MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026 sampai lebih dari 8%. Penurunan indeks terdampak dari pengumuman MSCI yang menagih perbaikan transparansi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bersamaan dengan itu, asing gencar melakukan penjualan. Hingga akhir sesi I tadi, asing melakukan aksi jual Rp 12,6 triliun dan beli Rp 9 triliun.
Alhasil, tercatat nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 3,6 triliun.
Sejumlah saham terkena aksi jual asing. Berikut saham-saham dengan nilai jual tertinggi (top foreign value) sepanjang sesi I atau sampai pukul 12:00 WIB tadi.
1. BBCA
Saham BBCA tercatat terkena aksi jual sampai Rp 2,4 triliun sepanjang sesi I lalu. Di pertengahan sesi II pukul 14:50 WIB, BBCA tercatat turun 6,33% ke Rp 7.025
2. BMRI
Saham BMRI terkena aksi jual Rp 917 miliar sejak pagi hingga siang hari. Di sesi II, saham Bank Mandiri tercatat turun 7,28% ke Rp 4.460 per saham.
3. BBRI
Masih dari perbankan, saham BBRI terkena aksi jual Rp 533 miliar. Saham BRI tercatat turun 6,28% ke Rp 3.580.
4. TLKM
Aksi jual tertinggi juga dicatatkan TLKM dengan nilai Rp 310 miliar. Saham TLKM turun 13,20% ke Rp 3.420 di pertengahan sesi II.
5. ANTM
Saham emas ANTM tercatat terkenal jual asing senilai Rp 294 miliar. Saham ANTM merunduk 6,51% ke Rp 4.310 per saham.
Trading Halt
Lantaran turun 8%, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat membekukan perdagangan sementara atau memberlakukan trading halt selama 30 menit di awal perdagangan sesi II.
Namun, setelah dibuka kembali, IHSG melanjutkan penurunan. Pukul 2:54 WIB, IHSG tercatat turun 8,33% ke level 8.232.
Penurunan IHSG diyakini terdampak oleh sikap Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menuntut transparansi lebih baik dalam penentuan free float.
BEI menjelaskan, akan terus memperkuat koordinasi dengan MSCI.
"Kami memandang masukan yang disampaikan MSCI adalah bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia. Kami memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor," tulis Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI pada pengumuman hari ini (28/1).
Sebagai bagian dari langkah konkret yang telah dilakukan, BEI menjelaskan telah menyampaikan pengumuman data free-float secara komprehensif melalui website resmi BEI sejak 2 Januari 2026 serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya.
Selanjutnya: Jangan Lewatkan! Lowongan Kerja United Tractors Pandu Engineering, Cek Syarat Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News