MOMSMONEY.ID - Pengumuman MSCI mengenai kriteria pemilihan saham yang bisa masuk ke indeks internasional ini sudah ditunggu pasar sejak tahun lalu. Namun, lembaga penyedia indeks yang menjadi acuan fund manager global ini membawa kabar yang memukul bursa Tanah Air.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun lebih dari 6% pada pembukaan Rabu, 28 Januari 2026 ke level 8.402.
Penyebab utama penurunan IHSG dipicu pengumuman MSCI mengenai penentuan kriteria saham yang akan masuk indeks MSCI. Tak hanya itu, MSCI mengeluarkan sejumlah ancaman atau peringatan keras, yang menunjukkan ketidakpercayaan lembaga internasional tersebut terhadap pasar saham Indonesia.
Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menjelaskan, MSCI secara resmi mengumumkan Interim Freeze yang efektif segera. Artinya, tidak akan ada penambahan saham baru (additions) atau promosi (small to standard) untuk emiten Indonesia pada review Februari 2026.
"Dampaknya, seluruh tesis investasi berbasis inklusi MSCI untuk Februari ini gugur," ujar Wafi, Rabu (28/1). Dia menambahkan, masalah utama adalah krisis kepercayaan.
Baca Juga: Saham Sempat Naik Tinggi, Ini Kata Elnusa (ELSA)
MSCI menyebutkan investor global tidak percaya pada data kepemilikan saham (KSEI/IDX). Isunya, struktur kepemilikan yang buram (opacity) dan dugaan manipulasi harga terkoordinasi (coordinated trading behavior).
"Secara sederhana, market kita dianggap terlalu banyak "gorengan" dan data free float-nya tidak mencerminkan realita," kata Wafi.
Tak sampai sini, ancaman lebih berbahaya dari MSCI jika sampai Mei 2026 tidak ada perbaikan transparansi yang signifikan.
MSCI mengancam akan mengurangi bobot (weighting) seluruh saham Indonesia. Serta, menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.
"Jika terjadi, hanya jika terjadi, maka potensi dana asing yang keluar dapat mencapai minimal US$ 10 miliar dengan asumsi frontier market tidak termasuk ke dalam mandat investasi," kata dia.
Investor, dia harapkan, tetap berhati-hati pada saham-saham yang naik karena spekulasi masuk MSCI.
Menurut dia, market sentimen negatif untuk IHSG dalam beberapa waktu ke depan. Asing akan melihat ini sebagai governance risk.
Selanjutnya: Reli Emas Berlanjut, Harga Capai US$5.200 Saat Dolar Anjlok ke Level Terendah 4 Tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News