MOMSMONEY.ID - Pernah merasa gaji baru masuk, tetapi saldo rekening sudah menipis sebelum akhir bulan? Kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh pengeluaran besar. Justru, kebiasaan mengeluarkan uang dalam nominal kecil setiap hari sering kali menjadi penyebab utama kebocoran keuangan.
Sekilas nominalnya memang terlihat tidak seberapa. Namun, jika dilakukan secara rutin, jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah dalam setahun. Karena itu, penting untuk mulai mengevaluasi pengeluaran harian agar kondisi keuangan tetap sehat.
Berikut lima cara yang bisa dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.
1. Evaluasi kembali pos pengeluaran harian dan bulanan
Langkah pertama untuk menjaga cash flow adalah memahami bagaimana uang digunakan setiap hari. Banyak pengeluaran kecil yang terasa ringan saat dilakukan dan sering kali luput disadari, tetapi dapat menjadi besar ketika terakumulasi dalam satu bulan.
Sebagai gambaran sederhana, kopi seharga Rp 25.000 yang dibeli setiap hari kerja setara dengan sekitar Rp 500.000 per bulan, atau sekitar Rp 6 juta per tahun. Angka itu belum termasuk ongkos parkir, biaya pengiriman makanan, dan langganan digital yang otomatis dipotong setiap bulan.
Pengeluaran seperti kopi, pembelian makanan secara online, transportasi, langganan digital, parkir, hingga belanja spontan sebaiknya mulai dievaluasi secara berkala.
Dengan melihat kembali pos pengeluaran harian dan bulanan, pengguna dapat mengetahui kebutuhan mana yang harus dipertahankan, pengeluaran mana yang bisa dikurangi, dan pengeluaran mana yang sebenarnya tidak terlalu prioritas.
Baca Juga: Jangan Lupa Siapkan Dana Perawatan Rumah, Segini Idealnya Menurut Perencana Keuangan
Asep Haekal, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication OVO, menyebutkan, pengguna dompet digital seperti OVO dapat melihat histori transaksi yang menjadi alat bantu sederhana untuk membaca pola pengeluaran.
Dari catatan transaksi tersebut, pengguna bisa melihat kategori pengeluaran yang paling sering muncul dan mulai menyusun strategi agar cash flow lebih terkendali.
Evaluasi rutin juga dapat membantu pengguna menemukan kategori pengeluaran yang paling sering menjadi sumber “kebocoran” anggaran, meskipun nilai setiap transaksinya terlihat kecil.
2. Atur skala prioritas pengeluaran
Setelah mengetahui pola pengeluaran, langkah berikutnya adalah menetapkan prioritas. Dalam situasi ekonomi yang dinamis, penting untuk membedakan antara kebutuhan utama, kebutuhan pendukung, dan keinginan.
Kerangka ini bisa diterapkan dengan membagi pemasukan bulanan ke dalam tiga kantong sejak awal bulan, bukan menunggu sisa di akhir bulan. Kebutuhan utama seperti makan, transportasi, tagihan, pendidikan, dan kesehatan sebaiknya tetap menjadi prioritas.
Sementara itu, pengeluaran untuk hiburan, belanja gaya hidup, atau pembelian impulsif dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
Pembagian tersebut dapat membantu masyarakat menentukan pengeluaran yang perlu didahulukan, pengeluaran yang masih dapat disesuaikan, serta pembelian yang dapat ditunda.
Mengatur skala prioritas bukan berarti berhenti menikmati gaya hidup, tetapi memastikan setiap pengeluaran dilakukan dengan lebih bijak dan sesuai dengan kemampuan. Dengan begitu, keputusan finansial menjadi lebih terencana dan tidak mengganggu kebutuhan lain yang lebih penting.
Baca Juga: Atur Keuangan Berdasarkan Siklus Menstruasi Moms, Begini Caranya
3. Maksimalkan saldo agar tetap bertumbuh
Selain mengatur pengeluaran, masyarakat juga dapat mulai memaksimalkan saldo yang dimiliki agar tidak hanya mengendap-endap. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan produk keuangan digital yang memberikan manfaat tambahan, selama hal tersebut sesuai dengan kebutuhan dan profil pengguna.
