M O M S M O N E Y I D
AturUang

Tips Frugal Living & Mengatur Keuangan biar Tidak Terjebak Masalah Finansial

Tips Frugal Living & Mengatur Keuangan biar Tidak Terjebak Masalah Finansial
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Mari simak tips frugal living dan mengatur keuangan berikut ini biar tidak terjebak masalah finansial yuk.    

Menghadapi era yang serba cepat dan penuh tantangan, terutama penting bagi kaum muda memahami gaya hidul dan keuangan milenial secara bijak. 

Terutama untuk generasi milenial, yang sering kali terjebak dalam gaya hidup (frugal living) konsumtif dan kurang disiplin dalam mengelola penghasilan. 

Artikel ini akan mengupas kebiasaan keuangan yang membahayakan serta langkah-langkah konkret yang sudah Momsmoney rangkum dari laman Sunlife dan Bogartwealth agar generasi milenial dapat hidup lebih stabil serta mandiri secara finansial.

Sering nongkrong di kafe bisa mengganggu stabilitas keuangan milenial

Kebiasaan duduk manis sambil ngopi di kafe memang terasa menyenangkan, apalagi kalau sambil diskusi santai bareng teman. 

Tapi sayangnya, gaya hidup ini bisa menjadi jebakan finansial yang tak disadari. Coba bayangkan, jika seminggu tiga kali ngopi dengan biaya Rp50.000 sekali nongkrong, dalam sebulan Anda sudah menghabiskan Rp600.000 hanya untuk kopi.

Mengatur keuangan milenial dimulai dari kesadaran kecil seperti ini. Lebih baik mulai biasakan membuat kopi sendiri di rumah atau undang teman berkumpul di tempat yang lebih hemat biaya.

Baca Juga: Rahasia Sukses Finansial Warren Buffett yang Bisa Moms Tiru dari Sekarang

Bepergian tanpa perencanaan bisa merusak keuangan milenial

Traveling memang menggoda, apalagi saat media sosial dipenuhi konten liburan seru. Tapi jangan sampai hal ini mengorbankan kondisi finansial Anda. Banyak milenial rela berutang atau mencicil demi liburan.

Tips mengatur keuangan milenial yang bijak adalah dengan membuat anggaran khusus untuk liburan dan tidak menjadikannya sebagai kebutuhan utama. Liburan seharusnya menyenangkan, bukan malah menambah beban cicilan.

Mengikuti tren tanpa sadar bisa menjadi jebakan gaya hidup milenial

Sering merasa "FOMO" kalau belum punya outfit terbaru atau gadget tercanggih? Hati-hati, ini bisa jadi akar masalah keuangan Anda. Mengikuti tren memang sah-sah saja, tapi pastikan sesuai kemampuan.

Tips mengatur keuangan kaum milenial mengajarkan kita untuk hidup realistis. Jangan biarkan keinginan sesaat merusak tujuan jangka panjang seperti membeli rumah atau memulai investasi.

Diskon bukan alasan membeli barang yang tidak dibutuhkan

Diskon besar-besaran memang menggiurkan. Tapi belanja karena tergoda harga murah, bukan karena butuh, justru bisa jadi pemborosan. Banyak milenial merasa "hemat" karena beli saat diskon, padahal barang tersebut tidak terlalu dibutuhkan.

Mengatur keuangan milenial artinya juga belajar menahan diri. Selalu tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya benar-benar membutuhkan ini?"

Baca Juga: Yuk, Kenali Tantangan Finansial Gen Z dan Cara Membuat Keputusan yang Lebih Bijak

Mudah tergoda utang bisa menjebak milenial dalam lingkaran tagihan

Dengan kemudahan cicilan dan layanan pinjaman digital, banyak milenial terjerat utang hanya untuk memenuhi gaya hidup. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak jangka panjang dan mengganggu kesehatan mental serta skor kredit.

Tips mengatur keuangan milenial yang sehat adalah menghindari utang konsumtif. Fokuslah pada pembelian berdasarkan kebutuhan, bukan gengsi.

Menunda menabung membuat milenial rentan di masa depan

Tidak peduli seberapa kecil penghasilan Anda, kebiasaan menabung tetap penting. Banyak milenial menunda menabung karena merasa uangnya pas-pasan.

