M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Bahaya Menyemprot Parfum ke Leher bagi Kesehatan, Bisa Ganggu Kelenjar Tiroid!

4 Bahaya Menyemprot Parfum ke Leher bagi Kesehatan, Bisa Ganggu Kelenjar Tiroid!
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Kebiasaan semprot parfum ke leher menyimpan bahaya tersembunyi. Wajib tahu, berikut adalah 4 bahaya menyemprot parfum ke leher bagi kesehatan Anda.

Menyemprotkan parfum ke area leher merupakan kebiasaan yang sangat umum dilakukan hampir semua orang agar aromanya dapat tercium lebih intens oleh orang-orang sekitar.

Namun, di balik kebiasaan ini, terdapat risiko kesehatan yang jarang disadari. Pasalnya, leher memiliki kulit yang jauh lebih tipis dan sensitif dibandingkan area tubuh lainnya.

Paparan berulang bahan kimia sintetis pada parfum di area leher yang terbuka dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari reaksi kulit akut hingga potensi gangguan sistemik jangka panjang.

Baca Juga: 4 Perbedaan Eau De Parfum dan Extrait De Parfum, Mana yang Lebih Awet?

Memahami risiko ini sangat penting agar Anda tetap bisa tampil wangi tanpa harus mengorbankan kesehatan kulit maupun pernapasan Anda.

Wajib tahu, berikut adalah 4 bahaya menyemprot parfum ke leher sebagaimana dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), Healthline, dan WebMD.

1. Risiko terjadi dermatitis kontak akibat alergi bahan kimia

Kulit leher memiliki lapisan epidermis yang sangat tipis dengan jumlah kelenjar minyak yang minim. Sehingga, sangat mudah menyerap zat apapun yang diaplikasikan di atasnya.

Kebanyakan parfum mengandung campuran rumit dari senyawa pewangi sintetis, alkohol, dan bahan pengawet yang merupakan alergen umum. Jika Anda menyemprotkannya langsung ke leher, bahan kimia ini dapat memicu dermatitis kontak alergi.

Gejalanya tidak selalu muncul seketika, namun sering kali berupa kemerahan, rasa gatal yang hebat, sensasi terbakar, atau munculnya ruam kering bersisik setelah penggunaan berulang.

Kondisi ini membuat area leher menjadi sangat rentan terhadap iritasi kronis jika kebiasaan menyemprotkan parfum tidak segera dihentikan.

2. Risiko penyerapan bahan kimia berbahaya oleh kelenjar tiroid

Tepat di bawah permukaan kulit leher bagian depan terdapat kelenjar tiroid, sebuah organ berbentuk kupu-kupu yang memegang peranan krusial dalam mengatur seluruh metabolisme tubuh kita.

Kulit leher yang tipis dan kaya akan pembuluh darah kapiler membuat proses penyerapan zat eksternal (transdermal absorption) berlangsung jauh lebih cepat.

Banyak parfum komersial mengandung senyawa kimia sintetis seperti musk buatan dan turunan benzena yang tergolong dalam xenobiotik.

Menyemprotkan zat kimia pekat ini secara konstan tepat di area kelenjar tiroid dikhawatirkan dapat mengiritasi jaringan lokal dan mengganggu mekanisme kerja sensitif dari kelenjar tersebut dalam jangka panjang.

Baca Juga: 4 Tanda Hormon Kortisol Tinggi pada Wanita, Salah Satunya Perut Buncit

3. Gangguan pernapasan akibat inhalasi senyawa volatil

Menyemprotkan parfum ke leher akan secara otomatis menempatkan titik semprotan sangat dekat dengan hidung dan saluran pernapasan Anda.

Parfum mengandung senyawa organik volatil (volatile organic compounds atau VOCs) yang berfungsi menyebarkan aroma ke udara.

Bagi individu yang memiliki sistem pernapasan sensitif, penderita asma, atau pengidap alergi pernapasan, menghirup partikel parfum dengan konsentrasi tinggi tepat di bawah hidung dapat memicu iritasi saluran napas. Hal ini sering bermanifestasi sebagai bersin-bersin, batuk, sesak napas ringan, hingga pemicu serangan asma.

