M O M S M O N E Y I D
AturUang

Cara Berhenti Jual Waktu dan Mulai Bangun Kekayaan ala Warren Buffett

Cara Berhenti Jual Waktu dan Mulai Bangun Kekayaan ala Warren Buffett
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Segera pahami cara berhenti jual waktu dan mulai bangun aset agar uang bekerja untuk Anda, ini strategi realistis yang bisa langsung dicoba.

Banyak orang di Indonesia bekerja keras setiap hari dengan harapan hidupnya akan semakin baik. Gaji naik, jabatan meningkat, dan jam kerja bertambah panjang. Namun tanpa disadari, pola ini sering membuat seseorang terjebak dalam siklus yang sama selama bertahun tahun.

Warren Buffett pernah mengingatkan bahwa selama seseorang masih bergantung pada penghasilan dari waktu yang ia tukarkan, maka ia belum benar benar membangun kekayaan. Ia hanya menukar hidupnya dengan bayaran per jam.

Melansir dari New Trader U, Buffett menekankan bahwa sumber kekayaan sejati berasal dari aset yang tetap menghasilkan meskipun Anda tidak bekerja secara aktif. 

“Jika Anda tidak menemukan cara untuk menghasilkan uang saat Anda tidur, Anda akan bekerja sampai Anda mati,” ujar Warren Buffett.

Baca Juga: Awas Penyakit Kritis Bisa Ganggu Finansial di Usia Produktif Gen Z dan Milenial

Batas pendapatan dari kerja aktif

Realita paling sederhana dalam hidup adalah waktu kita terbatas. Sehari hanya ada 24 jam dan tidak bisa ditambah. Artinya, jika penghasilan Anda bergantung pada kerja:

  1. Semakin banyak waktu bekerja, semakin besar penghasilan
  2. Saat berhenti bekerja, penghasilan ikut berhenti

Inilah yang disebut pendapatan linier. Banyak pekerja profesional di Indonesia seperti karyawan kantoran, freelancer, hingga tenaga ahli masih berada di pola ini.

Melansir dari New Trader U, pola ini membuat banyak orang sulit naik level secara finansial karena fokusnya hanya meningkatkan penghasilan aktif, bukan membangun sumber pemasukan baru.

Aset yang bekerja untuk Anda

Perbedaan paling besar antara orang yang sekadar bekerja dan yang benar benar membangun kekayaan ada pada kepemilikan aset.

Aset adalah sesuatu yang bisa menghasilkan uang tanpa harus Anda pantau setiap saat. Contohnya:

  • Usaha yang sudah berjalan sistematis
  • Properti yang disewakan
  • Saham perusahaan

Buffett sering mengibaratkan aset seperti jembatan tol. Sekali dibangun, orang akan terus melewati dan Anda mendapatkan hasilnya berulang kali.

Di era digital Indonesia saat ini, konsep ini juga terlihat pada bisnis online, konten digital, hingga aplikasi yang bisa menghasilkan pemasukan tanpa harus selalu aktif setiap hari.

Kenapa compounding hanya bekerja pada aset?

Banyak orang berpikir bahwa menabung saja cukup untuk menjadi kaya. Padahal yang membuat uang berkembang pesat adalah efek compounding. Compounding terjadi saat:

  • Keuntungan diinvestasikan kembali
  • Nilai terus bertambah dari waktu ke waktu
  • Pertumbuhan menjadi semakin cepat

Hal ini tidak bisa terjadi pada gaji. Gaji hanya naik jika Anda bekerja lebih keras atau naik jabatan.

“Seseorang bisa menikmati hasil hari ini karena ada yang menanam sejak lama,” kata Warren Buffett.

Baca Juga: Tips Membangun Keuangan Stabil dari Gaji Pas-pasan ala Warren Buffett

Jebakan gaya hidup yang sering tidak disadari

Saat penghasilan meningkat, gaya hidup biasanya ikut naik. Ini yang sering menjadi penghambat terbesar.
Contohnya:

  • Gaji naik langsung upgrade kendaraan
  • Pengeluaran hiburan makin besar
  • Cicilan bertambah

Akibatnya, meskipun penghasilan besar, tetap tidak ada dana yang dialokasikan untuk investasi. Padahal kunci utamanya sederhana, yaitu menjaga pengeluaran tetap terkendali agar ada ruang untuk membangun aset.

Kesabaran adalah kunci yang sering diabaikan

Di dunia kerja, kita terbiasa dengan hasil cepat. Tapi dalam investasi, hasil besar justru datang dari waktu dan konsistensi.

Melansir dari Investor.gov, membangun kekayaan umumnya berasal dari kebiasaan sederhana seperti menyisihkan sebagian penghasilan dan menginvestasikannya secara rutin dalam jangka panjang.

Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak sabar melihat hasil yang tidak instan.

