MOMSMONEY.ID - Mengelola kadar gula darah normal bisa dilakukan dengan minum air putih yang cukup. Tubuh terdiri dari sekitar 60% air dan setiap sistem dalam tubuh bergantung pada hidrasi yang tepat.
Bagi penderita kadar gula darah tinggi, menjaga hidrasi bahkan lebih penting. Ayesha Gulzar, apoteker, mengungkapkan, air membantu menjaga fungsi ginjal yang baik dan mendukung kemampuan tubuh untuk mengatur kadar glukosa darah.
Ketika kita terhidrasi dengan baik, ginjal akan bekerja lebih efisien untuk menyaring kelebihan gula dari aliran darah dan mengeluarkannya melalui urin.
Mengutip dari Verywellhealth.com, dehidrasi justru bisa mengganggu proses tersebut dan mengakibatkan peningkatan kadar gula darah.
Baca Juga: Bahaya Gula Darah Tinggi Membuat Sering Ngantuk Siang Hari
Bagaimana dehidrasi memengaruhi kadar gula darah?
Dehidrasi dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai hiperglikemia atau kadar gula darah yang meningkat terlalu tinggi. Ketika mengalami dehidrasi, tubuh akan mencoba menghemat air dengan mengurangi jumlah cairan yang dikeluarkan melalui urin.
Hal ini membuat ginjal kurang efektif dalam menyaring glukosa dari aliran darah, menyebabkan gula darah meningkat. Selain itu, dehidrasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang dapat memengaruhi sensitivitas insulin dan semakin memperumit pengendalian gula darah.
Seberapa banyak air yang harus dikonsumsi?
Untuk individu sehat, sebaiknya minum sekitar 8 gelas atau sekitar 2 liter air sehari. Namun, penderita gula darah tinggi perlu menyesuaikan hal ini berdasarkan tingkat aktivitas, iklim, dan kesehatan secara keseluruhan.
Jika aktif secara fisik atau tinggal di iklim panas, Anda akan membutuhkan lebih banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Bahkan, menjaga hidrasi optimal dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mendukung penyerapan glukosa yang lebih baik oleh sel-sel tubuh.
Tips untuk tetap terhidrasi untuk mengelola gula darah
Ada beberapa tips untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengelola kadar gula darah:
- Minumlah air secara teratur: Usahakan untuk minum air dalam jumlah kecil sepanjang hari daripada dalam jumlah besar sekaligus. Langkah ini membantu tubuh menyerapnya dengan lebih efektif.
- Jaga hidrasi tubuh dengan makanan: Makanan seperti semangka, mentimun, dan jeruk memiliki kandungan air yang tinggi dan dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
- Hindari minuman manis : Minuman manis seperti soda dan jus dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak. Minumlah air putih atau teh herbal tanpa pemanis.
- Pantau hidrasi Jika kadar gula darah Anda tinggi, tubuh akan kehilangan lebih banyak cairan. Pastikan untuk minum lebih sering selama episode gula darah tinggi.
- Tambahkan irisan buah-buahan seperti lemon atau mint ke dalam air minum agar lebih menarik dan meningkatkan asupan air.
- Atur pengingat untuk minum air secara teratur sepanjang hari.
- Bawalah botol air minum ke mana pun Anda pergi agar mudah diakses.
- Minumlah segelas air sebelum makan untuk membantu mencegah makan berlebihan, terutama jika kesulitan mengendalikan rasa lapar karena fluktuasi gula darah.
Baca Juga: Bahaya Kenaikan Gula Darah Berulang dari Konsumsi Es Teh Manis dan Soda
Manfaat lain dari minum air putih yang cukup
Berikut berbagai manfaat dari minum air putih yang cukup:
1. Membantu menjaga kadar gula dari
Air putih turut memengaruhi volume gula dalam darah. Volume darah sebagian besar terdiri dari air yakni sekitar 80%.
Saat Anda mengalami dehidrasi, total volume cairan dalam aliran darah berkurang. Penurunan volume darah menyebabkan glukosa yang tersisa menjadi lebih terkonsentrasi dalam plasma darah.
Hal ini mengakibatkan pembacaan gula darah yang lebih tinggi, meski jumlah absolut glukosa dalam tubuh tidak berubah. Minum air putih dapat membantu menurunkan kadar gula darah dengan mengencerkan glukosa.
2. Fungsi ginjal membaik
Ginjal memainkan peran penting dalam mengatur kadar gula darah. Air berperan vital dalam meningkatkan sistem penyaringan ginjal. Ketika kadar glukosa darah naik di atas ambang batas tertentu, ginjal menyaring kelebihan glukosa ke dalam urin.
Penderita diabetes membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengeluarkan kelebihan gula melalui urin. Kondisi tubuh yang terhidrasi dengan baik memungkinkan jumlah urin yang dibutuhkan untuk menghilangkan kelebihan glukosa, sehingga mengurangi jumlah total gula dalam aliran darah.
3. Hormon lebih teratur
Kekurangan air juga dapat memengaruhi pelepasan dan fungsi hormon yang terlibat dalam metabolisme glukosa. Dehidrasi memicu pelepasan hormon kortisol dan vasopresin yang meningkatkan kadar gula darah.
Kortisol dan vasopresin memberi sinyal kepada hati untuk melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam darah. Vasopresin juga menjaga cadangan air tubuh dengan mengurangi produksi urin.
Kadar vasopresin yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kadar gula darah tinggi dan diabetes tipe 2. Minum air dapat menekan pelepasan hormon-hormon stres ini, sehingga mencegah hati melepaskan glukosa yang tersimpan ke dalam aliran darah.
4. Sensitivitas insulin meningkat
Fungsi metabolisme dasar seperti pengendalian kadar gula terjadi pada tingkat sel di dalam tubuh. Sel-sel ini membutuhkan air yang cukup untuk mempertahankan struktur dan menjalankan fungsinya dengan baik, proses ini dikenal sebagai hidrasi seluler.
Asupan air atau cairan yang memadai sangat penting untuk mencapai hidrasi seluler yang optimal. Insulin menurunkan kadar gula darah dengan memfasilitasi perpindahan glukosa dari aliran darah ke dalam sel, tempat glukosa tersebut disimpan sebagai glikogen.
Tingkat hidrasi seluler juga memainkan peran penting dalam mekanisme ini. Hidrasi yang optimal diperlukan untuk mendukung kemampuan sel dalam merespons insulin.
Hal ini meningkatkan sensitivitas insulin dan memfasilitasi penyerapan kembali glukosa secara efektif dari aliran darah.
5. Menurunkan berat badan
Obesitas dan kelebihan berat badan merupakan faktor utama penyebab resistensi insulin serta gangguan pengaturan gula darah. Air memainkan peran yang tidak langsung, namun efektif dalam menjaga berat badan yang sehat dan meningkatkan pengendalian kadar gula darah.
Air dapat berperan sebagai penekan nafsu makan, meningkatkan rasa kenyang, dan pada akhirnya mengurangi asupan makanan. Asupan air yang konsisten membantu Anda mengontrol porsi makan dan total asupan kalori.
Sehingga, mendukung pengendalian berat badan yang sehat. Pengelolaan berat badan merupakan salah satu strategi jangka panjang paling efektif untuk menurunkan kadar gula darah secara alami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News