M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Soal Baca Berita, Ternyata Gen Z Lebih Percaya pada Comment & Pendapat Influencer!

Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID -Fakta menarik soal Gen Z adalah mereka lebih percaya pada kolom komentar sebuah berita dan pendapat influencer mengenai berita tersebut. 

Dalam beberapa tahun terakhir Jigsaw, melakukan penelitian bagaimana generasi Z menerima dan mencerna informasi yang mereka dapatkan secara online. 

Penelitian ini diharapkan bisa memberikan studi etnografi mendalam soal literasi informasi generasi Z. Sayangnya, temuan data justru mengejutkan. 

Baca Juga: 10 Ide Tanaman Hias Indoor Hemat Lahan, Cocok untuk Ruangan Kecil dan Sempit

Gen Z, Generasi Sensibilitas Informasi
Melansir Business Insider, dalam seminggu pertama penelitian, mereka membuang istilah literasi informasi. Ketimbang literasi informasi, generasi Z lebih cocok dengan sensibiltas informasi. 

Adapun sensibilitas informasi adalah praktek sosial yang mengandalkan heuristik kredibilitas rakyat. Dengan kata lain, generasi Z mengetahui perbedaan berita yang solid dengan meme yang dibuat oleh AI. Hanya saja mereka tidak peduli. 

Ketika generasi yang lebih tua kesulitan memeriksa fakta informasi dan mengutip sumber, Gen Z bahkan tidak ambil pusing. Mereka hanya membaca berita utama kemudian langsung menuju kolom komentar untuk melihat apa yang dikatakan oleh orang lain. 

Baca Juga: 5 Cara Tetap Sehat Selama Begadang Nonton Sepak Bola di Malam Hari

Gen Z menentukan kebenaran berita dari influencer
Mereka menentukan kebenaran sebuah berita dan pentingnya sebuah informasi berdasarkan apa yang influencer terpercaya pikirkan. Jika artikelnya terlalu panjang dan memaksa mereka berpikir terlalu keras, mereka kesal secara emosional. Jika mereka mempunyai tujuan, mereka baru mau mempelajarinya supaya tetap tenang dan fasih dalam kelompok sosial yang mereka pilih.

Gen Z cenderung memiliki pola pikir bahwa Anda boleh mengatakan kebenaran menurut Anda dan apa yang penting menurut Anda. Apa yang menentukan relevansi suatu klaim adalah bagaimana sinyal sosial dari teman sebayanya. 

Lebih lanjut, Gen Z, saat harus menjawab sebuah pertanyaan atau mempelaari hal baru mereka mungkin tetap mencari di mesin pencari. Namun generasi ini lebih sering mendapatkan informasi baru melalui media sosial.

Padahal media sosial secara algoritma, memangkas informasi untuk mencerminkan apa yang penggunanya pedulikan dan siapa yang mereka percayai. Singkatnya, generasi Z telah menciptakan filternya sendiri untuk memproses informasi digital yang gencar. 

Mereka tidak membaca berita panjang, dan tidak percaya apapun yang berisi iklan,paywalls atau pop-up yang meminta sumbangan atau berlangganan. 

Baca Juga: Ternyata, Penduduk Jepang Suka Pergi Liburan Sendiri lo

Ketimbang belajar dari guru yang kaku seperti CNN atau portal berita lainnya, generasi Z lebih suka mendengarkan para influencer yang ada di puncak hierarki sosial. Pengalaman para influencer membuatnya otentik dan mereka berbicara dalam bahasa generasi Z. 

Gen Z akan memiliki influencer favorit atau sekelompok influencer yang mereka percayai. Mereka sangat loyal pada apapun yang influencer ini katakan. 

Namun ini bukan berarti Gen Z kurang cerdas atau kurang rajin dibanding generasi lainnya. Mereka tahu cara meneliti sesuatu lebih dalam. Hanya saja mereka tidak mau. Mereka memanfaatkamn keterampilan linterasi hanya dalam waktu yang sangat sedikit dari porsi waktu yang mereka habiskan di dunia maya. 

