M O M S M O N E Y I D
Santai

Wabah Ebola di Afrika Makin Menyebar, 139 Orang Mati Diduga Akibat Penyakit Ini

Wabah Ebola di Afrika Makin Menyebar, 139 Orang Mati Diduga Akibat Penyakit Ini
Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Wabah penyakit Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda terus merenggut korban jiwa. Di luar kasus yang terkonfirmasi, ada hampir 600 kasus yang diduga dan 139 kematian yang diduga.

Sejauh ini, 51 kasus Ebola telah terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo, yang tersebar di Provinsi Ituri dan Kivu Utara, termasuk di Kota Bunia dan Goma.

Seorang warga negara Amerika Serikat yang bekerja di Republik Demokratik Kongo juga terkonfirmasi positif Ebola, dan telah dipindahkan ke Jerman.

Di Uganda, ada dua kasus terkonfirmasi di Ibu Kota Kampala, termasuk satu kematian, di antara dua individu yang melakukan perjalanan dari Republik Demokratik Kongo ke Uganda.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, ada beberapa faktor yang menimbulkan kekhawatiran serius tentang potensi penyebaran lebih lanjut dan kematian lebih lanjut.

Baca Juga: WHO Tetapkan Wabah Ebola Sebagai Keadaan Darurat, Tingkat Kematian 50%

Pertama, di luar kasus yang dikonfirmasi, ada hampir 600 kasus yang diduga dan 139 kematian yang diduga.

"Kami memperkirakan, angka-angka tersebut akan terus meningkat, mengingat lamanya virus beredar sebelum wabah terdeteksi," kata Tedros dalam pernyataan resmi yang Momsmoney terima, Rabu (20/5).

Kedua, epidemi telah meluas, dengan kasus dilaporkan di beberapa daerah perkotaan di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.

Ketiga, kematian telah dilaporkan di antara petugas kesehatan, menunjukkan penularan terkait perawatan kesehatan.

Keempat, terdapat pergerakan penduduk yang signifikan di daerah tersebut.

Tedros menungkapkan, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, sangat tidak aman. 

Konflik bersenjata meningkat sejak akhir 2025, dan pertempuran meningkat secara signifikan selama dua bulan terakhir, dengan lebih dari 100.000 orang baru mengungsi.

Daerah ini juga merupakan zona pertambangan, dengan tingkat pergerakan penduduk yang tinggi yang meningkatkan risiko penyebaran virus Ebola lebih lanjut.

Baca Juga: Hantavirus bakal Menjadi Covid Lainnya? Ini Kata WHO

Dan kelima, epidemi ini disebabkan oleh virus Bundibugyo, spesies virus Ebola yang belum memiliki vaksin atau terapi yang disetujui.

"Mengingat semua risiko ini, saya memutuskan, sangat mendesak untuk bertindak segera untuk mencegah lebih banyak kematian dan memobilisasi respons internasional yang efektif," tegas Tedros.

Pada Minggu, 17 Mei 2026, Tedros menyatakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atas epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.

"Ini adalah pertama kalinya seorang Direktur Jenderal WHO menyatakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional sebelum mengadakan Komite Darurat," ungkapnya.

Dia mengambil langkah ini sesuai dengan Pasal 12 Peraturan Kesehatan Internasional, setelah berkonsultasi dengan Menteri Kesehatan Republik Demokratik Kongo dan Uganda, dan mengingat perlunya tindakan mendesak.

Tapi, "Saya menetapkan, situasi tersebut bukanlah keadaan darurat pandemi, yang merupakan klasifikasi baru dan tertinggi berdasarkan Peraturan Kesehatan Internasional yang telah diubah," tegasnya.

Komite Darurat berdasarkan Peraturan Kesehatan Internasional, yang bertemu Selasa, 19 Mei 2026, sepakat bahwa situasi tersebut adalah keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, tetapi bukan keadaan darurat pandemi.

"WHO menilai risiko epidemi tersebut tinggi di tingkat nasional dan regional, dan rendah di tingkat global," imbuh Tedros.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Sebelum Beli Emas, Bandingkan Selisih Harga Jual-Buyback Tiap Merek

Semakin kecil spread harga emas, umumnya semakin cepat peluang untuk mendapatkan cuan saat menjual kembali emas.

4 Ciri-Ciri Stres Berat pada Wanita yang Sering Diabaikan

Stres berat pada wanita bisa memengaruhi fungsi otak. Inilah 4 ciri-ciri stres berat pada wanita yang wajib Anda tahu.  

Beban Dengue di Indonesia Tembus Rp 9 Triliun, Ini Langkah Pencegahannya

Tidak untuk disepelekan, kasus dengue di Indonesia tercatat menanggung beban ekonomi hampir Rp 9 triliun. Berikut selengkapnya

Peringkat Harga Buyback Emas Hari Ini, Merek Mana yang Tertinggi?

Pergerakan harga buyback emas hari ini beragam pada masing-masing merek. Cek perubahan harganya sebelum melego emas!  

4 Ciri-Ciri Tas Bottega Veneta Palsu yang Wajib Anda Waspadai, Jangan Tertipu!

Tas Bottega Veneta asli mustahil ditiru secara sempurna. Wajib tahu sebelum beli, berikut adalah 4 ciri-ciri tas Bottega Veneta palsu.

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok Rabu (22/7), Berawan Merata di 27 Daerah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat pada Rabu (22/7) dominan berawan, tanpa potensi hujan di seluruh wilayah.

Kompak Berawan, Begini Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Rabu (22/7) & Suhu Udara

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Rabu (22/7) didominasi berawan tanpa potensi hujan ringan di seluruh wilayah.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Rabu (22/7), Mayoritas Wilayah Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur Rabu (22/7) didominasi berawan, disertai udara kabur di sejumlah wilayah.

Prakiraan Cuaca Banten Besok (22/7), Waspadai Hujan Ringan Turun di Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah Banten akan didominasi cuaca berawan dan waspadai hujan ringan turun di daerah Cilegon dan Serang.​

Diprediksi Berawan, Begini Prakiraan Cuaca Besok (22/7) di DKI Jakarta

​BMKG memperkirakan cuaca besok di seluruh wilayah DKI Jakarta akan berawan, sementara lusa akan cerah.