MOMSMONEY.ID - Sekolah kejuruan tidak hanya menjadi tempat siswa mempelajari keterampilan teknis. Keahlian yang diperoleh di sekolah juga dapat dikembangkan menjadi pengalaman kerja maupun bekal untuk membuka usaha.
Salah satu contohnya datang dari Muhammad Rochmani, siswa SMK Harapan Mulya Kendal yang mengambil jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor.
Ketertarikannya terhadap otomotif sejak kecil membawanya mengikuti Enduro Home Service (EHS), program bengkel motor di SMK binaan PT Pertamina Lubricants (PTPL).
Melalui program tersebut, Muhammad tidak hanya mempelajari keterampilan perbengkelan roda dua, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik melayani kebutuhan servis kendaraan masyarakat.
Kemampuan tersebut kemudian diuji melalui Enduro Skill Contest (ESC) 2025. Muhammad berhasil menjadi juara pertama kategori kewirausahaan dan mendapat kesempatan mengunjungi paddock tim balap MotoGP saat Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025.
Pengalaman itu menjadi salah satu contoh bagaimana keterampilan yang dipelajari siswa SMK dapat diperluas dengan pengalaman praktik dan pengetahuan kewirausahaan.
Baca Juga: Pentingnya Peran Inkubator Saat Memulai Menjadi Wirausaha
Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan, pihaknya ingin memberikan ruang bagi siswa untuk menguji kemampuan yang telah dipelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata.
“Melalui kompetisi seperti Enduro Skill Contest, kami berharap siswa semakin percaya diri untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia otomotif profesional,” ujar Rika dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).
Tak hanya soal keterampilan teknis
Kemampuan teknis menjadi salah satu bekal siswa, tetapi pengalaman tersebut juga dapat dikembangkan ke arah kewirausahaan.
Hal ini menjadi bagian dari Enduro Entrepreneurship Program (EEP), program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pertamina Lubricants yang tidak hanya menyasar siswa SMK.
Sejak 2023, program tersebut telah melahirkan 169 bengkel binaan dengan total omzet lebih dari Rp11 miliar.
Pertamina Lubricants menyebut pembinaan yang diberikan mencakup keterampilan usaha dan pendampingan mengenai pengelolaan bengkel, pemasaran, pengembangan usaha hingga pelayanan pelanggan.
“Program ini bukan sekadar meningkatkan kemampuan teknis. Kami ingin keterampilan yang sudah dimiliki masyarakat bisa benar-benar digunakan untuk menjalankan usaha secara mandiri dan melayani kebutuhan di sekitarnya,” kata Rika.
Baca Juga: Siswa SMA dan SMK Belajar Bisnis, AI hingga Literasi Finansial
Selain siswa SMK, EEP memberikan pelatihan dan dukungan usaha kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan, nelayan, penyandang disabilitas dan santri.
Hingga saat ini, 7.284 orang telah mendapatkan pelatihan, sedangkan total penerima manfaat program disebut telah mencapai lebih dari 82.000 orang.
Kesempatan untuk mengembangkan kemampuan siswa SMK kembali hadir melalui Enduro Skill Contest 2026 yang berlangsung pada 30 September hingga 1 Oktober 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.
Sebanyak 13 dari 55 SMK binaan Pertamina Lubricants mengikuti kompetisi tersebut. Tahun ini, kompetisi mencakup kategori Dutapreneur, Social Media Competition dan Mechanical Skill.
Bagi siswa maupun orang tua, keterampilan vokasi dapat menjadi salah satu bekal untuk memasuki dunia kerja. Ketika dilengkapi dengan pengalaman praktik dan kemampuan kewirausahaan, keterampilan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News