M O M S M O N E Y I D
Bugar

4 Kesalahpahaman tentang TB yang Masih Banyak Dipercaya Masyarakat, Begini Faktanya

4 Kesalahpahaman tentang TB yang Masih Banyak Dipercaya Masyarakat, Begini Faktanya
Reporter: Shintia Rahma Islamiati  |  Editor: shintia rahma


MOMSMONEY.ID - Tuberkulosis atau TB masih menjadi salah satu penyakit menular dengan jumlah kasus tinggi di Indonesia. Namun, di balik tingginya angka kasus tersebut, masih banyak anggapan keliru yang dipercaya masyarakat.

Ketua Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) Prof. Erlina Burhan meluruskan sejumlah kesalahpahaman tersebut, agar masyarakat lebih memahami penyakit TB dan tidak lagi memberikan stigma kepada penyintas.

1. Sudah tidak batuk berarti TB sudah sembuh

Faktanya pengobatan tetap harus diselesaikan hingga tuntas. Prof. Erlina menjelaskan banyak pasien menghentikan pengobatan setelah dua bulan karena gejala seperti batuk, batuk darah, demam, dan penurunan berat badan sudah hilang.

Padahal, kondisi tersebut bukan berarti seluruh bakteri penyebab TB telah mati.

“Kalau pengobatan tidak selesai, sebagian kuman masih tersisa. Karena obat dihentikan, kuman yang tersisa bisa berubah menjadi lebih kuat atau menjadi resisten terhadap obat,” ujar Prof. Erlina di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Ia menyebutkan, pengobatan TB umumnya berlangsung selama enam bulan sehingga pasien harus disiplin menjalani terapi hingga selesai untuk mencegah resistensi obat.

Baca Juga: Tidak Ada Work Life Balance, Kenali Tanda Tempat Kerja Anda Toxic

2. TBC hanya menyerang orang miskin atau tinggal di lingkungan kumuh

Faktanya siapa pun bisa terkena TB. Menurut Prof. Erlina, memang lingkungan padat dan minim ventilasi dapat meningkatkan risiko penularan. Namun, bukan berarti TB hanya menyerang masyarakat di kawasan kumuh.

Ia mencontohkan, penderita diabetes juga memiliki risiko lebih tinggi terkena TB karena sistem kekebalan tubuhnya menurun, terlepas dari kondisi ekonomi mereka.

“Ini tidak selalu benar bahwa TB dikaitkan dengan kemiskinan atau tempat yang kotor. Memang ada benarnya, tetapi tidak absolut,” katanya.

Baca Juga: Jangan Takut Kepanasan! Ini 7 Penyakit Akibat Kurang Sinar Matahari termasuk Kanker

3. TB menular lewat piring, gelas, atau sendok

Faktanya TB menular melalui udara. Prof. Erlina menegaskan, bakteri TB menyebar melalui droplet yang keluar saat penderita batuk, kemudian terhirup oleh orang lain.

Di ruangan yang lembap, minim sinar matahari, dan ventilasinya buruk, bakteri TB dapat bertahan lebih lama sehingga risiko penularan meningkat.

“Jangan lagi ada yang mengatakan kalau penderita TB harus dipisahkan piring, gelas, atau sendoknya. TB tidak menular lewat alat makan, tetapi lewat udara,” ujarnya.

Baca Juga: Daftar Buah yang Wajib Dihindari Penderita Diabetes, Pisang Termasuk

4. Berhenti minum obat tidak masalah asalkan sudah merasa sehat

Faktanya menghentikan pengobatan dapat memicu TB kebal obat.

Selain merasa sembuh, pasien juga kerap menghentikan terapi karena bosan menjalani pengobatan selama enam bulan, kurang mendapat edukasi, mengalami efek samping obat, atau takut diketahui mengidap TB akibat stigma masyarakat.

Menurut Prof. Erlina, tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi bahwa efek samping seperti mual, muntah, atau gatal bukan alasan untuk menghentikan pengobatan. Pasien sebaiknya kembali ke fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan.

Ia berharap, masyarakat tidak lagi memberikan stigma kepada penderita TB. Sebaliknya, masyarakat perlu lebih waspada terhadap gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun, demam terutama pada malam hari, maupun batuk berdarah, lalu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kandungan Enzim Papain & Vitamin C dalam Pepaya Redakan Radang Sendi Asam Urat

Kandungan enzim papain dan vitamin C dalam pepaya efektif redakan radang sendi. Cek deretan buah lain penurun asam urat.

Promo Hypermart Weekday 18-20 Agustus 2026, Aneka Buah Import Harga Diskon

Cek dan manfaatkan katalog promo Hypermart Weekday periode 18-20 Agustus 2026 untuk belanja di awal pekan.

Ramalan Shio Besok Rabu 19 Agustus 2026, Waktu Tepat Memulai Kegiatan Baru

Cek ramalan shio besok 19 Agustus 2026. Simak peruntungan 12 shio dalam karier, keuangan, cinta, kesehatan, dan shio paling hoki.

Ramalan Zodiak Besok Rabu 19 Agustus 2026, Segera Bertindak Cepat

Simak ramalan zodiak besok Rabu 19 Agustus 2026, peluang besar dari cinta, karier, keuangan hingga kesehatan terlengkap di sini.

Cari Selisih Harga Jual-Buyback Emas yang Tipis? Cek Perbandingan Spread Tiap Merek

Emas UBS mencatat pelebaran spread terbesar, sementara Pegadaian tetap memiliki spread paling kecil.

Rahasia Awet Muda, Sunscreen Powder Ampuh Cegah Penuaan Dini

Kulit terlindungi dan tetap awet muda dengan sunscreen powder. Cek rekomendasi terbaik untuk mengunci riasan seharian.

Ranking Harga Buyback Emas Hari ini, Emas Antam Masih Tertinggi

Harga buyback emas hari ini naik pada seluruh produk logam mulia yang dipantau. Kenaikan terbesar  pada UBS, namun Antam masih tertinggi.

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Rabu (19/8), Berawan hingga Udara Kabur

Cek prakiraan cuaca Yogyakarta Rabu (19/8). Mayoritas wilayah diprediksi berawan, dengan suhu udara mencapai 32°C.

Sumut Diguyur Hujan Besok Rabu (19/8), Cek Prakiraan Cuaca Selengkapnya

BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Sumut berpotensi hujan ringan pada Rabu (19/8). Cek cuaca dan suhu di seluruh kabupaten/kota.

Prakiraan Cuaca Sumbar Besok Rabu (19/8), Wilayah Ini Berpotensi Hujan Petir

BMKG memprakirakan cuaca Sumbar Rabu (19/8) didominasi hujan ringan dan berawan. Payakumbuh berpotensi hujan petir.