MOMSMONEY.ID - Di tengah tekanan jual investor asing di pasar saham Indonesia, saham PT Repower Asia Indonesia Tbk atau REAL justru bergerak berbeda arah.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, saham REAL mencatatkan net buy asing sekitar 51 juta lembar pada perdagangan Rabu (28/1)
Aksi beli ini terbilang mencolok, mengingat secara keseluruhan investor asing masih membukukan tekanan jual di pasar reguler.
Masuknya dana asing ke saham REAL mengindikasikan, ada sentimen spesifik yang membuat emiten ini tetap dilirik di tengah volatilitas pasar.
Salah satu sentimen yang menjadi perhatian investor adalah rencana pengembangan bisnis REAL ke sektor properti digital, khususnya data center.
REAL disebut tengah mengkaji dan mengembangkan segmen properti berbasis digital, seiring meningkatnya kebutuhan lahan dan bangunan khusus untuk pusat data di Indonesia.
Baca Juga: IHSG Anjlok, Ini Saham-saham Paling Banyak Dijual Asing di Sesi I (28/1)
Sentimen tersebut sejalan dengan semakin agresifnya investasi asing di sektor data center Tanah Air.
Sejumlah investor global tercatat mengucurkan dana jumbo untuk membangun pusat data di Indonesia, salah satunya Digital Edge.
Perusahaan dari Singapura ini berencana menggelontorkan investasi hingga US$ 4,5 miliar untuk pembangunan kampus data center berskala besar di kawasan Bekasi.
Masifnya investasi tersebut menegaskan sektor data center sebagai salah satu tema investasi yang tengah diminati, didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital, cloud computing, hingga kebutuhan komputasi dan penyimpanan data berkapasitas besar.
Bagi emiten properti, data center dinilai sebagai aset dengan karakter pendapatan berulang (recurring income) dan arus kas yang lebih stabil dibanding properti konvensional.
Baca Juga: MSCI Ancam Saham Indonesia Masuk Frontier Market, Seberapa Buruk Dampaknya?
Dari sisi pasar, Analis MNC Sekuritas Rudy Setiawan menilai, saham REAL saat ini berada pada level yang menarik baik secara valuasi maupun sentimen.
Menurutnya, PBV REAL berada di kisaran 1,2x yang mencerminkan valuasi relatif murah, sementara pergerakan harga saham telah berada di area oversold setelah mengalami tekanan koreksi.
“Selain faktor teknikal yang sudah oversold, saat ini REAL juga sedang mengembangkan bisnis ke sektor properti digital melalui data center, yang menjadi salah satu tema investasi yang tengah diminati investor asing. Kombinasi valuasi yang relatif murah dan sentimen pengembangan bisnis ini membuka peluang technical rebound,” ujar Rudy, Kamis (29/1).
Meski demikian, investor tetap diimbau mencermati realisasi konkret pengembangan bisnis data center REAL ke depan, termasuk kejelasan model bisnis, kebutuhan belanja modal (capex), skema pendanaan, serta dampaknya terhadap kinerja keuangan perseroan.
Dengan masuknya aliran dana asing, valuasi yang masih atraktif, serta kuatnya sentimen investasi data center, saham REAL berpotensi tetap menjadi salah satu saham yang layak dicermati di tengah tekanan dan volatilitas pasar saham domestik.
Selanjutnya: Penyaluran KPR Perbankan Siap-Siap Menggeliat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News