M O M S M O N E Y I D
Keluarga

5 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat yang Aman dan Ampuh

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ada 5 cara menghilangkan bopeng bekas jerawat yang bisa Anda coba. Cari tahu selengkapnya di sini, Moms.

Bopeng atau pockmarks adalah noda dengan bentuk cekung yang terlihat seperti lubang atau lekukan pada kulit.

Salah satu penyebab bopeng yang paling umum adalah jerawat. Mengutip Curology, jerawat yang parah dapat menyebabkan bekas jerawat (sering kali bekas luka atrofi) selama proses penyembuhan. Bekas jerawat ini kerap muncul sebagai cekungan atau lekukan akibat kerusakan inflamasi pada lapisan kulit yang lebih dalam.

Baca Juga: 3 Shio Paling Sukses dalam Karir, Ambisius dan Pekerja Keras!

Dalam merawat kulit yang bopeng, penggunaan skincare memang bisa membantu. Namun, hasilnya cenderung kurang maksimal dan tidak bisa benar-benar menghilangkan bopeng.

Sebagai solusi yang lebih ampuh, berikut 5 cara menghilangkan bopeng bekas jerawat sebagaimana dilansir dari Healthline dan Medical News Today.

1. Dermabrasi

Cara menghilangkan bopeng bekas jerawat yang pertama adalah dermabrasi.

Memiliki hasil yang serupa dengan chemical peeling, dermabrasi dilakukan menggunakan mesin pengamplas kulit untuk menghilangkan epidermis dan dermis.

Dermabrasi membutuhkan anestesi lokal atau umum tergantung besar kecilnya area kulit yang terkena bopeng.

Kendati bisa menciptakan tampilan kulit yang lebih merata dan mengurangi bopeng, dalam beberapa kasus dermabrasi bisa menyebabkan bekas luka baru atau pori-pori membesar. Selain itu, dermabrasi juga berisiko menyebabkan infeksi kulit saat lapisan dermis yang lebih dalam dihilangkan.

2. Mikrodermabrasi

Cara menghilangkan bopeng bekas jerawat yang kedua adalah mikrodermabrasi.

Mikrodermabrasi mampu menghilangkan bopeng dengan cara menghilangkan lapisan kulit terluar (epidermis) menggunakan bahan abrasif alih-alih bahan kimia atau mesin pengamplas kulit.

Adapun bahan abrasif yang digunakan untuk melakukan mikrodermabrasi adalah kristal kecil bikarbonat atau aluminium oksida.

Mikrodermabrasi biasanya tidak menimbulkan efek samping dan cenderung bekerja paling baik jika dilakukan secara teratur.

3. Microneedling

Cara menghilangkan bopeng bekas jerawat yang ketiga adalah microneedling.

Disebut juga sebagai terapi induksi kolagen, microneedling dilakukan menggunakan jarum kecil khusus untuk menusuk bagian kulit yang bermasalah.

Saat luka bekas tusukan jarum microneedling mulai sembuh, kulit akan memproduksi lebih banyak kolagen. Pada gilirannya, jumlah kolagen yang meningkat akan mengisi area kulit yang bopeng.

Untuk hasil maksimal, American Academy of Dermatology merekomendasikan perawatan lanjutan setiap 2-6 minggu. Dalam waktu setidaknya 9 bulan, kemungkinan besar hasil yang siginifikan akan mulai terlihat.

Baca Juga: 4 Pasangan Zodiak Paling Toxic, Sebaiknya Tidak Bersama!

4. Ablative laser resurfacing

Cara menghilangkan bopeng bekas jerawat yang keempat adalah ablative laser resurfacing.

Untuk bopeng, ablative laser resurfacing bekerja dengan cara menghilangkan lapisan tipis kulit.

Termasuk bentuk perawatan laser yang paling invasif, ablative laser resurfacing memerlukan waktu pemulihan selama 1-2 minggu. Meskipun begitu, hasil dari perawatan ini bisa bertahan selama bertahun-tahun bahkan tanpa perawatan tambahan.

Di sisi lain, ablative laser resurfacing memiliki beberapa efek samping meliputi perubahan pigmentasi, kemerahan dan bengkak, jerawat, jaringan parut lebih lanjut, hingga infeksi.

5. Filler

Cara menghilangkan bopeng bekas jerawat yang terakhir adalah filler.

Filler dilakukan dengan menyuntikkan kolagen atau zat berbasis lemak ke area kulit yang bermasalah.

Filler memang tidak bisa menghilangkan bopeng sepenuhnya, namun perawatan ini mampu memperbaiki tampilan kulit yang terdapat bopeng dengan cara mengisinya.

Menurut American Academy of Dermatology, hasil dari filler bisa bertahan selama 6 bulan hingga tanpa batas waktu tergantung jenis pengisi yang digunakan.

Itu dia 5 cara menghilangkan bopeng bekas jerawat. Kira-kira, mana yang ingin Anda coba?

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.