Padahal, mengatur keuangan kaum milenial bisa dimulai dari hal sederhana: sisihkan minimal 10% dari penghasilan setiap bulan. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Enggan punya asuransi bisa jadi kesalahan besar

Banyak milenial berpikir bahwa asuransi itu mahal dan belum perlu. Padahal, asuransi justru bisa melindungi aset dan masa depan dari risiko finansial yang tak terduga seperti kecelakaan atau sakit berat.

Tips mengatur keuangan milenial tak hanya soal tabungan dan pengeluaran, tapi juga soal mitigasi risiko. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, bukan?

Baca Juga: Ini Langkah Strategi Menuju Kemandirian Finansial di Tahun 2025

Tantangan keuangan milenial perlu dihadapi dengan strategi cerdas

Generasi milenial menghadapi realitas keuangan yang kompleks seperti utang pendidikan, pasar kerja kompetitif, hingga tekanan sosial dari gaya hidup digital. Karena itu, dibutuhkan langkah strategis yang bisa mengarahkan mereka menuju kemandirian finansial.

Berikut strategi praktis yang bisa dilakukan:

  1. Tentukan tujuan finansial: Buat daftar prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang.
  2. Buat anggaran bulanan: Catat semua pengeluaran dan evaluasi tiap akhir bulan.
  3. Siapkan dana darurat: Minimal setara 3–6 bulan biaya hidup, simpan di rekening terpisah.
  4. Bijak pakai kartu kredit: Gunakan sesuai kemampuan bayar, bukan untuk konsumsi impulsif.
  5. Kurangi utang konsumtif: Fokus lunasi utang lama sebelum ambil pinjaman baru.
  6. Manfaatkan teknologi keuangan: Gunakan aplikasi keuangan untuk budgeting dan monitoring pengeluaran.

Saatnya milenial mulai bijak mengatur keuangan sejak sekarang

Kini saat yang tepat bagi generasi muda untuk lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap kondisi finansialnya. Dengan menerapkan tips mengatur keuangan milenial, Anda bisa menghindari jebakan gaya hidup boros dan mempersiapkan masa depan yang lebih aman. 

Jangan tunggu sampai terlilit masalah keuangan. Ubah kebiasaan dari sekarang, karena keputusan finansial hari ini akan menentukan arah hidup Anda di tahun-tahun mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Thailand Masters 2026: 6 Wakil Indonesia ke Final, Segel 2 Gelar Juara

Hasil Thailand Masters 2026 Babak Semifinal Sabtu (31/1), 6 wakil Indonesia menembus partai final dan menyegel 2 gelar juara.

Harga Bitcoin Bergerak Liar, Investor Disarankan Berhati-hati

Volatilitas tinggi menandakan pasar belum sepenuhnya tenang setelah gelombang jual atau likuidasi besar. 

Aset Kripto Ini Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers saat Pasar Rontok

Kripto Canton, salah satu yang bertahan naik dan menghuni kripto top gainers 24 jam terakhir.       

Harga Emas Pekan Ini Ditutup Ambles di bawah US$ 5.000, Ini Penyebabnya!

Pada perdagangan intraday Jumat, emas sempat ambles 12%, penurunan terbesar dalam empat dekade atawa awal 1980-an.

Musikal Perahu Kertas Resmi Berlayar, Tampil hingga 15 Februari di Ciputra Artpreneur

Musikal Perahu Kertas resmi berlayar, tampil hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur Jakarta dengan total 21 pertunjukan.​

Samsung Galaxy A55: Desain Mewah Mirip S24, Performa Ngebut di Kelas Menengah

Samsung Galaxy A55 hadir dengan desain bingkai logam dan layar OLED adaptif 120Hz, sangat mirip S24+.  

7 Khasiat Konsumsi Buah Melon untuk Kesehatan Tubuh yang Luar Biasa

Ternyata ini, lho, khasiat konsumsi buah melon untuk kesehatan tubuh yang luar biasa. Apa saja?        

Rekomendasi HP Kamera 200 MP: Pilihan Terbaik Januari 2026, Foto Sejernih DSLR

HP kamera 200 MP menjanjikan lompatan kualitas foto. Ketahui bagaimana teknologi ini akan mengubah pengalaman fotografi Anda.

Harga Emas Antam Sabtu 31 Januari 2026 Turun

Harga dasar emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.860.000 Sabtu (31/1/2026), turun Rp 260.000 dibanding harga Jumat (30/1/2026).

Anjlok Parah Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Sabtu (31/1/2026)

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Sabtu (31/1/2026) kompak turun. Emas Galeri 24 1 gram jadi Rp 3.171.000, emas UBS Rp 3.186.000