MOMSMONEY.ID - Tahukah bahwa ada makanan anti inflamasi yang tidak cocok untuk semua orang, lo. Apa sajakah itu?
Makanan anti-inflamasi dikenal karena manfaatnya dalam membantu meredakan peradangan di dalam tubuh. Kandungan seperti antioksidan, vitamin, dan lemak sehat berperan penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Namun, tidak semua makanan sehat memberikan efek yang sama bagi setiap orang.
Respons tubuh bisa berbeda, tergantung kondisi kesehatan, alergi, hingga sensitivitas tertentu. Karena itu, penting bagi Anda untuk lebih selektif dalam memilih makanan, bukan hanya mengikuti tren pola makan sehat.
Baca Juga: 6 Minuman yang Bantu Atasi Peradangan pada Tubuh secara Alami
Bersumber dari laman Verywell Health, berikut ini daftar makanan anti-inflamasi yang tidak cocok untuk semua orang:
1. Ikan berlemak
Ikan seperti salmon dan makarel kaya omega-3 yang membantu mengurangi peradangan. Namun, ikan juga bisa mengandung histamin, terutama jika tidak disimpan dengan baik atau sudah terlalu lama.
Kadar histamin yang tinggi dapat memicu reaksi seperti keracunan ikan atau gejala intoleransi. Orang yang sensitif terhadap histamin bisa mengalami keluhan meski ikan masih tergolong segar. Untuk mengurangi risiko, pilih ikan yang dibekukan dengan cepat atau segera dikonsumsi setelah dibeli.
2. Kacang pohon
Kacang seperti kenari dan pistachio mengandung serat dan senyawa baik untuk metabolisme. Meski begitu, kacang juga termasuk pemicu alergi pada sebagian orang.
Reaksi yang muncul bisa berupa gatal, ruam, hingga gangguan pernapasan. Pada beberapa kasus, bahkan dalam jumlah kecil pun bisa memicu reaksi. Ada juga kondisi yang membuat mulut terasa gatal setelah makan kacang.
3. Sayuran nightshade
Kelompok sayuran ini mencakup tomat, paprika, dan terong. Kandungan vitamin dan antioksidannya membantu melawan stres oksidatif.
Namun, sayuran ini juga mengandung senyawa alami yang disebut glikoalkaloid. Pada sebagian orang, senyawa ini bisa mengganggu sistem pencernaan, terutama jika memiliki kondisi seperti gangguan usus atau penyakit autoimun. Hal ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
Baca Juga: 10 Rempah-rempah Alami yang Bisa Mengatasi Peradangan
4. Biji-bijian utuh
Biji-bijian seperti jelai dan gandum hitam baik untuk kesehatan karena kaya serat dan mineral. Namun, bahan ini juga mengandung gluten.
Bagi penderita penyakit celiac atau sensitivitas gluten, konsumsi gluten dapat memicu reaksi pada sistem imun yang merusak usus. Gejalanya bisa berupa gangguan pencernaan, kelelahan, hingga masalah kulit. Bahkan dalam jumlah kecil, gluten tetap bisa menimbulkan keluhan.
5. Makanan fermentasi
Makanan seperti kimchi, kefir, atau asinan mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan usus. Namun, proses fermentasi juga meningkatkan kandungan histamin dan tyramin.
Pada orang yang sensitif, senyawa ini bisa memicu gejala seperti jantung berdebar, sakit kepala, atau gangguan pencernaan. Jika setelah mengonsumsi makanan fermentasi Anda merasa wajah memerah atau tidak nyaman, hal ini bisa menjadi tanda tubuh tidak cocok.
6. Cokelat hitam
Cokelat hitam mengandung flavonoid yang baik untuk jantung. Namun, di dalamnya juga terdapat kafein dan theobromine yang bersifat stimulan.
Zat ini bisa memicu sakit kepala atau migrain pada sebagian orang. Selain itu, kandungan kafeinnya juga dapat mengganggu tidur atau meningkatkan rasa cemas jika Anda sensitif terhadap stimulan.
Baca Juga: 10 Daftar Makanan yang Bisa Memicu Peradangan pada Tubuh
7. Minyak zaitun
Minyak zaitun extra virgin mengandung senyawa anti-inflamasi yang baik untuk tubuh. Namun, minyak ini juga tinggi kalori.
Jika dikonsumsi berlebihan, asupan kalori bisa meningkat dan berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan. Oleh karena itu, penting untuk tetap memperhatikan porsi meski memilih lemak yang lebih sehat.
Itulah daftar makanan anti-inflamasi yang tidak cocok untuk semua orang. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News