M O M S M O N E Y I D
Santai

4 Alasan Dating App Mulai Ditinggalkan Gen Z dan Milenial, Tidak Laku Lagi?

Reporter: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Sudah mulai jarang digunakan, ini, lo, ternyata alasan kenapa dating app sudah kehilangan masa jayanya.

Di masanya sebelum tahun 2023, aplikasi kencan atau dating app menuai popularitas tinggi dan banyak digunakan oleh kaum milenial dan gen Z.

Namun, menjelang 2023 berakhir, kemerosotan penggunaan dating app dari kedua generasi tersebut mulai terjadi.

Baca Juga: Mulai Sadari, Ini Loh 5 Tipe Perselingkuhan Yang Wajib Diwaspadai

Melansir dari laman Bustle, sebuah survei tahun 2023 dilakukan pada murid kuliah dan yang baru lulus membuktikan, 79 % dari mereka bahkan tidak menggunakan aplikasi kencan dalam satu bulan penuh.

Hasil tersebut juga nampak nyata dari harga saham dating app seperti Tinder, Hinge, dan OkCupid, mengalami kemerosotan hingga 40% di tahun 2023.

Kurangnya minat dari generasi milenial dan gen z untuk menggunakan dating app atau aplikasi kencan, ternyata dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini:

Masa jaya sudah berakhir

Masa kejayaan aplikasi kencan seperti Tinder mencapai puncaknya pada tahun 2012 sebelum akhirnya muncul beberapa dating app lain. Seperti Bumble, Hinge, dan Raya di dekade setelahnya.

Kaum milenial yang menggunakan aplikasi kencan ini sudah tidak aktif lagi dan mulai merasa lelah dengan siklus kencan di dating app. Selain itu kaum single yang menggunakan aplikasi kencan sudah mulai berkurang juga.

Baca Juga: 6 Cara Dapat Pacar di Tahun 2024, Hindari Beberapa Hal Ini Ya

Terbatas biaya

Walaupun hampir semua aplikasi kencan bisa digunakan dengan gratis, tak semua fitur bisa diakses dengan bebas. Beragam jenis fitur yang memudahkan para single mencari pasangan melalui dating app dibatasi oleh perusahaan.

Satu-satunya cara agar bisa mengakses fitur tersebut adalah berlangganan dan menggunakan akses premium dari dating app tersebut.

Selain itu, laman Bustle juga mencatat bahwa banyak juga pengguna aplikasi kencan yang merasa pengguna dengan kualitas tinggi disembunyikan dari pencarian kecuali bagi pengguna premium.

Kembali ke dunia nyata

Generasi milenial dan gen Z kini sudah banyak yang kembali ke dunia nyata. Setelah pandemi Covid-19 dinyatakan selesai, banyak milenial dan gen z yang kembali beraktivitas di dunia sehari-hari mereka yang nyata.

Tak bisa dipungkiri bahwa era kejayaan dating app memuncak di masa pandemi Covid-19 di mana semua kegiatan dilakukan secara online.

Baca Juga: Daftar 5 Zodiak Paling Mudah Jatuh Cinta Sama Lawan Jenis

Termasuk mencari pasangan secara online yang bisa dilakukan lebih mudah. Kini, banyak milenial dan gen Z yang tak lagi berfokus dengan kehidupan online dan mencari pasangan melalui dating app lagi.

Keamanan menurun

Meski aplikasi kencan memudahkan milenial dan gen z untuk mencari pasangan dengan jangkauan lebih luas, namun ada saja kendala yang ditemui. Seperti yang dicatat di laman Wired, pengguna dating app masa kini banyak yang menggunakan akun palsu.

Tak hanya akun palsu, banyak juga bahaya lain yang kini mulai muncul di dunia aplikasi kencan. Seperti scam hingga digunakan sebagai ajang kriminalitas.

Selain itu, pengguna dating app masa kini lebih banyak diisi oleh pengguna yang hanya menginginkan hubungan singkat seperti one night stand (ONS) dan friends with benefit (FWB).

Nah, itulah tadi beberapa alasan mengapa aplikasi kencan atau dating app sudah mulai banyak ditinggalkan oleh kaum milenial hingga gen Z.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Eksplorasi Musik di Single Terbaru, TB AJI Rilis Lagu Ternyata Dia (Orangnya)

Ternyata Dia (Orangnya) adalah lagu yang menggambarkan tentang perasaan jatuh cinta yang datang secara tak terduga. 

Kasih Ibu Hospital Bali Gandeng Privy Integrasikan Ekosistem Tanda Tangan Digital

Dengan tanda tangan digital setiap transaksi dan persetujuan dalam rantai operasional rumah sakit memiliki landasan keamanan dan legalitas kokoh. 

Prakiraan Cuaca Besok (21/5) dan Lusa di Banten, Hujan Guyur Daerah Ini

​BMKG memperkirakan cuaca besok di seluruh wilayah Banten akan diguyur hujan ringan, sementara lusa akan didominasi cuaca berawan.

Promo Guardian Super Hemat 20-27 Mei 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Shower Milk

Cek dan manfaatkan promo Guardian Super Hemat periode 14-27 Mei 2026 untuk belanja produk kecantikan.

Jangan Lupa Bawa Payung, Begini Prakiraan Cuaca Besok (21/5) dan Lusa di DKI Jakarta

BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca hujan ringan, sementara untuk lusa akan berawan di beberapa daerah

Turun Dua Hari, Harga Emas Kini di bawah US$ 4.500 per troi ons

Suku bunga tinggi terus menghantui pasar emas global, karena kebuntuan di Iran menyebabkan risiko inflasi tinggi.  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Jumat (21/5), Hujan di Beberapa Kota Ini

Menurut prakiraan BMKG, hujan ringan dan udara kabur mendominasi Jawa Timur besok, Kamis (21/5).     

Promo Alfamidi Ngartis Periode 16-31 Mei 2026, Fukumi-Sakatonik ABC Beli 1 Gratis 1

Cek promo Alfamidi Ngartis periode 16-31 Mei 2026 untuk belanja Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Hari Kamis (21/5) Hujan Guyur Kota Ini

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah di Jawa Tengah diprakirakan diguyur hujan ringan besok, Kamis (21/5)

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok Hari Kamis (21/5) Hujan Disertai Petir

BMKG memprakirakan hujan akan terjadi secara merata di seluruh kota Jawa Barat besok, Kamis (21/5), kecuali Depok yang disertai petir