MOMSMONEY.ID - Makan es batu menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika Anda menjadikan hal ini sebagai kebiasaan.
Awalnya mungkin hanya coba-coba, sekadar menghabiskan sisa es di gelas setelah minum, lama-kelamaan jadi ketagihan. Krenyes-krenyes di mulut rasanya memang bikin nagih, sampai akhirnya susah berhenti.
Nah, justru di sinilah Anda perlu berhati-hati, karena di balik sensasi segar itu, makan es batu menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan yang tak boleh diabaikan, lo.
Baca Juga: Enggak Suka Sayur & Buah? Ini 7 Makanan yang Kaya akan Serat sebagai Alternatifnya
Perlu Anda ketahui, kebiasaan mengunyah es batu merupakan salah satu bentuk kondisi medis yang disebut pica, yaitu kebiasaan mengunyah atau memakan benda yang tidak lazim.
Mengonsumsi es batu sebenarnya boleh saja. Namun, sebaiknya hindari makan es batu terlalu sering ya, apalagi kalau sudah menjadi kebiasaan.
Karena gigi kita bukan alat penghancur es, jadi wajar jika lama-kelamaan muncul kerusakan pada enamel gigi, gigi jadi sensitif, bahkan bisa retak. Belum lagi dampak buruk lainnya yang mungkin mengintai.
Baca Juga: Pagimu Bebas Begah! Batasi 6 Makanan untuk Sarapan yang Bikin Kembung Ini ya
Dampak buruk sering makan es batu
Berikut beberapa dampak buruk makan es batu bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui, dikutip dari hellosehat.com:
1. Gigi berlubang
Jika Anda memiliki kebiasaan makan es batu, apalagi dalam jumlah yang berlebihan, maka hal ini bisa mengikis lapisan pelindung gigi atau enamel gigi.
Akibatnya, gigi Anda menjadi berlubang. Kondisi gigi yang berlubang akan menjadi tempat yang nyaman bagi kuman untuk bersarang. Pada akhirnya, Anda akan merasa nyeri di gigi yang sangat mengganggu kenyamanan Anda sehari-hari.
2. Sakit rahang
Makan es batu menyebabkan sakit pada rahang dan gangguan pada sendi rahang. Hal ini karena tekstur es batu yang keras.
Tekstur makanan yang terlalu keras dan sulit dikunyah bisa menyebabkan tekanan yang berlebihan pada otot rahang. Nah, inilah yang membuat Anda merasakan nyeri saat membuka mulut atau bahkan mengalami sulit mengunyah.
Baca Juga: Jangan Berlebihan ya! Kenali 7 Makanan & Minuman yang Jadi Penyebab Usus Buntu
3. Gangguan pencernaan
Selain terjadi masalah di area mulut dan gigi, sering makan es batu juga bisa mengganggu pencernaan. Apalagi jika Anda mengonsumsi es batu yang tidak higienis.
Misalnya saja es batu yang terbuat dari air mentah atau tempat penyimpanan es batu yang tidak bersih. Kondisi inilah yang bisa membawa penularan virus serta bakteri pembawa penyakit di dalam tubuh.
Beberapa gangguan pencernaan yang bisa terjadi seperti diare, hepatitis A, demam tifoid, dan gastroenteritis.
Cara mengatasi kebiasaan makan es batu
Agar kebiasaan Anda makan es batu bisa berhenti, ada beberapa cara mengatasinya yang bisa dilakukan, sebagaimana dikutip dari www.halodoc.com:
1. Mengganti dengan alternatif makanan lain
Untuk menghentikan kebiasaan makan es batu, Anda bisa mengganti dengan alternatif makanan lain yang bertekstur renyah.
Misalnya saja potongan sayur segar yang dingin, seperti wortel atau timun. Selain teksturnya mirip, juga lebih menyehatkan untuk tubuh.
Baca Juga: Susah Lepas dari Makanan Asin? Ini 5 Tips Ampuh Mengurangi Garam yang Patut Dicoba
2. Mengunyah permen karet bebas gula
Cara berikutnya adalah dengan mengunyah permen karet bebas gula. Hal ini bertujuan agar mulut Anda tetap aktif tanpa harus merusak enamel gigi.
Selain itu, pemilihan permen karet bebas gula juga lebih baik untuk menjaga kesehatan gigi serta kadar gula darah Anda.
3. Mengelola stres
Anda juga perlu untuk mengelola stres. Hal ini karena dorongan pica bisa timbul akibat adanya kecemasan atau stres emosional.
4. Pemeriksaan kadar zat besi
Anda perlu untuk melakukan pemeriksaan kadar zat besi dengan tes darah. Hal ini untuk memastikan apakah dorongan mengunyah es didorong oleh anemia defisiensi besi.
Jadi, makan es batu sebenarnya tidak salah. Namun, jika berlebihan dampaknya tidak baik. Makan es batu menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang sayang banget kalau sampai Anda alami sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News