MOMSMONEY.ID - Tren desain interior 2026 semakin hangat dan personal, simak inspirasi berikut agar rumah Anda nyaman, relevan, dan bernilai jangka panjang.
Tahun 2026 menandai perubahan besar dalam dunia desain interior, di mana rumah tidak lagi hanya diukur dari tampilan visualnya, tetapi juga dari rasa aman, nyaman, dan kedekatan emosional.
Banyak orang kini menginginkan hunian yang terasa hidup, berkarakter, serta mampu mendukung kesehatan mental di tengah rutinitas modern.
Pendekatan desain pun bergeser dari ruang dingin minimalis yang hangat, berlapis, dan penuh ekspresi personal.
Tren ini tidak muncul tanpa alasan, melainkan lahir dari pengalaman hidup pasca pandemi dan meningkatnya kesadaran akan kualitas ruang tinggal.
Mengutip dari Better Homes & Gardens , para pakar desain sepakat bahwa 2026 adalah tahun komitmen terhadap materi autentik dan ruang yang imersif.
“Jika 2025 adalah masa menemukan kembali kehangatan, maka 2026 adalah saat kita benar-benar merangkulnya,” ujar Ashley Rose Walsh, desainer interior Mojo Stumer Associates.
Baca Juga: 9 Warna Cat Ini yang Bisa Membuat Kamar Mandi Terasa Lebih Luas dan Nyaman
1. Kamar tidur bergaya kepompong
Kamar tidur menjadi pusat kenyamanan utama di tahun 2026. Konsep kepompong menghadirkan suasana intim melalui furnitur berlekuk lembut, lapisan tekstil tebal, dan pencahayaan yang menenangkan.
Bahan alami seperti linen, sutra, dan mohair membantu menciptakan ketenangan visual sekaligus akustik. Pendekatan ini mencerminkan pengalaman nyata para penghuni yang menjadikan kamar tidur sebagai ruang pemulihan, bukan sekadar tempat istirahat.
2. Logam yang menunya indah
Alih-alih mengejar kilap sempurna, tren 2026 justru memasuki logam yang berubah seiring waktu. Kuningan tanpa pernis, perunggu tua, dan tiang logam tangan dianggap memberi karakter jujur pada ruang.
Dari sudut pandang keahlian desain, materi ini dinilai lebih berkelanjutan karena tidak menuntut penggantian yang cepat dan tetap menarik meskipun menua.
3. Perawatan dinding berbahan alami
Dinding kini menjadi elemen aktif dalam desain interior. Kayu mentah, kain organik, serta cat rendah VOC semakin diminati karena aman bagi kesehatan dan lingkungan.
Para menilai arsitek tren ini sebagai bentuk tanggung jawab profesional dalam menciptakan perumahan yang tidak hanya indah, tetapi juga layak huni dalam jangka panjang.
4. Tekstil bermotif dengan identitas yang kuat
Tekstil bermotif kembali hadir dengan pendekatan yang lebih bermakna. Motif cetak tangan, garis tenun tradisional, dan floral klasik dipilih karena memiliki cerita dan nilai budaya.
Penggunaan pola ini memperkuat keaslian desain serta meningkatkan kepercayaan bahwa interior tidak sekadar mengikuti tren waktu.
Baca Juga: Dekorasi Kitsch Lagi Trendi? Ini Caranya Bikin Rumah yang Hangat dan Penuh Makna
5. Maksimalisme terkurasi
Maksimalisme di tahun 2026 bukan tentang menumpuk barang, melainkan memilih dengan sadar. Furnitur artistik, koleksi seni pribadi, dan barang antik disusun secara terarah.
Pendekatan ini mencerminkan pengalaman banyak pemilik rumah yang ingin menampilkan identitas tanpa mengorbankan kenyamanan.
6. Inspirasi desain ala perhotelan
Desain hunian mulai mengadopsi kenyamanan hotel, mulai dari tata ruang yang mengalir hingga material premium yang fungsional.
Pendekatan ini dinilai relevan karena menghadirkan pengalaman tinggal yang lebih berkualitas setiap hari. Prinsip desain ini banyak diterapkan oleh studio global yang berpengalaman di sektor perumahan dan perhotelan.
7. Interior berlapis yang tahan waktu
Interiornya dilapisi warna netral hangat sebagai dasar, kemudian diperkaya dengan tekstur dan aksen alami.
Pola dedaunan menggantikan bentuk geometris yang tajam untuk menciptakan suasana yang lebih organik. Desainer menilai pendekatan ini lebih tahan tren dan aman untuk investasi jangka panjang.
8. Langit-langit sebagai dinding kelima
Langit-langit kini diperlakukan sebagai elemen desain strategis. Aplikasi cat kontras atau wallpaper bertekstur mampu memberikan kejutan visual tanpa membuat ruangan terasa sempit.
Dari sudut pandang profesional, ini adalah solusi efektif untuk meningkatkan karakter ruang dengan intervensi minimal.
Baca Juga: Ini 8 Barang di Kamar Tidur yang Bikin Waktu Istirahat Anda Terganggu, Atur Segera
9. Warna hangat dan penuh suasana
Palet warna gelap dan hangat seperti hijau tua, biru pekat, dan nuansa rempah semakin populer. Warna digunakan secara menyeluruh untuk membangun atmosfer, bukan sekadar latar.
Pendekatan ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang psikologi warna dalam desain interior.
10. Apresiasi terhadap kerajinan tangan
Tahun 2026 menjadi panggung bagi material buatan tangan seperti plester kapur, kayu daur ulang, dan tekstil berkelanjutan.
Furnitur dengan patina alami dinilai lebih bernilai karena memiliki jejak proses dan cerita. Tren ini memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap desain yang etis dan berkelanjutan.
Tren desain interior 2026 menegaskan bahwa rumah ideal adalah ruang yang jujur, hangat, dan memiliki makna personal. Keindahan tidak lagi diukur dari kesempurnaan visual, melainkan dari kenyamanan dan keinginan.
Setelah memahami arah tren ini, pemilik rumah dapat menciptakan perumahan yang relevan hari ini sekaligus bernilai di masa depan.
Pendekatan desain yang fokus pada pengalaman nyata inilah yang menjadikan tahun 2026 sebagai era baru interior yang lebih manusiawi.
Selanjutnya: Ini Tren Properti yang Akan Mengubah Cara Memilih Rumah di Tahun 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News