MOMSMONEY.ID - Moms bisa menjaga bisnis tetap berjalan dengan mengatur waktu, memisahkan uang usaha, dan menyiapkan dana cadangan.
Menjalankan usaha sambil mengurus keluarga memang punya tantangan sendiri. Waktu kerja tidak selalu bisa panjang karena ada anak, pekerjaan rumah, dan kebutuhan keluarga yang datang bergantian.
Karena itu, Moms tidak harus memaksakan diri produktif sepanjang hari untuk membuat bisnis tetap berkembang. Yang lebih penting adalah memiliki cara sederhana untuk menentukan prioritas, menjaga uang usaha, dan memberi ruang untuk beristirahat.
Melansir dari northamericancompany, perencanaan waktu dan pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu working moms mengurangi beban sekaligus lebih siap menghadapi kebutuhan yang tidak terduga.
“Perencanaan waktu membantu memaksimalkan waktu, menentukan prioritas, dan fokus pada hal yang paling penting,” dikutip dari North American Company.
Baca Juga: 5 Pekerjaan Online dari Rumah yang Bisa Dicoba Pemula dan Prospeknya
Menentukan pekerjaan yang benar benar penting
Moms tidak perlu memenuhi kalender dengan banyak pekerjaan. Setiap awal minggu, pilih tiga sampai lima tugas yang paling berpengaruh terhadap bisnis.
Contohnya menyelesaikan pesanan, menghubungi calon pelanggan, membuat produk, mengecek pemasukan, atau mengurus pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan.
Pekerjaan yang kurang mendesak bisa dikerjakan setelah tugas utama selesai. Dengan begitu, waktu yang terbatas tetap digunakan untuk sesuatu yang memberikan dampak nyata.
Membuat jadwal yang bisa berubah
Jadwal mompreneur sebaiknya tidak terlalu kaku. Sisakan ruang apabila anak membutuhkan perhatian atau ada urusan keluarga yang muncul tiba-tiba.
Moms dapat membagi waktu menjadi beberapa blok, seperti waktu bisnis, keluarga, pekerjaan rumah, administrasi, dan istirahat.
Mengutip dari imwithanna, batas yang jelas antara waktu kerja dan keluarga dapat membantu menjaga fokus sekaligus mengurangi pekerjaan yang terus terbawa ke waktu pribadi.
Kalau hanya punya waktu sebentar, manfaatkan sesi fokus sekitar 25 menit lalu beristirahat lima menit. Tidak perlu menunggu waktu luang berjam jam untuk menyelesaikan sesuatu.
Memisahkan uang usaha dan uang keluarga
Bisnis bisa terlihat ramai, tetapi kondisi keuangannya belum tentu sehat jika uang usaha bercampur dengan kebutuhan rumah tangga.
Buat pencatatan sederhana mengenai pemasukan dan pengeluaran usaha. Bila memungkinkan, gunakan rekening atau tempat penyimpanan yang berbeda untuk uang bisnis dan kebutuhan pribadi.
Kebiasaan ini membuat Moms lebih mudah mengetahui berapa uang yang benar benar tersedia untuk operasional, tabungan, dan kebutuhan keluarga. Pencatatan yang rapi juga berguna ketika harus mengevaluasi arus kas dan kewajiban finansial usaha.
Baca Juga: Atur Keuangan Berdasarkan Siklus Menstruasi Moms, Begini Caranya
Membangun dana cadangan secara bertahap
Pendapatan usaha tidak selalu sama setiap bulan. Karena itu, dana cadangan penting untuk membantu keluarga dan bisnis ketika pemasukan sedang turun atau muncul kebutuhan mendadak.
Salah satu acuan yang dapat dipertimbangkan adalah dana kebutuhan hidup selama tiga sampai enam bulan. Untuk bisnis, Moms bisa membuat cadangan operasional sendiri sesuai biaya rutin usaha.
Tidak harus langsung besar. Menyisihkan sebagian pemasukan secara konsisten jauh lebih masuk akal daripada menunggu punya uang berlebih.
Mengecek bisnis cukup 30 menit setiap minggu
Moms tidak perlu menghabiskan waktu berjam jam untuk mengevaluasi bisnis. Luangkan sekitar 30 menit setiap minggu untuk melihat kondisi usaha. Gunakan waktu tersebut untuk:
- Mengecek pemasukan dan pengeluaran.
- Melihat tagihan atau kewajiban yang akan datang.
- Menentukan tiga pekerjaan utama minggu berikutnya.
- Mengecek uang yang sudah disisihkan.
- Menyesuaikan jadwal dengan kebutuhan keluarga.
Kebiasaan kecil ini membantu Moms mengetahui lebih cepat jika pengeluaran mulai membesar atau pekerjaan bisnis sudah terlalu banyak mengambil waktu.
Memberi ruang untuk diri sendiri
Membangun bisnis bukan berarti Moms harus selalu bekerja. Istirahat, tidur cukup, olahraga, dan waktu bersama keluarga juga perlu masuk dalam jadwal.
Ketika kondisi keluarga berubah, rencana bisnis boleh ikut menyesuaikan. Tidak semua target harus selesai pada hari yang sama.
Pada akhirnya, cara mengatur waktu dan keuangan untuk mompreneur bukan tentang membuat jadwal yang sempurna. Memiliki sistem sederhana yang bisa dijalankan secara konsisten, sehingga bisnis tetap bergerak tanpa membuat kehidupan keluarga dan waktu pribadi ikut terabaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News