M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Tips Parenting di Era Digital, Seperti Apa?

Tips Parenting di Era Digital, Seperti Apa?
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Seiring perkembangan waktu, pola asuh orangtua kini menghadapi perubahan. Pasalnya, di era digital saat ini, paparan informasi mengenai pola asuh anak atau parenting mengalir tanpa henti di media sosial. Fenomena ini menciptakan pedang bermata dua bagi para orang tua.

Di satu sisi, kemudahan akses informasi membantu deteksi dini kesehatan anak. Tetapi di sisi lain, muncul stigma baru yang kerap melabeli kewaspadaan ibu sebagai bentuk kecemasan berlebihan atau overthinking.

Sering kali, Moms pasti pernah dihadapkan dengan sebuah situasi seperti saat sedang menikmati makan, tiba-tiba muncul perasaan tidak tenang mengenai kondisi si kecil yang sedang tidur di kamar. Benar saja, ketika diperiksa, anak tampak gelisah, tidurnya kurang nyenyak, bahkan mulai terlihat ruam pada tubuhnya.

Meskipun tanda seperti rewel atau kulit kemerahan ini muncul berulang, sifatnya yang masih abu-abu terkadang membuat ibu terjebak dalam konflik batin. Ada tarikan antara logika yang mencoba menenangkan dengan suara hati yang terus memberikan sinyal waspada. 

Kekhawatiran tersebut seringkali diredam dengan penjelasan yang terdengar masuk akal seperti fase pertumbuhan atau perubahan mood biasa. Namun, kemunculan gejala fisik tidak biasa yang dideteksi melalui suara hati seorang ibu sebenarnya merupakan indikasi awal bahwa si kecil memerlukan perhatian lebih lanjut.

Baca Juga: Studi IHDC Ungkap Anemia dan Stunting Ganggu Working Memory pada Anak

Menanggapi fenomena ini, dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, menjelaskan melalui konten edukasinya di TikTok @iansuteja bahwa suara hati atau pengamatan seorang ibu sebenarnya adalah instrumen medis paling awal dalam kehidupan seorang anak. Dirinya menekankan bahwa dalam banyak kasus, sosok yang paling memahami kondisi kesehatan anak adalah orang tuanya sendiri.

"Ingat ya, dokter anak terbaik itu adalah ya bundanya sendiri," ujar dr. Ian dalam keterangan yang diterima Kamis (23/4).. Ia mendorong para ibu untuk mulai menggunakan pengamatan tajam mereka yang mampu menyadari perubahan-perubahan kecil pada anak. Kewaspadaan ini bukan sekadar ketakutan tanpa dasar, melainkan sinyal awal yang sangat penting untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan kesehatan sejak dini.

Dr. Ian mengingatkan bahwa gejala suatu kondisi kesehatan tidak selalu terlihat jelas dan bisa muncul dengan tanda yang berbeda pada setiap anak. Ia mencontohkan bagaimana hal kecil bisa menjadi petunjuk penting. "Contohnya bunda melihat ada ruam-ruam yang timbul, jangan disepelekan ya karena bisa jadi ternyata si kecil punya alergi," ungkapnya.

Selain masalah kulit, perubahan pada pola pencernaan seperti anak yang sering muntah atau diare, hingga masalah pernapasan seperti batuk dan pilek yang terjadi secara berulang juga patut dicermati. Jika gejala-gejala ini diabaikan hanya karena takut dianggap terlalu khawatir, dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan tumbuh kembang anak di masa depan.

Baca Juga: Apa Itu ADHD? Ketahui Ciri-cirinya pada Anak, Remaja, & Dewasa yang Harus Diwaspadai

Agar kewaspadaan tidak hanya menjadi beban pikiran, langkah selanjutnya adalah melakukan validasi. Validasi ini penting untuk mengubah asumsi subjektif menjadi modal informasi yang bisa dikonsultasikan secara profesional ke dokter anak. Salah satu cara efektif adalah dengan memanfaatkan alat bantu kesehatan atau skema deteksi dini yang sudah terstandarisasi secara medis.

