MOMSMONEY.ID - Membantu keluarga tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu keuangan pribadi, asal tahu prioritas dan batas kemampuan.
Membantu keluarga adalah hal yang wajar, apalagi ketika orang tua atau saudara sedang menghadapi kebutuhan mendesak.
Namun, niat baik juga perlu disesuaikan dengan kondisi dompet agar kehidupan rumah tangga sendiri tetap aman. Jangan sampai terlalu sering membantu justru membuat tabungan terkuras atau kebutuhan penting tertunda.
Melansir dari Guidingwealth, kestabilan finansial pribadi sebaiknya menjadi dasar sebelum menentukan bentuk bantuan untuk keluarga.
“Bantuan yang sehat harus tetap memperhatikan kemampuan finansial orang yang memberi,” dikutip dari Guidingwealth.
Baca Juga: Begini Cara Melindungi Aset Keluarga Saat Usaha Terancam Bangkrut
Cara menghitung kemampuan
Sebelum memberikan uang, lihat dulu kondisi keuangan secara keseluruhan. Hitung penghasilan, kebutuhan sehari hari, cicilan, tabungan, dan dana darurat.
Setelah kebutuhan utama terpenuhi, tentukan nominal yang masih sanggup diberikan. Tidak perlu mengikuti jumlah yang diberikan orang lain karena kondisi keuangan setiap keluarga berbeda.
Bedakan kebutuhan dan keinginan
Tidak semua permintaan harus langsung dipenuhi. Biaya pengobatan, makanan, tempat tinggal, atau pendidikan biasanya memiliki prioritas lebih tinggi daripada kebutuhan yang masih dapat ditunda.
Melansir dari ishratamin, perencanaan bantuan keluarga perlu mempertimbangkan kebutuhan kerabat sekaligus kemampuan orang yang memberikan bantuan. Prinsip ini dapat diterapkan dengan membuat urutan prioritas sederhana.
- Kesehatan dan kebutuhan dasar.
- Tempat tinggal dan tagihan penting.
- Pendidikan atau kebutuhan produktif.
- Keperluan tambahan yang tidak mendesak.
Buat batas bantuan yang jelas
Jika bantuan diberikan secara rutin, masukkan nominalnya ke dalam anggaran bulanan. Cara ini membuat seseorang lebih mudah mengetahui berapa jumlah yang sebenarnya mampu diberikan.
Misalnya, setelah kebutuhan rumah tangga, cicilan, tabungan, dan dana darurat terpenuhi, barulah sebagian uang dialokasikan untuk keluarga. Jangan mengambil dana darurat hanya karena muncul permintaan tambahan.
Jangan menanggung sendirian
Kebutuhan keluarga besar sebaiknya dibicarakan bersama. Jika ada beberapa saudara yang memiliki penghasilan, tanggung jawab dapat dibagi sesuai kemampuan masing-masing.
Bantuan juga tidak selalu berbentuk uang. Mengantar orang tua berobat, membantu mengurus dokumen, membelikan kebutuhan rumah, atau menyediakan waktu bisa menjadi kontribusi yang sama pentingnya.
Baca Juga: Kakeibo, Cara Sederhana Orang Jepang Atur Keuangan biar Gak Boros
Berani mengatakan sesuai kemampuan
Menetapkan batas bukan berarti tidak menyayangi keluarga. Justru komunikasi yang terbuka dapat mencegah munculnya harapan bahwa seseorang selalu mampu memberikan uang kapan saja.
Untuk bantuan bernilai besar, terutama pinjaman atau urusan aset, kesepakatan sebaiknya dibuat secara jelas. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko salah paham di kemudian hari.
Membantu tanpa mengorbankan keuangan
Kondisi finansial pribadi tetap perlu dijaga meskipun ingin membantu keluarga. Prioritaskan kebutuhan utama, siapkan dana darurat, buat batas bantuan, lalu komunikasikan kemampuan secara jujur.
Memakai pola tersebut, membantu keluarga tidak harus menjadi beban. Kepedulian tetap bisa diberikan, sementara keuangan pribadi tetap memiliki ruang untuk bertahan dan berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News