat bintik hijau pertama muncul dari tanah. Jenis lampu yang dapat digunakan seperti LED, neon, atau HID. Idealnya, lampu harus menggantung 3-4 inci di atas bibit setiap saat dan menyala selama 12-14 jam sehari.

Dilansir dari Gardening Know How, suhu terbaik untuk pertumbuhan optimal adalah antara 70 dan 80 derajat F (21 hingga 26 derajat C). Hindari memaparkan bibit pada suhu di bawah itu selama lebih dari beberapa jam dan di atas 37 derajat C karena dapat menghambat pertumbuahan akar.

Seberapa Banyak Penyiraman

Bibit membutuhkan kelembapan yang konsisten. Mereka tidak dapat bertahan lama tanpa air dan tak boleh dibiarkan kering. Tanaman yang masih berupa bibit, perlu disiram dua kali sehari sampai terbentuk tanamannya. Waktu terbaik untuk menyiram adalah pagi hari saat matahari belum terik dan sore hari menjelang malam.

Cara menyiramnya adalah dengan menuangkan air ke dalam baki atau wadah pembibitan, kemudian membiarkan tanah menyerapnya melalui lubang drainase. Penyiraman dari bawah akan membantu memastikan akar mendapatkan banyak kelembapan. Bila dari atas, Anda perlu menunggu air tertuang sampai jenuh agar dapat terserap ke dalam tanah, tetapi jangan sampai berlebihan atau banjir.

Transplantasi Tanaman

Tranplantasi tanaman dilakukan setelah tanaman bertunas atau sudah cukup besar. Tanaman perlu mendapatkan tempat yang lebih besar sesuai dengan ukurannya dan penyebaran akarnya. Sendok bibit tanaman dengan hati-hati agar tak merusak batangnya.

Jika ini adalah pemindahan pot yang terakhir, Anda perlu melakukan pengenalan tanaman ke dunia luar sebelum menanamnya di luar. Pindahkan bibit keluar ruangan untuk beberapa saat dengan jangka waktu yang ditambah semakin lama tiap harinya. Tujuannya agar tanaman terbiasa dengan cahaya, suhu, dan iklim luar ruangan. Ini juga akan mencegah stres yang berkaitan dengan kegagalan pembibitan setelah transplantasi di luar ruangan.

Baca Juga: Kebaikan Pupuk Kandang untuk Kesuburan Tanaman dan Tanah

Memulai Pemupukan

Saat bibit pertama kali keluar, sepasang daun pertama yang terbentuk adalah kotiledon atau biji daun. Kotiledon ini mengandung sisa cadangan makanan yang disimpan benih dan mereka memberi makan bibit sampai daun pertama benar-benar jadi. Saat itu, tanaman sudah dapat memulai fotosintesis.

Pada tahap tersebut, tanaman sebenarnya sudah dapat diberikan pupuk. Bibit tanaman membutuhkan pupuk yang tinggi fosfor. Dilansir dari The Spruce, fosfor merangsang perkenbangan akar dan merupakan komponen fotosintesis. Carilah rasio pupuk NPK 1-2-1 pada label pupuk. Bentuk pupuk yang terbaik adalah pupuk cair yang dapat larut dalam air, sehingga bibit lebih mudah menyerap nutrisi.  

Penjarangan Bibit

Alasan dilakukan penjarangan ini adalah agar bibit tanaman yang tumbuh per sel tak bersaing satu sama lain merebutkan cahaya, air, dan nutrisi. Bibit tanaman yang tumbuh daun terlalu banyak akan kesulitan mendapatkan aliran udara yang tepat. Maka, Anda dapat melakukan penjarangan dengan mempertahankan bibit yang terlihat paling sehat dan padat. Jika semuanya tampak sama, Anda dapat memilihnya untuk disimpan per sel.

Selanjutnya: Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menyiram Tanaman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prakiraan Cuaca Besok (2/5) di Jawa Tengah Siaga Hujan Sangat Lebat di Daerah Ini

Peringatan dini BMKG prakiraan cuaca besok Sabtu 2 Mei 2026 di Jawa Tengah dengan status Siaga hujan sangat lebat di kabupaten dan kota ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (2/5) di Jabodetabek Hujan Sangat Lebat di Sini

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (2/5) di Jabodetabek dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di wilayah berikut ini.

6 Herbal dan Bumbu Kaya Vitamin C yang Perlu Anda Tahu, Cek di Sini yuk

Mari intip beberapa herbal dan bumbu yang kaya vitamin C berikut ini. Kira-kira ada apa saja?       

4 Rekomendasi Bumbu yang Paling Sehat untuk Dikonsumsi

Yuk, catat beberapa rekomendasi bumbu yang paling sehat untuk dikonsumsi berikut ini! Apa saja?        

7 Makanan Anti Inflamasi yang Tidak Cocok untuk Semua Orang, Catat ya

Tahukah bahwa ada makanan anti inflamasi yang tidak cocok untuk semua orang, lo. Apa sajakah itu?     

12 Makanan dan Minuman Sehari-hari yang Tinggi Kalori

Ini dia beberapa makanan dan minuman sehari-hari yang tinggi kalori yang perlu Anda tahu. Batasi konsumsinya!            

8 Alternatif Gula Alami yang Bagus untuk Kontrol Gula Darah

Ada beberapa alternatif gula alami yang bagus untuk mengontrol gula darah lo. Mari intip selengkapnya di sini!

5 Alasan Berat Badan Wanita Cepat Naik di Usia 50 ke Atas

Ternyata ini, lo, alasan berat badan wanita cepat naik di usia 50 ke atas. Apa sajakah itu?             

7 Roti Paling Sehat yang Aman untuk Kadar Gula Darah

Apa saja roti paling sehat yang aman untuk kadar gula darah tubuh, ya? Mari intip daftarnya di sini!          

6 Makanan Sehat Ini Mengandung Gula Alami lo, Cek di Sini

Intip beberapa makanan sehat yang mengandung gula alami berikut ini. Ada apa saja, ya?