M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ternyata Ini Manfaat Ricotta Cheese, Keju Kaya Protein Aman untuk Diet

Ternyata Ini Manfaat Ricotta Cheese, Keju Kaya Protein Aman untuk Diet
Penulis: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Pernah dengar tentang ricotta cheese? Keju paling aman buat diet ini punya beragam manfaat loh.

Percaya atau tidak, secara teknis ricotta tidak termasuk dalam kategori keju.

Produk ini sebenarnya merupakan hasil sampingan olahan susu yang telah dikonsumsi sejak lama dan dibuat dari whey, yaitu cairan yang tersisa setelah pembuatan jenis keju lainnya.

Menurut British Heart Foundation, ricotta rendah garam dan lemak, hanya 10% lemak, enam persen di antaranya adalah lemak jenuh.

Ditambah lagi, ricotta mengandung banyak vitamin dan mineral, termasuk vitamin K dan kalsium, keduanya bermanfaat untuk kesehatan tulang dan pembekuan darah.

Selain itu, mari intip apa saja manfaat lain riccota cheese yang bisa tubuh Anda peroleh melansir Very Well Fit.

Baca Juga: Makan Buah Nanas Asam Ternyata Aman untuk Asam Urat, Enzimnya Redakan Nyeri

Mendukung kesehatan tulang

Kalsium dan protein yang terkandung dalam keju ricotta serta produk olahan susu lainnya berperan dalam menjaga kesehatan tulang. Asupan ini merupakan faktor kunci untuk mencegah patah tulang dan osteoporosis, serta mengurangi hilangnya massa tulang akibat penuaan.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita berusia 19 hingga 50 tahun yang menghindari produk olahan susu hanya memperoleh 44% dari jumlah kalsium yang dianjurkan, serta 57% dari kebutuhan magnesium dan kalium. Zat-zat gizi ini memegang peranan penting dalam pembentukan tulang.

Menurunkan risiko kanker kolorektal

Penelitian menunjukkan bahwa produk susu membantu mengurangi risiko kanker kolorektal. Efek ini kemungkinan besar disebabkan oleh kandungan kalsiumnya.

Meta-analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa asupan produk susu secara konsisten berkorelasi dengan rendahnya risiko kanker kolorektal dan kanker usus besar.

Mengurangi peradangan

Peradangan berkontribusi terhadap gangguan metabolisme seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Mengonsumsi keju ricotta dan produk susu lainnya juga dapat mengurangi jenis peradangan tertentu.

Produk susu dikaitkan dengan kemungkinan efek menguntungkan pada penanda biologis peradangan.

Baca Juga: 7 Jenis Buah Tinggi Gula, Anak-Anak Jangan Konsumsi Berlebihan

Meningkatkan asupan vitamin B12

Vitamin B12 adalah nutrisi penting yang mendukung metabolisme dan kesehatan otak. Sumber terbaik vitamin B12 berasal dari produk hewani, termasuk daging dan produk susu.

Bagi mereka yang jarang mengonsumsi daging atau menghindarinya sama sekali, produk susu seperti keju ricotta merupakan sumber vitamin B12 yang sangat baik.

Produk susu merupakan sumber vitamin B12 yang sangat baik dengan tingkat bioavailabilitas tinggi, yang terbukti mampu meningkatkan kadar vitamin B12 dalam tubuh secara lebih efektif dibandingkan suplemen.

Menjaga berat badan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi produk susu membantu mempertahankan massa tubuh tanpa lemak saat asupan kalori dikurangi, sehingga membantu Anda menurunkan lemak tubuh sekaligus menjaga massa otot.

Produk susu juga terbukti membantu penurunan berat badan selama menjalani diet rendah kalori. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kandungan protein yang tinggi dalam produk susu, yang diketahui dapat meningkatkan rasa kenyang sekaligus membantu pembentukan dan pemeliharaan otot.

Selain manfaat di atas, melansir Vogue, ada ragam manfaat lain mengonsumsi riccota cheese seperti:

1. Memiliki indeks glikemik rendah, yang berarti tidak akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

2. Kaya akan vitamin B12 yang mendukung metabolisme yang sehat, pembentukan sel darah merah, serta kesehatan sistem saraf yang baik.

3. Berkat kandungan proteinnya yang tinggi, makanan ini memberikan rasa kenyang lebih lama.

4. Karena mengandung protein whey dan fosfor, ricotta dapat membantu mengatur tekanan darah.

5. Kaya akan protein yang dapat membantu pembentukan dan pemulihan otot.

Nah, itulah tadi manfaat mengonsumsi riccota cheese atau keju riccota

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 1 Oktober 2026, Lebih Berani Untuk Bersuara

Simak ramalan 12 zodiak hari ini 1 Oktober 2026, mulai Aries hingga Pisces. Cek kabar karier, keuangan, asmara, dan kesehatan terbaru.

Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp 14.000, Selisih Buyback Rp 190.000

Harga emas Antam dan buyback kompak turun Rp 14.000 pada hari ini Kamis (1/10) sehingga selisih harga dengan buyback Rp 190.000.

Inilah Harga Komoditas Pangan di Awal Bulan Oktober, Cabai Makin Pedas

Sejumlah harga komoditas pangan seperti harga beras premium turun tipis di awal bulan Oktober, tetapi harga cabai melonjak tajam.

Exynos 1580 Dongkrak Performa HP Samsung Ini, Ada Jaminan 6 Kali Pembaruan OS

Layar AMOLED HP Samsung A56 sanggup capai kecerahan 1.900 nits. Ketahui seberapa jernih visualnya di bawah terik matahari.

Kesehatan Mental Terganggu, Produktivitas dan Ekonomi Ikut Tertekan

Laporan terbaru menunjukkan gangguan kesehatan mental dapat menimbulkan kerugian ekonomi hingga memengaruhi partisipasi di dunia kerja.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini (1/10) Kompak Melonjak, UBS Jadi Rp 2.552.000 per Gram

Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian hari ini melonjak pada Kamis (1/10), berikut daftar harga lengkapnya.

Kenali Shrinkflation, Harga Tetap tapi Isi Produk Makin Sedikit

Shrinkflation membuat ukuran atau isi produk berkurang meski harga relatif tetap. Simak cara membandingkan harga dan mengatur anggaran belanja.

Influenza A Meningkat, Ini Gejala dan Pencegahannya

Dari 198 spesimen yang diperiksa, sebanyak 105 spesimen dinyatakan positif Influenza A(H1N1)pdm09 dan tujuh spesimen positif Influenza A(H3N2).

Biar Gak Gampang Capek, Terapkan 5 Kebiasaan Sehat Ini Selama Musim Kemarau yuk

Jangan biarkan cuaca panas menguras energi Anda. Ketahui kebiasaan sehat pencegah lelah yang wajib dilakukan selama musim kemarau.  

Gula Darah Tinggi Mengintai: Pankreas Kerja Keras Akibat Makanan Kemasan

WHO membatasi asupan gula tambahan harian maksimal 25 gram. Pelajari jenis makanan kemasan yang tanpa sadar melampaui batas tersebut.