Jika mereka menyiapkan argumen untuk kelas debat atau ketika membuat keputusan investasi besar, mereka bersedia mencari fakta yang membosankan. 

Baca Juga: Penting untuk Diketahui, Inilah Jam Sarapan Pagi untuk Diet yang Terbaik

TikTok jadi sumber berita yang disukai generasi yang lebih muda
Lebih lanjut, Gen Z semakin mengandalkan jejaring sosial untuk menceritakan apa yang sedang terjadi. Penelitian baru dari The Pew Research Center menemukan banyak pengguna Facebook, Instagram, X dan TikTok sering menemukan berita. 

Di X, berita datang dari media atau jurnalis yang benar-benar memproduksi berita. Di Facebook dan Instagram berita datang dari keluarga dan kerabat yang memiliki sudut pandang baik buruk. 

Sementara itu di TikTok berita datang dari influencer yang sudah mengumpulkan data, menganalisanya dan mencernanya terlebih dahulu. Mungkin inilah yang menyebabkan pengguna TikTok mengatakan mereka tidak akan kelelahan atas berita yang mereka lihat. Orang lain sudah melakukan kerja keras dan mereka bisa mendapatkan kesimpulannya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tips Mencapai Financial Freedom di Usia Muda dengan Strategi Realistis

Yuk pahami cara mencapai financial freedom, lengkap dengan strategi sederhana agar hidup stabil dan tidak bergantung gaji.​  

Ruang Tamu Nyaris Rusak Akibat Renovasi? Ini Cara Ubah agar Lebih Fungsional

Kesalahan renovasi ruang tamu bisa jadi solusi kreatif, simak cara menyulap area bermasalah jadi estetik dan fungsional.​    

Tidak Sekedar Melepas Dahaga, Ini Tiga Manfaat Konsumsi Teh Bagi Perempuan

Tiga manfaat mengkonsumsi teh bagi perempuan, salah satunya jaga fokus di tengah kepadatan aktivitas  

5 Tanda Seseorang Memiliki Ketertarikan Seksual Kepada Anda, Perhatikan Bibirnya!

Sering menjilat bibir bisa jadi tanda ketertarikan seksual. Coba perhatikan, ini 5 tanda seseorang memiliki ketertarikan seksual kepada Anda.  

Jenis-Jenis Toner dan Manfaatnya, Kulit Kasar Pilih yang Mana?

Ada toner yang bisa menenangkan kulit sensitif, ada juga yang untuk mencerahkan. Pahami jenis-jenis toner dan manfaatnya untuk hasil maksimal.

4 Minuman Alami yang Bisa Bantu Menurunkan Gula Darah Tinggi

Ada beberapa minuman alami yang bisa bantu menurunkan gula darah tinggi. Mari cek di sini!            

8 Buah yang Secara Alami Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Ini, lho, beberapa buah yang secara alami bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Apa sajakah itu?          

5 Sinyal Mindset Anda Naik Kelas dengan Berpikir Menuju Kaya ala Charlie Munger

Kenali 5 tanda mindset naik level menuju kaya ala Charlie Munger, pas dengan kondisi finansial dan gaya hidup Anda saat ini.​  

4 Jenis Toner Terbaik untuk CSM Sesuai Kebutuhan Kulit, Jangan Salah Pilih!

Tertarik mencoba teknik CSM? Pastikan Anda menggunakan toner yang tepat. Berikut 4 jenis toner terbaik untuk CSM.  

Warren Buffett: 5 Kebiasaan yang Bikin Terlihat Kaya Padahal Finansial Rapuh

Terlihat mapan belum tentu sejahtera, ini 5 kebiasaan yang diam diam merusak keuangan menurut Warren Buffett.​