"OVO memiliki layanan OVO Nabung by Superbank, produk “rek-wallet” atau rekening e-wallet hasil kolaborasi OVO dan Superbank. Produk ini menggabungkan kemudahan penggunaan e-wallet dengan manfaat tabungan digital yang langsung tersedia di aplikasi OVO," ucap Asep dalam keterangan resminya, Kamis (6/8).
Melalui OVO Nabung, pengguna tetap dapat menggunakan OVO untuk transaksi sehari-hari, sekaligus mulai membangun kebiasaan menabung secara lebih konsisten. OVO Nabung menawarkan bunga hingga 5% per tahun sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga saldo yang dimiliki dapat memberikan manfaat tambahan.
Dengan akses yang praktis langsung dari aplikasi OVO, OVO Nabung dapat menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang ingin mulai mengelola saldo secara lebih terencana, tanpa menghilangkan kenyamanan dalam bertransaksi.
Dengan demikian, upaya menjaga cash flow tidak hanya berfokus pada pengendalian pengeluaran, tetapi juga pada pengoptimalan saldo yang tersedia agar dapat memberikan manfaat tambahan.
4. Manfaatkan promo dan diskon secara bijak
Promo dan diskon dapat menjadi salah satu cara untuk membantu memangkas pengeluaran rutin. Namun, agar benar-benar bermanfaat, promo sebaiknya digunakan secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan.
Pengguna perlu memastikan bahwa promo digunakan untuk transaksi yang memang sudah direncanakan, bukan sebagai alasan untuk berbelanja secara impulsif. Misalnya, memanfaatkan promo untuk kebutuhan makanan, transportasi, atau transaksi harian yang memang rutin dilakukan.
Kuncinya adalah menghitung manfaat promo berdasarkan pengeluaran yang memang sudah masuk dalam rencana, bukan berdasarkan besarnya potongan harga semata.
Baca Juga: Tips Membantu Keluarga Tanpa Mengganggu Keuangan Pribadi
OVO Nabung by Superbank juga menghadirkan kampanye Tau-Tau Untung untuk memberikan nilai tambah bagi pengguna dalam mengelola saldo dan transaksi hariannya.
Sebagai bagian dari kampanye ini, pengguna baru OVO Nabung dapat menikmati promo GrabFood sebesar 99% hingga Rp 30.000 tanpa minimum transaksi yang dapat digabungkan dengan promo GrabFood lain, serta gratis top up OVO Nabung hingga lima kali.
Dengan begitu, pengguna tidak hanya dapat mulai mengelola saldo secara lebih produktif, tetapi juga tetap dapat memanfaatkan promo secara bijak untuk membantu menghemat pengeluaran rutin.
5. Bangun Kebiasaan Finansial yang Konsisten
Menjaga keuangan tetap stabil membutuhkan kebiasaan yang dijalankan secara konsisten. Beberapa langkah sederhana yang bisa dimulai minggu ini:
- Cek histori transaksi setiap akhir pekan, bukan sebulan sekali
- Tentukan batas pengeluaran mingguan, bukan bulanan, agar lebih mudah dikoreksi
- Sisihkan saldo untuk ditabung di awal bulan, bukan dari sisa di akhir bulan
- Gunakan promo hanya untuk kebutuhan yang sudah masuk daftar belanja
Kebiasaan tersebut tidak harus dimulai dengan target yang besar. Langkah kecil yang dilakukan secara rutin justru lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Konsistensi menjadi kunci agar pengelolaan keuangan tidak hanya dilakukan saat kondisi sedang sulit, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas finansial sehari-hari. Dengan kebiasaan ini, masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi ekonomi yang berubah-ubah.
Di era digital, layanan keuangan seperti dompet digital dan tabungan digital dapat menjadi alat bantu untuk mengelola kebutuhan finansial dengan lebih praktis. Namun, manfaatnya akan lebih optimal apabila digunakan dengan kesadaran, perencanaan, dan disiplin yang baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News