MOMSMONEY.ID - Ternyata ini, lo, alasan berat badan wanita cepat naik di usia 50 ke atas. Apa sajakah itu?
Memasuki usia 50 tahun ke atas, perubahan pada tubuh terasa semakin nyata. Pola makan yang sebelumnya tidak menimbulkan masalah bisa tiba-tiba berdampak pada kenaikan berat badan.
Kondisi ini sering membuat bingung karena kebiasaan sehari-hari terasa tidak banyak berubah, namun angka timbangan terus meningkat.
Faktanya, ada berbagai faktor biologis dan gaya hidup yang berperan dalam perubahan ini. Memahami penyebabnya dapat membantu Anda mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga berat badan tetap ideal.
Baca Juga: 6 Kesalahan Membuat Smoothie yang Bikin Berat Badan Susah Turun
Bersumber dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa alasan berat badan wanita cepat naik di usia 50 ke atas:
1. Perubahan hormon saat menopause
Pada usia ini, banyak wanita memasuki masa menopause, yaitu kondisi ketika menstruasi berhenti setelah 12 bulan. Rata-rata menopause terjadi di usia sekitar 52 tahun, namun proses peralihannya bisa dimulai lebih awal.
Selama fase ini, kadar estrogen menurun. Kondisi ini dapat meningkatkan nafsu makan dan mendorong penumpukan lemak, terutama di area perut. Selain itu, Anda juga bisa mengalami gejala lain seperti rasa panas mendadak, gangguan tidur, dan kekeringan pada area intim.
2. Metabolisme melambat
Seiring bertambahnya usia, tubuh membakar kalori lebih sedikit, bahkan saat sedang beristirahat. Sebagian besar kalori yang dibakar tubuh berasal dari metabolisme dasar, yaitu energi yang digunakan untuk menjalankan fungsi tubuh sehari-hari.
Ketika metabolisme melambat, tubuh tidak lagi membutuhkan kalori sebanyak sebelumnya. Jika pola makan tidak disesuaikan, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak.
Baca Juga: 6 Minuman Sehat untuk Menurunkan Berat Badan Selain Air Putih
3. Berkurangnya massa otot
Setelah usia 30 tahun, massa otot perlahan menurun setiap 10 tahun. Otot berperan penting karena mampu membakar kalori lebih banyak dibandingkan lemak.
Ketika jumlah otot berkurang, pembakaran kalori juga ikut menurun. Selain itu, penurunan estrogen dapat membuat tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak dan kehilangan massa otot, meskipun berat badan terlihat tidak banyak berubah.
4. Perubahan gaya hidup
Aktivitas fisik sering menurun di usia 50 tahun ke atas. Hal ini bisa dipengaruhi oleh rasa lelah atau nyeri sendi. Di sisi lain, kebutuhan kalori juga ikut berkurang, sehingga penting untuk lebih memperhatikan kualitas makanan.
Beberapa kebiasaan yang dapat memicu kenaikan berat badan antara lain kurang asupan protein, terlalu sering mengonsumsi karbohidrat atau gula olahan, serta tetap makan dengan porsi lama meski kebutuhan energi sudah menurun.
Selain itu, kualitas tidur juga sering terganggu. Sekitar 40 hingga 50% wanita mengalami masalah tidur saat menopause. Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur rasa lapar, meningkatkan keinginan makan, dan membuat tubuh terasa lelah.
Stres juga berperan besar. Pada fase ini, tekanan dari pekerjaan atau kehidupan keluarga bisa meningkat. Stres memicu hormon kortisol yang dapat menyebabkan penumpukan lemak. Dalam kondisi ini, Anda mungkin lebih sering memilih makanan praktis atau menjalani aktivitas yang minim gerak.
Baca Juga: 15 Makanan untuk Membakar Lemak Tubuh secara Alami agar Berat Badan Turun
5. Kondisi kesehatan dan efek obat
Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi berat badan, seperti depresi yang bisa memicu makan berlebihan dan kurang aktivitas.
Selain itu, penggunaan obat tertentu seperti antidepresan atau obat tekanan darah juga dapat memengaruhi nafsu makan dan metabolisme tubuh, sehingga berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Itulah beberapa alasan berat badan wanita cepat naik di usia 50 ke atas. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News