MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak cenderung konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, Selasa, 28 Juli 2026. Pasar kemungkinan memilih bersikap wait and see menjelang hasil rapat Federal Reserve (The Fed) dan di tengah sorotan terhadap transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI).
Pada perdagangan Senin (27/7), IHSG ditutup melemah 0,17% ke level 6.185,78. Nilai tukar rupiah melemah ke sekitar Rp 18.005 per dolar AS akibat sentimen pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, sementara pasar mencermati proses transisi kepemimpinan BI.
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata melihat secara teknikal, IHSG membentuk pola doji dan masih berada di bawah EMA50 (6.257), sekaligus menguji area EMA10 (6.184). Meski demikian, indeks masih bertahan di atas EMA20 (6.119), sehingga tren naik jangka menengah dinilai masih terjaga meski dorongan untuk bullish menipis.
Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area support 6.159-6.144, kemudian 6.130 dan 6.119.
Sebaliknya, apabila mampu berbalik menguat, IHSG perlu menembus 6.219, kemudian 6.315 sebagai resistance berikutnya. Breakout di atas level tersebut berpotensi membuka jalan menuju 6.394.
Kiwoom menyarankan investor untuk wait and see sambil mencermati pergerakan IHSG di area 6.119. Investor yang sudah memperoleh keuntungan dapat menerapkan trailing stop atau melakukan profit taking secara bertahap apabila tekanan jual berlanjut.
Sementara itu, averaging up dapat dipertimbangkan apabila IHSG mampu menembus level 6.315 dengan didukung peningkatan volume transaksi.
Sentimen pasar
Komisi XI DPR menegaskan proses pemilihan gubernur baru akan mengikuti mekanisme Undang-Undang BI melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan secara objektif dan profesional. Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI untuk memastikan kesinambungan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan selama masa transisi.
"Pelaku pasar dan ekonom menilai proses seleksi yang transparan, berbasis merit, serta tetap menjaga independensi bank sentral menjadi faktor penting untuk mempertahankan kredibilitas BI, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mempertahankan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global," ujar Liza.
Selain memperhatikan langkah Bank Indonesia, pasar juga akan menunggu keputusan The Fed yang menggelar FOMC meeting 28-29 Juli ini.
Rekomendasi saham
Berikut rekomendasi saham dari Kiwoom Sekuritas yang bisa dipertimbangkan investor maupun trader. Namun perlu diingat, rekomendasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.
- ADMR: Entry buy 1.460-1.500, target 1.590-1.630, cut loss 1.415.
- CMRY: Entry buy 4.700-4.800, target 5.075-5.250, cut loss 4.510.
- ISAT: Entry buy 1.900-1.950, target 2.050-2.100, cut loss 1.855.
- PGEO: Entry buy 1.000-1.040, target 1.100-1.140, cut loss 965.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News