"Penting bagi bunda untuk tidak hanya mengandalkan asumsi, tapi juga melakukan langkah validasi," jelas dr. Ian.

Dengan beralih ke data yang lebih terukur, status kekhawatiran orang tua akan bertransformasi dari sekadar perasaan menjadi informasi berbasis panduan medis resmi. Hal ini memberikan landasan yang akurat bagi orang tua untuk segera berdiskusi dengan tenaga medis tanpa harus merasa ragu atau dianggap "berlebihan" oleh lingkungan sekitar.

Agar pengamatan tersebut tidak sekadar menjadi beban pikiran, Moms disarankan untuk menguatkan insting dengan berkonsultasi ke tenaga medis apabila terdapat ciri atau gejala ruam merah atau perut kembung. Namun saat ini untuk memvalidasi overthinking Moms akan tersedia alat deteksi dini digital yang praktis dan sesuai dengan panduan medis resmi, sehingga Moms bisa mengubah keraguan menjadi data objektif dalam hitungan menit. Dengan mengambil langkah proaktif yang terukur.

Baca Juga: 4 Bahaya Overpraising atau Memuji Anak Secara Berlebihan, Moms Harus Tahu!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Penderita Asam Urat Bebas Nyeri Sendi, Cuma Minum Susu Rendah Lemak

Minum susu rendah lemak efektif membuang asam urat lewat urin. Ketahui jenis susu terbaik agar nyeri sendi tidak sering kumat.

Penderita Asam Urat Bebas Nyeri Sendi, Cuma Minum Susu Rendah Lemak

Minum susu rendah lemak efektif membuang asam urat lewat urin. Ketahui jenis susu terbaik agar nyeri sendi tidak sering kumat.

Bisa Turunkan Kolesterol, Cek Apa Saja Manfaat Edamame untuk Kesehatan di Sini

Sering dikonsumsi sebagai camilan sehat, mari intip sederet manfaat kesehatan kacang edamame di sini.

Ombre Lip Cream OMG: Hasil Matte Bikin Bibir Moms Flawless hingga 12 Jam

Bibir sawo matang sering kesulitan cari warna ombre lip cream yang pas. Pilihan shade maroon dan deep brown ini hadirkan kesan manis classy.

6 Tanda Anda Kelamaan Duduk, Badan Terasa Sakit hingga Postur Buruk

Cari tahu tanda dan ciri Anda terlalu banyak duduk di sini. Salah satunya badan terasa sakit semua. 

Layar Redmi Note 17 Tembus 7 Inci, Tampil Beda Usung Panel AMOLED 120Hz

Panel AMOLED FHD+ 7 inci kini menghiasi bagian depan Redmi Note 17 lo. Ukuran raksasa ini memberikan pengalaman visual yang jauh berbeda.

25 Ucapan Hari Radio Nasional 2026 untuk Rayakan HUT RRI

Terdapat lebih dari 10 ucapan Hari Radio Nasional 2026 di artikel ini untuk dibagikan di media sosial sebagai referensi ucapan penuh makna.

7 Cara Menyembuhkan Ambeien secara Alami yang Efektif Redakan Nyeri, Dicoba ya

Temukan berbagai cara menyembuhkan ambeien secara alami di rumah mulai dari kompres es hingga pemanfaatan lidah buaya.

Trailer dan Poster Film Hasut Dirilis, Sajikan Horor Lewat Suara

Tuta Films merilis trailer dan poster resmi film Hasut yang jadi debut penyutradaraan Ilya Sigma.     

Tanpa 7 Organ Tubuh Ini Ternyata Manusia Masih Bisa Hidup dan Beraktivitas, lo

Beberapa organ tubuh bersifat pendukung. Simak daftar organ tubuh yang membuat manusia tetap bisa bertahan hidup meski tanpa organ tersebut.