M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Stop Terlalu Memuji Anak, Ini 4 Efek Negatif Overpraising bagi Perkembangan Anak!

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Penelitian menunjukkan bahwa ada efek positif dari kebiasaan memuji anak-anak. Dalam penelitian lainnya, pujian telah dihubungkan dengan peningkatan motivasi pada anak-anak dengan catatan pujian yang diberikan harus sesuai dengan kenyataan. Saat orang tua memuji anak-anaknya dengan tulus dan sesuai realita, itu dapat mendorong atribusi kinerja anak, mempromosikan otonomi, serta meningkatkan kompetensi tanpa terlalu bergantung pada perbandingan sosial.

Jika pujian yang diberikan kepada anak terlalu berlebihan, efek yang akan anak dapatkan justru bertolak belakang dengan apa yang orang tua harapkan.

Melansir Psychology Today, pujian yang berlebihan atau overpraising dapat menyebabkan efek jangka panjang yang merugikan anak meliputi sebagai berikut.

Baca Juga: Wah, IHSG Kembali Melesat di Level 7.000-an

1. Anak merasa dirinya terlalu istimewa

Ketika Anda memuji atau memanjakan anak-anak Anda secara berlebihan, mereka akan merasa bahwa dirinya sangatlah istimewa. Kendati demikian, perasaan istimewa tersebut bukanlah perasaan istimewa yang baik dan selaras dengan apa yang Anda harapkan. Sebaliknya, perasaan istimewa yang anak rasakan justru membuat mereka mengharapkan kemudahan hidup sehingga anak pun cenderung tidak siap ketika harus menghadapi tantangan hidup.

Pada akhirnya, anak bisa saja tumbuh menjadi sosok yang narsis dan berkeinginan untuk bekerja lebih sedikit namun mengharapkan hasil yang lebih banyak. Saat mentalitas ini terus melekat pada diri anak Anda, mereka cenderung akan gagal membangun berbagai keterampilan yang berguna untuk mendukung ambisinya.

2. Menumbuhkan perasaan tidak mampu

Faktanya, pujian yang berlebihan dapat membuat anak merasa bahwa mereka perlu menjadi hebat supaya bisa diterima. Di sisi lain, anak bisa saja merasa tidak baik-baik saja dengan diri mereka sendiri karena pujian melimpah yang mereka terima terasa kosong sekaligus tidak realistis.

Dengan melebih-lebihkan pujian yang seharusnya tidak perlu diberikan kepada anak, bukan berarti mereka akan secara otomatis termotivasi. Justru, pujian yang berlebihan dapat membuat anak merasa tidak yakin tentang kemampuannya yang sebenarnya. Akibatnya, perasaan tidak aman tersebut akan menghentikan keinginan anak untuk mencoba sesuatu dan menahan dirinya karena mereka merasa seperti orang yang palsu atau takut gagal.

3. Merasa kecewa dengan hidup

Tak jarang, para orang tua rela melakukan berbagai hal secara berlebihan kepada anak-anaknya dengan harapan sang anak tak perlu merasakan kesulitan.

Ketika Anda kerap memenuhi setiap keinginan anak, memperlakukan mereka layaknya bangsawan, serta membanjirinya dengan pujian palsu setiap hari, itu artinya Anda gagal untuk mencerminkan dunia nyata yang akan anak hadapi saat dewasa nanti. Alih-alih kebaikan, tidak membiarkan anak untuk terlibat dalam berbagai pekerjaan atau tanggung jawab justru akan menimbulkan lebih banyak dampak negatif.

Selain membuat anak gagal mempersiapkan dirinya untuk melakukan berbagai tanggung jawab di masa depan, terlalu memanjakan anak juga akan membuat anak kehilangan kesempatan untuk berkembang menjadi pribadi yang dewasa dan terampil. Intinya, saat Anda melakukan terlalu banyak hal untuk anak-anak Anda, sebenarnya Anda bukan sedang membantu anak melainkan menurunkan kualitas mereka.

4. Kehilangan minat untuk beraktivitas

Saat Anda terlalu melibatkan diri dalam pencapaian anak-anak Anda, mengidentifikasi secara berlebihan, atau berfokus pada kehebatan anak, itu berisiko mengganggu perkembangan anak dengan cara memengaruhi minat mereka.

Misalnya, anak mungkin akan kehilangan minatnya dalam dunia olahraga dan memutuskan untuk berhenti melakukannya jika Anda selalu menemani mereka berlatih sembari terus-menerus meneriakinya dengan kata-kata positif yang sebenarnya terlalu berlebihan atau tidak diperlukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Zodiak yang Sering Terjebak dalam Toxic Relationship, Ada yang Obsesi Berlebihan

Ada 4 zodiak yang sering terjebak dalam toxic relationship dan perlu menetapkan batasan emosional secara lebih tegas. Ini daftarnya.

Dua Ujian Penentu Nasib Bitcoin, Voting CLARITY Act dan Keputusan The Fed

Voting CLARITY Act dan Keputusan The Fed bisa bergerak ke arah yang saling menguatkan atau justru saling menekan terhadap Bitcoin.

4 Minuman Tinggi Kalori yang Harus Dibatasi Konsumsinya, Nomor 1 jadi Favorit

Berikut adalah 4 minuman tinggi kalori yang harus dibatasi konsumsinya agar kesehatan dan berat badan Anda tetap terjaga secara optimal.

Prakiraan Cuaca Banten Besok Rabu (16/9), Diramal Cerah hingga Berawan

Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di wilayah Banten pada Rabu (16/9) diprediksi bervariasi, mulai dari cerah hingga berawan​.

Promo Indomaret Ice Cream Fair 3-21 September 2026, Magnum-Aice Beli 2 Gratis 1

Promo Indomaret Ice Cream Fair Periode 3-21 September 2026. Cek dan manfaatkan untuk belanja hemat es krim favorit.

Anak Sulit Membaca Bukan Berarti Malas, Kenali Tanda Gangguan Belajar Spesifik

Anak yang kesulitan membaca belum tentu malas belajar. IDAI menjelaskan tanda gangguan belajar spesifik yang perlu dikenali orang tua dan guru.

Jakarta Diprediksi Cerah Besok Rabu (16/9), Simak Prakiraan Suhunya

Berdasarkan prakiraan BMKG, seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta diprediksi cerah, besok, Rabu (16/9/2026).

Anak Disleksia Sulit Ikuti Pelajaran? Ini Cara Orang Tua Membantunya

Disleksia merupakan kondisi menetap, tetapi anak tetap bisa belajar dengan dukungan tepat. Simak langkah yang dapat dilakukan orang tua dan guru.

Tayang Akhir Tahun, Teaser Trailer Film Desember Jani Dirilis

Film Desember Jani merilis teaser trailer dan musik video. Film ini bakal tayang di bioskop Indonesia pada 10 Desember 2026.

Harga Emas Makin Loyo di bawah US$ 4.300, Pasar Bertaruh The Fed Naikkan Bunga

Kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga menambah tekanan pada harga emas.