Paparan langsung yang dekat ini akan memaksa paru-paru menyerap bahan kimia sintetis tersebut setiap kali Anda menarik napas.

4. Penyerapan endokrin yang mengganggu keseimbangan hormon

Banyak parfum komersial menggunakan phthalates, yaitu senyawa kimia yang berfungsi sebagai pengikat aroma agar lebih awet menempel di kulit. Senyawa ini dikenal sebagai endocrine disruptors atau pengganggu hormon.

Area leher yang kaya akan pembuluh darah kapiler yang berada dekat dengan permukaan kulit memungkinkan zat kimia ini terserap ke dalam aliran darah dengan lebih mudah melalui proses penyerapan transdermal.

Paparan phthalates dalam jangka panjang dan terus-menerus melalui kulit leher dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan hormon alami tubuh.

Meskipun pengaruhnya tidak instan, namun akumulasi paparan kimiawi yang diserap langsung ke dalam sistem tubuh melalui area sensitif ini tentu merupakan risiko kesehatan yang patut dipertimbangkan demi keamanan jangka panjang.

Itulah 4 bahaya menyemprot parfum ke leher bagi kesehatan. Alih-alih menyemprotkan parfum langsung ke kulit leher, semprotkanlah parfum ke udara di depan Anda lalu berjalanlah melewati "kabut" parfum tersebut agar wangi menempel secara merata dan tipis pada tubuh serta pakaian.

Alternatif lainnya adalah menyemprotkan parfum pada titik yang jauh dari area wajah dan leher, seperti pergelangan tangan bagian dalam. Atau, semprotkan parfum pada sisir sebelum merapikan rambut, sehingga aromanya tetap terpancar tanpa membahayakan kulit leher atau saluran pernapasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Valuasi Obligasi Menarik, Investor Disarankan Tetap Jaga Daya Tahan Portofolio

Ketidakpastian suku bunga global, harga energi, rupiah dan kebijakan domestik membuat investor harus selektif, meski valuasi obligasi menarik.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (13/8), Hanya Provinsi Ini Masih Turun Hujan Lebat

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Kamis 13 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat hanya di provinsi berikut ini.

5 Tanda Kulit Kekurangan Ceramide, Bukan Hanya Kemerahan

Berikut adalah 5 tanda kulit kekurangan ceramide yang harus Anda perhatikan agar kesehatan kulit kembali optimal.

Benar Bikin Cepat Langsing? Ini 6 Risiko Diet Tinggi Protein yang Bisa Merusak Ginjal

Banyak orang memilih diet tinggi protein untuk membakar lemak, namun abai akan bahaya kesehatannya. Pahami risikonya agar tidak salah langkah!

Selisih Harga Jual-Buyback Emas Kian Lebar, Cek Spread Paling Tipis

Selisih harga jual-buyback paling tipis Rp 130.000 per gram, sedangkan yang terlebar mencapai Rp 264.300 per gram.

Makan Mi Ayam Pakai Saus dan Micin Brutal, Waspadai 7 Bahaya bagi Tubuh

Mengonsumsi saus instan dan MSG berlebihan dapat memicu berbagai risiko penyakit kronis seperti diabetes hingga kerusakan saraf.

Harga Buyback Emas Hari Ini Turun, Antam Tetap di Posisi Teratas

Harga buyback emas hari ini mayoritas turun. Antam masih mencatat harga buyback tertinggi, sedangkan harga UBS paling rendah.

Ramalan Shio Besok Kamis 13 Agustus 2026, Cek Peruntungan Paling Hoki

Simak ramalan shio Kamis 13 Agustus 2026, cek peluang karier, keuangan, cinta, kesehatan, dan shio paling beruntung yang lengkap di sini.

Waspada Kabut dan Asap, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur Kamis dan Jumat didominasi cerah, dengan suhu berkisar 14–32 derajat Celsius.

Pasar Global Terbuka, Ini yang Perlu Disiapkan Pelaku UMKM

​Trade Indonesia menyiapkan sejumlah layanan untuk mendukung pelaku usaha, mulai dari promosi digital hingga akses ekspor-impor dan pembiayaan