Langkah realistis membangun kekayaan dari nol

Untuk kondisi Anda di Indonesia saat ini, langkah berikut bisa banget mulai coba diterapkan:

1. Mengelola utang dengan bijak

Hindari bunga tinggi yang membuat keuangan sulit berkembang. Prioritaskan melunasi utang konsumtif.

2. Membuat anggaran 

Catat pemasukan dan pengeluaran agar tahu ke mana uang Anda pergi setiap bulan.

3. Menyisihkan penghasilan secara rutin

Mulai dari nominal kecil tidak masalah. Yang penting konsisten.

4. Membangun dana darurat

Ini penting untuk menghadapi kondisi tak terduga tanpa harus berutang.

5. Mulai investasi secara bertahap

Tidak perlu langsung besar. Fokus pada kebiasaan jangka panjang.

Mengutip dari Investor.gov, investasi rutin ditambah waktu menjadi formula sederhana yang terbukti efektif untuk membangun stabilitas finansial.

Baca Juga: Tabungan Habis Setelah Beli Rumah? Ini Cara Cerdas Balikin Kondisi Finansial

Investasi terbaik adalah diri sendiri

Sebelum berbicara soal aset besar, langkah awal yang paling penting adalah meningkatkan kualitas diri.
Ini bisa dilakukan dengan:

  1. Belajar skill baru
  2. Membaca buku dan memperluas wawasan
  3. Mengembangkan pola pikir finansial yang sehat

Warren Buffett sendiri dikenal sebagai pembelajar aktif yang terus mengasah pengetahuannya sepanjang hidup.

Bekerja itu penting, tapi menjadikan gaji sebagai satu satunya sumber penghasilan adalah risiko jangka panjang.

Jika ingin benar benar berkembang secara finansial, Anda perlu mulai mengubah cara berpikir. Bukan hanya bekerja untuk uang, tetapi membuat uang juga bekerja untuk Anda.

Mulai dari langkah kecil, konsisten, dan sabar. Karena pada akhirnya, kekayaan bukan dibangun dalam semalam, melainkan dari keputusan sederhana yang dilakukan terus menerus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Gokana Perpanjang Promo Paket Nasi & Ramen Spesial hingga 30 Juni 2026

Kabar gembira! Promo Gokana Nasi & Ramen Rp 88 ribu diperpanjang hingga Juni 2026. Cek syarat dan ketentuannya di sini!

Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Kamis (4/6) Turun

Harga emas di Pegadaian produksi Galeri 24 dan UBS hari ini Kamis (4/6) kompak menurun dari perdagangan sebelumnya

Promo Go!Go!Curry! Terbaru, Diskon Menu Kari Jepang Menggiurkan Awal Juni 2026

Nikmati menu-menu spesial dengan diskon fantastis di Go!Go!Curry! Lihat detail promo delivery untuk pengalaman makan terbaik Anda.

Promo Burger King, Nikmati Sederet Menu Hemat Mulai Rp10 Ribuan di Bulan Juni

Makan enak di Burger King tetap hemat? Menu King of The Month mulai Rp 10 ribuan siap manjakan lidah Anda. Cek daftar lengkapnya di sini!

Jadwal Indonesia Open 2026, 11 Wakil Indonesia Bertempur untuk Tiket Perempat Final

Jadwal Indonesia Open 2026 Babak 16 Besar, Kamis (4/6), 11 wakil Indonesia bertempur menuju perempat final.

Ramalan Zodiak Hari Kamis 4 Juni 2026: Keuangan, Cinta, dan Karier Penuh Drama

Simak hasil ramalan zodiak hari ini Kamis 4 Juni 2026, cek peruntungan cinta, karier, kesehatan, dan keuangan Anda.​

4 Manfaat Minum Jamu Kunyit Asam Saat Haid, Usir Kram Perut hingga Mood Swing

Haid sering bikin tak nyaman? Jamu kunyit asam tawarkan 4 manfaat tak terduga, dari mengatasi kram perut hingga mood swing. Cek di sini.

Hasil Indonesia Open 2026, Wakil Indonesia Bertumbangan Termasuk Fajar/Fikri

Hasil Indonesia Open 2026 Babak 32 Besar hari kedua Rabu (3/6), hanya 4 dari 10 wakil Indonesia maju ke 16 besar. 

7 Menu Sarapan yang Terlihat Sehat tapi Ternyata Bikin Gula Darah Naik

Tahukah bahwa ada beberapa menu sarapan yang terlihat sehat tapi ternyata bikin gula darah naik lo. Yuk, cek selengkapnya di sini!

Mengajarkan Anak Belajar Berbagi Sejak Dini Lewat Berbagi Kurban

McD Berbagi Kurban juga mengajarkan anak berbagi sejak dini. Kebiasaan itu akan menjadi fondasi karakter mereka.