MOMSMONEY.ID - Belajar tidak hanya soal memahami teori di kelas. Sebanyak 100 siswa dari 16 SMA di wilayah Jabodetabek mendapat kesempatan mengasah kemampuan riset, berpikir kritis, kreativitas, hingga pemecahan masalah melalui program Young Voices for a Sustainable Future.
Program kolaborasi BASF Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) tersebut mengajak siswa mengenali berbagai persoalan di lingkungan sekitar, kemudian mengembangkan ide untuk mencari solusinya.
Sejak April 2026, para siswa yang terbagi dalam 20 tim mengikuti rangkaian pembelajaran hingga menghasilkan proposal inovasi.
Pendekatan yang digunakan memadukan design thinking dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).
Siswa melakukan riset, menentukan masalah, menyusun konsep, hingga merancang pengembangan prototipe dengan pendampingan mentor.
Baca Juga: Anak SMK Bisa Jadi Mekanik sekaligus Wirausaha, Ini Bekalnya
Berbagai ide yang dikembangkan berkaitan dengan persoalan limbah, akses air bersih, energi alternatif, pencemaran lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Program ini, menurut Rurry Fatchurrachman, Kasubtim Peserta Didik Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, memberi ruang bagi siswa untuk menerjemahkan pengetahuan menjadi aksi nyata yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
“Melalui proses mengenali persoalan dan mengembangkan solusi, siswa mengasah penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi,” ungkapnya dalam keterangan Kamis (1/10).
Puncak program digelar melalui National Innovation Challenge yang diikuti 10 tim finalis. Dalam ajang ini, siswa mempresentasikan masalah, konsep solusi, manfaat, target pengguna, hingga rencana pengembangan prototipe di hadapan dewan juri dari dunia usaha, sektor pendidikan, dan praktisi keberlanjutan.
Dari ajang tersebut, Tim Gen V dari SMAN 21 Jakarta keluar sebagai pemenang melalui inovasi O2H: Atmospheric Water Harvesting System.
Baca Juga: Belajar Bisnis Sejak SMA, Ribuan Siswa Sudah Punya Pengalaman Bangun Usaha
Inovasi tersebut dirancang untuk membantu mengatasi keterbatasan akses air bersih dengan mengubah kelembapan udara menjadi air melalui proses penyaringan dan sterilisasi.
Utami Anita Herawati, Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, mengatakan, generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar informasi tentang masalah lingkungan.
“Mereka perlu mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu penyebab masalah, mencoba berbagai gagasan, bekerja sama, menerima masukan, dan memperbaiki solusi yang mereka kembangkan,” ujarnya.
Selain menghasilkan ide inovasi, proses tersebut menjadi pengalaman belajar bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, riset, kreativitas, dan pemecahan masalah yang dapat menjadi bekal untuk pendidikan dan karier mereka di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News